
"Khu..khu..khu aku sudah tidak sabar menantinya" Ucap Argon.
"Kau bodoh karena menyerang kami di saat bulan purnama, kekuatan kami terbuka penuh hahaha, sebelum kau mati ingat baik-baik namaku. Azen" Ucap Pemimpin dari kaum siluman itu yang kini berubah sempurna akibat dari pancaran bulan purnama.
Statistik
Nama : Azen
Kemampuan : Transform, Regenerasi
Status : Raja Siluman
"Khu...khu..khu jadi namamu Azen? Tak terlalu buruk" Ucap Argon sembari menyeringai.
Azen pun memulai serangannya dengan kecepatan penuh dia sukses mencabik-cabik tubuh Argon hingga terdapat luka goresan yang cukup fatal di sekujur tubuhnya.
Namun apa yang terjadi membuat Azen tak mempercayainya. Tubuh Argon yang terkena serangannya itu lambat laun terlihat beregenerasi kembali seolah tak terjadi apa-apa pada serangan Azen yang kuat itu.
"Khu..khu..khu kuat sekali seranganmu itu tapi sayang semua itu tak ada gunanya bagiku, mau mencobanya sekali lagi? "
Tantang Argon dengan penuh percaya diri itu.
"Cih.. Kau akan menyesal atas ucapanmu barusan dasar monster."
Azen pun kini mengaktifkan mode membunuhnya yang mana terlihat di tubuh pemimpin siluman itu di kelilingi dengan aura yang sangat menyeramkan, cakarnya yang tajam pun berubah menjadi merah dan di penuhi dengan aura hitam di sekelilingnya.
Serangannya kini dari kejauhan dan langsung menebaskan cakarnya yang kuat ke arah Argon dan dengan kagetnya Argon pun reflek menghindari serangannya tersebut, nyaris saja serangan itu mengenai tubuhnya.
"Hampir saja aku terkena serangan barusan, meskipun tubuhku bisa beregenerasi namun jika terkena serangan barusan pasti akan beresiko juga, aku harus berhati-hati terhadapnya" Ucap Argon di dalam hatinya.
Tak mau membuat celah, Azen menebaskan kembali cakarnya itu secara membabi buta dan sukses membuat Argon kualahan karena harus menghindari serangannya yang bertubi-tubi itu.
"Kenapa kau hanya menghindarinya saja apa aku sedikit berlebihan? " Ucap Azen.
__ADS_1
"Cih dia meremehkanku rupanya khu..khu..khu sebentar lagi akan kutunjukkan kepadamu serangan pembalasan" Ucap Argon dalam hati.
Argon pun terus menghindari serangannya itu namun serangan itu begitu cepat dan dia tak bisa menghindarinya karena itu dia memutuskan untuk menangkisnya dengan tangan monsternya, namun efek dari energi Azen dan Argon yang bertubrukan itu membuat ledakan kecil yang membuat tubuh Argon terpental lumayan jauh.
Belum sempat jatuh ke tanah, dari belakang tiba-tiba Azen menghampiri Argon dengan cepat dan memukul dengan kencang tepat di wajah Argon yang sombong itu dan lagi-lagi dia terpental sampai menubruk bebatuan besar di sana.
"Khu..khu..khu lumayan juga, tapi itu masih belum cukup untukku" Argon pun kini terlihat mulai berdiri kembali, dengan wajah yang penuh darah itu dia mencoba menantang Azen kembali.
"Apa sudah tidak ada lagi pertunjukan yang kau bawakan untukku?"
"Grrr..grrr akan ku tunjukkan sebuah pertunjukan terakhir yang membuatmu bisa beristirahat dengan tenang!" Ucap Azen yang kini sudah kesal di buatnya.
"Aku tidak sabar untuk menantinya khu..khu..khu" Ucap Argon.
Azen pun kini menciptakan 3 bayangan di sekelilingnya dan dengan cepat melaju ke Arah Argon untuk mengeksekusinya. Saking cepatnya, Argon pun tak dapat melihat apa-apa selain tubuhnya yang kini mulai muncul bekas-bekas goresan yang fatal dan tiada henti.
Regenerasi dari tubuh Argon pun tak mampu mengimbangi serangannya dan sebelum hal buruk terjadi padanya dia memutuskan untuk mengeluarkan kekuatan andalannya itu.
Segel sihir pun keluar dari tubuh Argon dan Azen pun terpental karenanya, Argon kini menciptakan kabut transparan yang mana kini memenuhi area tersebut, tanpa di sadari semua yang ada di situ menghirup semua kabut itu hingga menghilang.
"Ayo maju lagi kalau berani khu..khu..khu" Tantang Argon.
"Dasar kau berani-beraninya meremehkan ku akan ku kirim kau ke neraka sekarang juga"
Azen pun kembali mengulangi serangannya barusan namun hal buruk terjadi pada tubuh Azen. Serangan yang di layangkannya tidak mempan sama sekali melainkan berbalik ke tubuh Azen sendiri.
Azen pun langsung tercabik-cabik akibat serangannya sendiri dan dia kini jatuh tersungkur dan tak berdaya.
Melihat pemimpinnya yang telah tumbang itu para anak buah Azen terlihat tidak terima di buatnya dan kini mulai membalas untuk menyerang Argon.
"Berani-beraninya dia menyerang ketua Azen, ayo kita serang bersama-sama dan menghabisi makhluk sombong itu" Ucap para anak buah kaum siluman itu yang kini berubah wujud dan berlari untuk menyerang Argon.
Namun belum sempat mereka menyerangnya Azen pun terlihat bangkit kembali dan menghentikan serangan anak buahnya itu.
__ADS_1
"Sudah cukup. Dia bukanlah tandingan kita kalian tidak akan bisa mengalahkannya" Ucap Azen.
"Tapi ketua, dia telah melakukan ini semua kepadamu" Ucap salah satu dari anak buahnya itu.
"Sudahlah tak ada gunanya melawannya yang ada kalian akan habis di buat olehnya" Ucap Azen yang kini menyadari perbedaan kekuatan Argon.
"Khu..khu..khu kau sudah sadar rupanya, sekarang bagaimana dengan penawaranku tadi! " Ucap Argon.
"Baiklah aku akan bersedia menjadi bawahanmu tuan Argon. Dengarlah kalian semua, sekarang dialah pemimpin kita untuk kedepanya" Ucap Azen kepada para anak buahnya.
"Bagus jika kalian tunduk kepadaku aku akan menjamin nyawa kalian tetap utuh di tubuh kalian tunduklah di hadapanku wahai para siluman" Ucap Argon.
Mereka pun seketika langsung tunduk kepada Argon, dengan ini Argon pun mulai menambah aliansinya untuk peperangan dengan para summoner.
********
Pagi ini terlihat sangat cerah sekali, udara yang segar pun mengiringi hawa sejuk ini, tak kalah suara-suara burung yang bersautan itu seolah melantunkan lagu yang sungguh membuat damai sekali hari ini. Ingin ku nikmati suasana seperti ini namun seketika semua itu buyar saat sebuah hembusan nafas mengenai wajah ku dan membautku sadar bahwa semua itu hanyalah mimpi.
"Hei..hei Aaron bangun katanya kamu mau mengajakku untuk bersekolah" Ucap Riona sembari menggoyang-goyangkan tubuh Aaron.
Dengan mata yang masih terpejam itu, Aaron pun mencoba membuka kedua matanya. Paras cantik dari Riona pun terlihat di hadapannya yang sukses membuat Aaron kaget dan langsung bangkit tari tidur pulasnya.
"Ehh.. Riona, ada apa pagi-pagi sudah membangunkanku? " Ucap Aaron.
"Kau kan sudah janji ingin mengajakku pergi ke sekolahan Aaron" Ucap Riona.
"Benar juga!! Tunggu dulu aku harus mandi dan bersiap-siap dahulu" Ucap Aaron.
Setelah selesai semua kegiatan di rumahnya itu, mereka pun kini beranjak ke sekolahan.
"Hei Riona, sebelumnya ini bukanlah sekolahan seperti pada umumnya jadi maaf kalau kamu nanti terlihat tidak menyukainya" Ucap Aaron.
Riona pun hanya terdiam dan tak membalas ucapannya barusan. Dengan ekpresi yang seperti itu Aaron pun merasa canggung akan situasi ini dan dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya sampai tiba di sekolahannya itu.
__ADS_1