
"Hahaha tenang saja, di alam legion ini semua waktu berjalan lebih cepat dibandingkan di dunia manusia. Lebih tepatnya satu jam disini sama dengan satu menit di dunia manusia, jadi kau tak perlu khawatir dengan waktu yang akan terbuang disini, mengerti! " Jelas Zero kepada Aaron.
"Hm sepertinya aku sedikit paham dengan perkataanmu itu, Zero. Tapi kita mau berlatih apa? " Tanya Aaron dengan mengerutkan alisnya, dia sangat tidak sabar untuk latihan yang akan di ajarkan oleh Zero.
"Hoho aku suka semangatmu bocah kecil. Sebelum itu kita harus mencari tahu dan mengendalikan energi baru yang kau dapatkan dari pedang ragnarok itu" Kata Zero.
"Caranya? " Dengan penuh penasaran, Aaron pun melontarkan pertanyaannya.
"Kita harus bermeditasi dan mencari tahu kebenarannya" Jawab Zero.
"Apa? Meditasi lagi.." Keluh Aaron terhadap Zero.
"Kau ini.. Jangan meremehkan! Karena dengan ini semua jawaban atas Energi itu akan terungkap" Zero pun memulai menghubungkan energinya kepada Aaron dan memulai meditasinya, terlihat sebuah cahaya biru menyatu kedalam tubuhnya. Aaron yang merasakan energi Zero mulai terhubung itu kini mulai diam sontak ikut bermeditasi bersamanya.
Saat mereka sedang fokus bermeditasi, tiba-tiba saja raga mereka seolah dipaksa masuk kedalam sebuah tempat yang gelap penuh dengan kehampaan, namun perlahan tempat yang gelap gulita itu menjadi terang setelah sebuah cahaya dari roh-roh leluhur terdahulu mulai bermunculan disana dan kini mulai menampakkan dirinya dihadapan Aaron dan Zero, kedatangannya sontak membuat mereka berdua kerkejut.
__ADS_1
"Ini dimana? Dan siapa kalian sebenarnya? Apa yang terjadi pada kami? " Kata Aaron, dia terus menerus melontarkan sebuah pertanyaan terhadap para roh itu.
"Hey diamlah, mereka adalah para leluhur agung. Meski aku tidak mengenalinya tapi dari auranya sudah kelihatan" Bisik Zero dengan pelan.
"Eh benarkah itu? " Bisik Aaron kembali, mereka berdua terlihat saling berbisik dan itu membuat salah satu dari roh yang ada didepan mereka mulai berbicara.
"Hoho tenanglah dulu anak muda, kau membuatku bingung untuk memulai menjawabnya" Ucap salah satu dari roh itu. Namun terlihat salah satu dari mereka kini maju kedepan dan mendatangi Aaron dan Zero.
"Biar aku yang akan menjawabnya anak muda, ini adalah tempat yang tercipta akibat sisa dari energi kami yang bertubrukan dengan energi pemilik garis penerus kami yang mana itu adalah kau" sambil menunjuk Aaron.
"Untuk itu aku akan sedikit menjelaskannya, Dahulu kala sebelum kau bahkan aku lahir, tatanan dunia ini telah dijaga oleh para dewa agar selalu seimbang. Akan tetapi salah satu dari dewa agung itu entah kenapa dengan sengaja menebarkan benih energi kegelapan didunia ini hingga terjadilah mala petaka dimana-mana salah satunya adalah lahirnya monster didunia ini. Mengetahui hal tersebut para dewa agung itu dengan cepat bertindak dan berhasil menangkap dan menghukum penebar benih kejahatan itu, melihat bencana dimana-mana akhirnya mereka memutuskan untuk menebar benih kebajikan untuk memerangi energi kegelapan yang telah tersebar itu dan salah satu dari benih kebajikan itu terlahirlah Guardian Force. Dan terdapat satu manusia yang terkena benih kebajikan itu, namun sayangnya dia gagal menghentikan kekacauan ini, akan tetapi sebelum kematiannya dia mentransferkan seluruh kekuatannya kepada muridnya dan keluatan itu akan terus mencari dan bersemayam kedalam jiwa seseorang yang tak pernah padam sampai benih kegelapan ini musnah. Dan aku lihat kekuatan itu telah memilihmu anak muda" Jelas roh itu.
"Jadi seperti itu ya sejarah dimasalalu itu" Sepintas Aaron pun terdiam sejenak hingga ia mengerutkan kedua alisnya dan mulai terlihat serius.
"Paman.. Madsutku para leluhur, meski aku bukanlah siapa-siapa ijinkan aku untuk mengakhiri kekacauan ini dan bimbinglah aku untuk itu! "
__ADS_1
"Hoho aku suka semangatmu anak muda, yang kau perlukan adalah yakinlah pada dirimu sendiri dan dengarkan isi hatimu" Ucap roh itu, lambat laun cahaya yang menerangi para roh itu pun terpejam dan jiwa Aaron dan Zero terhempas seketika hingga mereka kini tersadar dari meditasinya.
"Ah Zero.. Tadi itu..."
"Yeah Aaron, apakah kau siap dengan semua tanggung jawab itu? " Kata Zero.
"Aku akan melakukannya" Ucap Aaron tegas dan di iringi dengan hempusan angin.
"Eh.. Hey tadi aku dengar kau tadi mengucapkan namaku untuk pertama kalinya, tak terasa sekarang kita makin akrab ya" Kata Aaron dengan polosnya.
"Diam kau bocah kecil!!! " Kata Zero yang sedang menahan rasa malu.
"Hey ayolah jangan panggil aku bocah kecil dong!!."
"Diam dan ayo kita berlatih, Dasar!."
__ADS_1