THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 18 - Penggagalan Misi


__ADS_3

Dengan kecepatan penuh Zell dan Raven melaju ke tempat Evana yang sedang membuat barrier di desa-desa di bagian barat.


Saat hendak sampai menuju tempat Evana langkah mereka terpaksa terhenti ketika sebuah teriakan minta tolong oleh seseorang itu membuat mereka teralihkan dan mencoba mendekati dari mana arah sumber suara tersebut.


"Siapapun tolong kami!!!!"


Mereka terkejut karena melihat situasi yang tak mengenakkan hati itu, sebagian dari monster sepertinya sedang mencoba menjajah sebuah desa yang ada di dekat sana.


"Sial, dasar monster-monster brengsek!!"


Melihat pemandangan itu, tanpa berfikir panjang Raven pun langsung bertindak dengan sihirnya yang bertipe kan alam itu, Raven menyentuh bebatuan yang ada di dekatnya dan menyerapnya hingga batu itu melapisi tubuhnya seperti baju Zirah, tanpa basa-basi lagi dia langsung bersiap menghajar mereka tanpa tersisa.


Raven pun terlihat menyerang dengan kekuatan penuh hingga puluhan dari monster itu tak berkutik olehnya.


"Rasakan ini dasar para monster, enyahlah kalian semua"


Monster-monster itu dengan mudahnya di kalahkan oleh Raven, namun sepertinya salah satu dari monster itu mencoba melarikan diri dari tempat itu akan tetapi dengan sihir dari Zell pikirannya bisa di kendalikan dan di buatnya terdiam sembari Zell mencoba mendekatinya untuk menanyai apa tujuan dari mereka.


"Sebenarnya apa tujuanmu menjajah para desa-desa" Ucap Zell dengan mengendalikan pikirannya.


"Kami ingin mencari tahu tentang pedang ragnarok itu berada" Ucap monster itu.


"Jari firasatku benar, lantas bagaimana kalian bisa menembus barrier yang kami buat di setiap penghuni desa ini" Tanya Zell.


"Kami dapat memecahkan barrier dengan senjata yang di berikan tuan Argon kepada kami yang mana dia telah melapisinya dengan sihir penembus barrier" Ucap Monster itu.


"Apa kau bilang? Argon maksud mu raja monster yang telah binasa itu? Bagaimana dia bisa hidup lagi" Tanya Zell.


"Semua itu berkat kekuatan dari panglima Zemus, dia menggunakan sihir terlarangnya untuk membangkitkan tuan Argon, hidup tuan Argon" Ucap Monster itu.


"Cih dasar tidak berguna"


Mendengar penjelasan dari monster itu Zell pun terlihat tak senang dan langsung membunuh monster itu.


"Terimakasih para summoner, kalian telah menyelamatkan kami" Ucap penduduk itu sembari menggendong anak kecil.


"Sudah menjadi tugas kami untuk melindungi semua makhluk dari ancaman yang ada" Jawab Zell.


"Tapi maav, kami tidak bisa menyembuhkan luka-luka kalian karena kami bukan tipe healing" Ucap Zell kembali.


"Tidak apa-apa kami mengerti, sekali lagi terimakasih" Ucap penduduk itu.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong siapa itu Argon pak kepala?" Tanya Raven menimbrung perkataan mereka.


"Dia adalah monster di antara para monster, dia membawa mimpi buruk bagi semua orang, kekuatannya sungguh luar biasa, hanya orang itu yang dapat menghentikannya" Ucap Zell menjelaskan.


"Sehebat itukah dia?" Ucap Raven.


"Yah, aku punya firasat sebentar lagi akan ada peperangan besar yang terjadi, bersiaplah Raven" Ucap Zell.


"Sial, aku benci peperangan besar"


Mereka pun menggabungkan kekuatan untuk membuat kembali barrier yang telah hancur itu dan di lapisinya dengan kuat untuk mengartisipasi jikalau para monster itu kembali mengusik.


"Baiklah sepertinya kami harus segera melanjutkan perjalanan, jagalah diri kalian Masing-masing" Ucap Zell.


Mereka pun kini melanjutkan perjalanannya menuju ke tempat Evana berada.


***


Halaman Sekolah.


Sementara itu di tempat Aaron dan rekan-rekannya berada mereka terlihat masih menunggu Elena sang pelatih sementaranya yang tak kunjung datang juga.


"Hei kita menunggu sampai kapan sih?" Ucap Dandelion yang mulai bosan.


..Tap..tap...tap..


Suara langkah kaki mulai terdengar, dari dalam sekolahan terlihat sosok dari Elena yang sedang melangkah menuju murid-muridnya. Dia terus berjalan hingga kini telah berada di hadapan mereka semua.


"Hai semuanya, maaf sudah membuat kalian lama menunggu" Ucap Elena dengan mengibaskan rambut yang menutupi sebagian dari wajah cantiknya itu.


Statistik


Nama : Elena Sania


Umur : 23 Tahun


Tipe Sihir : Elemental


Status : Summoner


"Langsung saja sebelum kita mulai pelatihan ini aku akan sedikit menjelaskan tentang sihir" Ucap Elena.

__ADS_1


"Yah jadi sihir ini di bagi menjadi beberapa tipe. Dan yang paling umum di antaranya adalah sihir bertipekan elemental, yang mana pengguna sihir tipe ini mampu menciptakan sihir kuat dengan elemennya masing-masing seperti api, angin, petir, dan masih banyak lagi ragamnya. Kedua sihir bertipekan Alam, dimana pengguna dari sihir ini dapat dengan leluasa mengendalikan energi alam di sekitarnya ini termasuk salah satu sihir yang langka dan penggunanya pun sangat jarang di temukan. Ketiga tipe sihir support yang mana pengguna dapat melakukan berbagai macam sihir untuk mensupport rekannya. Dan yang terakhir adalah sihir hitam, sihir terlarang ini memungkinkan penggunanya untuk dapat mengeluarkan kekuatan-kekuatan supranatural yang kuat dan mematikan, akan tetapi resiko dari sihir ini adalah jika penggunanya tak mampu mengendalikannya maka pengguna itu akan di makan habis oleh sihirnya sendiri" Ucap Elena mencoba menjelaskan.


"Apa ada pertanyaan"


"Apakah sihir elemental ini harus ada perantaranya untuk bisa mengeluarkannya?" Tanya Firion sembari mengangkat tangan.


"Pertanyaan yang bagus, jawabannya tidak. Berbeda dengan sihir Alam, Sihir tipe elemental maupun sihir support tak perlu perantara untuk mengeluarkannya dengan catatan kalian butuh energi yang lebih untuk dapat mengeluarkannya" Jawab Elena.


"Apakah masih ada lagi pertanyaan sebelum kita mulai latihannya?" Ucapnya kembali.


Tak ada lagi yang bertanya, sepertinya setiap murid mendengarkan dengan baik tiap ucapan dari Elena, Dia pun kini melanjutkan pembicaraannya.


"Baiklah jika kalian sudah tidak bertanya lagi, aku akan menambahkan sedikit, aku yakin pasti kalian sudah tau akan tipe sihir yang ada di tubuh kalian masing-masing kan? Ya jika kalian telah mengeluarkan bola energi di alam legion maka bola energi itu akan aktif dan berubah menjadi sihir sesuai dari energi kalian dan apakah kalian sudah dapat menyimpulkan tipe sihir seperti apakah yang kalian miliki?" Ucap Elena.


"Yeah" Jawab semua murid secara kompak.


"Bagus dengan ini aku akan melatih kalian untuk mengembangkan sihir itu, mari kita mulai" Ucap Elena.


"Pertama aku minta pengguna sihir bertipekan elemental untuk maju 10 langkah di hadapanku" Ucap Elena.


Semua murid yang dirasa memiliki sihir elemental itu pun maju 10 langkah kedepan termasuk Aaron dan rekan-rekannya, namun terlihat Riona tidak ikut bersama mereka.


"Riona kenapa kamu tak ikut? jangan-jangan?" Ucap Aaron.


"Iya Aaron aku bukanlah tipe elemental melainkan tipe lain, tak apa berjuanglah Aaron, semangat" Ucap Riona.


Elena pun kini mulai mengeluarkan sebuah sihirnya yang bertipe elemental, dia mencontohkan latihannya dengan menciptakan racun yang berbentuk pedang di tangannya.


"Lihat, ini adalah pengembangan dari sihir itu sendiri, langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah mengeluarkan sihir kalian masing-masing dengan cara yang sama saat kalian mengeluarkan bola energi itu, lalu coba ubahlah menjadi sebuah pedang seperti ini, yah kalian juga harus dapat mengontrol besar kecilnya energi yang kalian keluarkan terhadap sihir itu sendiri. Tak mudah memang, tapi jika kalian sudah menguasainya kedepannya akan menjadi mudah untuk memanipulasi sihir kalian ke dalam wujud lain, jadi selamat mencoba" Ucap Elena menjelaskan.


Semua murid pun kini mulai mencobanya sesuai dengan instruksi dari Elena itu dan terlihat Aaron beserta


"Sekarang aku minta kalian yang bertipe kan sihir Alam untuk mundur 10 langkah ke belakang sekarang juga" Ucap Elena memerintahkan mereka.


Namun kelihatannya hanya dua orang saja yang mundur ke belakang mengingat memang sihir bertipekan alam sangat langka sekali, di antara ke dua orang itu terlihat Riona ikut mundur kebelakang.


Elena pun menghampiri mereka yang bertipe kan Alam dan mulai menginstruksi kan mereka untuk melatih sihirnya.


"Ya sedikit sekali ya di sini, baiklah langsung saja kita mulai. Untuk dapat memanfaatkan alam itu sendiri aku sudah mempersiapkan pepohonan di dekat kalian, kalian harus dapat menyerap energi dari pohon ini dan menyatukan energi itu sehingga kalian dapat dengan bebas mengendalikan pohon ini, berhubung ini bukanlah tipe sihirku aku tidak bisa mencontohkannya kepada kalian, jadi semangatlah" Ujar Elena.


Mereka berdua pun kini mencobanya dan terlihat Riona dengan mudahnya melakukan sesuai instruksi dari Elena.

__ADS_1


"Siapa sebenarnya orang ini dilihat dari caranya sepertinya dia sudah berpengalaman, apakah benar dia baru belajar?" Ucap Elena dalam hatinya.


__ADS_2