THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 28 - Sosok Misterius


__ADS_3

Gua Floren


Zemus beserta rombongan monsternya terlihat sedang melatih kekuatan fisiknya dengan saling melukai satu sama lain, ya latihan yang dilakukan oleh para monster itu memanglah brutal namun dengan latihan yang seperti itu para monster itu memiliki tubuh yang kuat. Aktifitas mereka pun terhenti setelah pandangan mereka teralihkan dengan dua orang berjubah yang mulai memasuki tempat persembunyiannya itu.


Langsung saja tanpa basa-basi mereka pun melancarkan serangan kepada dua orang itu.


"Wah.. wah sepertinya ada kelinci yang masuk ke sarang singa" Kata Zemus yang kini mulai mengepungnya bersama dengan para kelompoknya.


"Cih merepotkan saja, apa aku salah dengar! Harusnya segerombolan singa yang datang dengan sendirinya kepada sang pemburu" Ucap salah satu dari orang berjubah itu.


"Apa kau bilang! Dari bau ini mereka adalah para summoner! Apa yang akan kita lakukan, Zemus" Ucap Azen, pemimpin kaum siluman itu yang kini siap memangsa darah kedua orang itu.


"Bantai habis mereka, semuanya serang!" Teriak Zemus. Belum sempat mengeroyok mereka tak jauh dari sana terlihat sebuah energi yang kini membentuk sebuah lubang hitam yang menandakan bahwa Argon telah datang. Mereka yang melihat itu pun sontak langsung berlutut dihadapan sosok yang keluar dari lubang hitam tersebut.


"Khu..khu..khu akhirnya aku telah mendapatkan kembali kekuatanku.... Ah ada ribut-ribut apa ini" Ucap Argon yang kini melangkah menuju kerumunan itu dengan membawa sebuah pedang yang tak lain adalah pedang ragnarok itu.


"Tuan Argon, mereka telah menyusup dimarkas kita tuan. Ijinkan hamba untuk menyingkirkannya" Jawab Zemus.


"Benarkah begitu tuan-tuan? " Tanya Argon terhadap kedua orang berjubah itu. Melihat Argon telah datang itu sepertinya tujuan mereka telah terkabul dan langsung saja mereka berlutut dihadapan Argon.

__ADS_1


"Maafkan atas kelancangan kami tuan, kedatangan kami kesini adalah untuk menemui anda" Jawabnya.


"Jangan becanda kau? Jelas-jelas aku mencium bau membunuh saat kau kemari tadi" Kata Azen dengan penuh amarah.


"Sudah-sudah tenanglah para pengikutku, kau! Ada keperluan apa mencariku, kalau hanya ingin merusak moodku, akan ku bunuh" Kata Argon dengan wajah yang bersiap untuk membunuh mereka kapan saja. Melihat ekpresi dari Argon, semua pun dibuat ketakutan hingga mereka berdua pun menjelaskan tujuannya datang tersebut.


"Tuan, kami dengar bahwa Tuan telah bangkit kembali, ijinkan kami untuk menjadi pengikut anda" Mereka berdua pun kini berlutut dihadapan Argon.


"Khu..khu..khu apakah aku tidak salah dengar? Seorang summoner ingin berhianat dan memihak musuh alaminya" Kata Argon.


"Kami muak dengan mereka yang selalu memandang rendah kami dan tak pernah mengakui kekuatan kami" Ungkapnya, Ya mereka adalah mantan dari anggota Huntermonster yang sama seperti Riona. Sebenarnya mereka hanya iri dengan para anggota lain yang lebih kuat darinya dan selalu di pandang dihadapan summoner lain.


"Tuan Argon, jangan mempercayai mereka! Bisa saja mereka adalah mata-mata" Kata Zemus yang sedang mengungkapkan pendapatnya. Namun Argon pun membalas dengan mengangkatkan tangannya yang mengisyaratkan agar Zemus diam saja.


"Baik, Tuan kami siap membuktikan apapun. Bukti seperti apa yang Tuan mau? "


"Khu..khu..khu.. Bagus, bawakan kepadaku seseorang summoner ini kehadapanku sekarang juga" Ucap Argon, dia memperlihatkan wajah Aaron dengan sihirnya.


"Baik Tuan, akan kami laksanakan sesuai perintah" mereka pun kini mulai beranjak pergi, namun sebelum sempat pergi, Argon menghentikan langkah kedua summoner misterius itu sembari berucap sesuatu.

__ADS_1


"Tunggu dulu, akan aku beri sedikit kekuatanku sebagai hadiah untuk kalian"


"Terima kasih, Tuan Argon" Mereka pun langsung pergi dengan cepat.


"Apakah mereka bisa dipercaya tuan? " Tanya Azen.


"Diam!!! Keputusanku adalah mutlak. Aku ingin beristirahat sebentar, beritahu jika mereka telah berhasil membawanya kemari" Ucap Argon yang kini menuju singgasananya. Sepertinya ia masih memikirkan energi yang terasa menusuk tubuhnya saat sedang menyerap energi dipedang ragnarok.


"Sial, siapa sebenarnya bocah itu? Apakah energi itu berasal darinya? Khu..khu..khu ini menarik, menarik sekali! " Gumam Argon yang sepertinya menikmatu rasa sakit itu.


***


Alam Legion


Duar.. Duar.. Duar


"Hei Zero, latihan macam apa ini? Kau sungguhan menyerangku tahu" Ucap Aaron yang terlihat sedang mencoba menghindari serangan Zero.


"Bodoh, ini adalah cara satu-satunya agar kau cepat menguasai energi yang terserap itu" Teriak Zero.

__ADS_1


"Lawanlah kalau tidak ingin terluka" Zero pun mengumpulkan seluruh energinya dan bersiap melayangkannya kepada Aaron.


"Gawat, dia bersungguh-sungguh, aku harus melawannya" Ucap Aaron dalam hati.


__ADS_2