THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 15 - Kaulah Tempatku Pulang


__ADS_3

Rumah Zell.


Tok.. tok.. tok..


"Dek, kakak pulang nih" Ucap Aaron.


Tak lama setelah mengetuk pintu, akhirnya pintu itu di buka kan oleh seorang anak kecil yang sepertinya telah menanti kehadirannya.


"Kakak kenapa lama sekali sih pulangnya?" Ucap Adik Aaron.


"Hehe maaf ya dek, banyak latihan yang harus aku selesaikan soalnya" Ucap Aaron.


"Hmm kakak menyebalkan, eh.. Siapa kakak cantik yang ada di samping kakak itu?" Tanya Adik Aaron penasaran.


"Kita lanjutkan di dalam saja ya dek obrolannya" Jawab Aaron.


"Tidak mau, kakak harus menjawab dulucpertanyaanku."


"Duh bikin kesal saja sih" Ucap Aaron dalam hati.


"Biar aku saja yang menjawab, perkenalkan nama kakak adalah Riona. Teman sekolah Aaron, Bolehkah kami berdua masuk adek manis?" Ucap Riona dengan lembut.


"Iy..yaa kakak" Ucap Adik Aaron yang kini meleleh dengan ucapan lembut dari Riona.


Mereka pun kini mulai memasuki rumah dan menuju ke ruang tamu. Sementara itu Aaron terlihat sedang membuatkan minuman untuk mereka.


"Kalian minumlah terlebih dahulu, aku akan menyalakan tv dan mengambil makanan dulu" Ucap Aaron sambil menyalakan tv.


...Bipz..


'Breaking News hari ini, sebuah desa kecil di Ethar mendadak semua penduduknya mati serentak, di duga penyebab dari insiden ini adalah serangan dari para monster. Untuk itu kami harap kepada kalian semua untuk selalu siaga dan tingkatkan keamanan untuk tempat tinggal kalian masing-masing. Sekian berita hari ini.'


"Makanannya sudah siap mari kita makan dan berbincang-bincang sebentar, lho kok pada diam saja begitu" Ucap Aaron.


"Ga..gawat kak, barusan di tv di beritakan bahwa ada serangan monster di sebuah desa. A..aku takut kalau monster itu bakal kemari hik.. hik" Ucap Adek Aaron yang kini mulai menangis.


"Tenanglah dulu dek, mungkin saja berita itu tidak benar jadi jangan panik terlebih dahulu ya, ada kakak disini" Ucap Aaron yang mencoba menenangkan sang adik.


"Sebenarnya berita itu benar adanya" Ucap Riona menyela perkataan mereka.


"Apa? Kenapa kamu bisa begitu yakin soal itu Riona? " Tanya Aaron.


"Iya, sebenarnya yang sedang di beritakan itu adalah desa tempat tinggalku, saat itu aku sedang keluar sebentar untuk menemui nenek di luar kota. Tapi saat aku kembali pemandangan itu pun terlihat di mataku, para monster telah membantai semua orang di desaku saat semua sedang terlelap tidur dan saat itu juga aku langsung melarikan diri dari tempat itu, dan saat aku tak tahu harus kemana tiba-tiba saja aku melewati hutan itu dan tak sengaja bertemu dengan mu Aaron" Ucap Riona yang kini mulai terlihat sedih.

__ADS_1


"Jadi begitu ya ceritanya, kami turut berduka atas insiden itu, sekarang tak apa aku berjanji akan melindungi kalian semua" Ucap Aaron mencoba menenangkan Riona dan adiknya.


"Terimakasih untuk semuanya, Aaron" Ucap Riona.


"Yeah sepertinya sudah malam, ayo kita segera habiskan makanan kita sebelum beranjak tidur" Ucap Aaron.


"Iya terimakasih banyak Aaron" Ucap Riona.


"Sama-sama Riona, kau juga dek... Eh sudah tidur?" Kata Aaron yang kini melihat sang Adik sudah tertidur pulas.


"Aku akan membawanya ke tempat tidur dulu kamu lanjutkan saja makannya" Ucap Aaron.


Angguk.. angguk..


Setelah menghabiskan makanan kini mereka beranjak untuk tidur.


"Disini kau bisa tidur Riona, pakai saja tempat tidurku. Aku akan tidur di ruang tamu" Ucap Aaron.


"Apa tidak masalah, harusnya aku yang tidur di ruang tamu" Ucap Riona.


"Aku kan sudah berjanji akan melindungi kalian semua jadi aku harus tidur di sini sambil berjaga kalau-lalau ada sesuatu yang terjadi" Ucap Aaron.


"Tapi ron.. " Ucap Riona.


"Baik, sekarang aku juga akan selalu di sampingmu karena mulai sekarang kau lah tempatku pulang, Aaron" Senyum dari Riona sukses membuat wajah Aaron memerah.


"Hei sudahlah ayo kita iatirahat dan tidur" Ucap Aaron yang mencoba menyembunyikan wajah merahnya itu.


***


Disekolahan tepat di ruangan Zell


"Gawat... gawat pak kepala! Apakah bapak melihat berita barusan di tv?" Ucap Evana terlihat terengah-engah setelah berlari dari ruangannya nenuju ketempat Zell.


"Yeah aku melihatnya, tak salah lagi mereka adalah para monster bawahan Zemus. Tak kusangka mereka sudah mulai bergerak secepat ini, lalu dimana Raven! " Ucap Zell.


"Dia sedang menyelidiki kasus ini, saya mendengar laporan dari Raven bahwa mereka sedang mencari suatu pedang" Ucap Evana.


"Pedang, mungkinkah..? " Zell pun terkejut.


"Iya pak tak salah lagi... pedang Ragnarok" Ucap Evana.


"Tapi bagaimana bisa mereka masuk ke pemukiman padahal setiap desa sudah ada barrier untuk melindunginya" Ucap Zell.

__ADS_1


"Saya kurang paham pak, yang jelas sekarang Raven sedang menyelidikinya" Ucap Evana.


"Sial.." Ucap Zell.


***


Gua Floren, Persembunyian Para Monster


Sementara itu di sebuah gua floren yang letaknya sangat tersembunyi itu terlihat segerombolan monster sedang berdiskusi.


"Bagaimana sudah ada tanda-tanda dari pedang itu" Ucap Zemus yang sedang kesal.


"Belum tuan, kami belum berhasil menemukan keberadaan dari pedang ragnarok itu" Ucap salah satu monster itu yang sedang menunduk di hadapan Zemus.


"Lantas kenapa kalian sudah kembali kesini, cepat cari dan jangan kembali sampai kalian menemukannya" Ucap Zemua yang terlihat marah itu.


"Baiklah tuan, kami akan melanjutkan pencarian ini kembali"


"Cepat pergi dan kasih kabar baik segera" Ucap Zemus.


Pasukan monster pun kini kembali melanjutkan pencarian atas pedang ragnarok itu sementara Zemus masih menunggu kepulangan dari tuannya yakni Argon.


"Sebenarnya engkau dimana tuan Argon, kami tidak bisa bergerak bebas karena para summoner brengsek itu" Ucap Zemus dalam hati.


***


Sementara itu di suatu tempat terlihat Argon sedang memandangi langit malam yang mana saat itu sedang terjadi bulan purnama. Seketika itu di pikiran Argon terlintas pikiran dimana ada sebuah kaum yang dapat memanfaatkan bulan purnama dengan sangat baik.


Dengan mantranya yang dapat berpindah tempat sesuai keinginannya itu, dia mencoba menemui para kaum itu untuk memastikan sesuatu.


Dia pun mulai bergerak dan sepertinya kini telah sampai di tempat persembunyian kaum itu. Namun sepertinya kedatangannya itu telah di hadang oleh segerombolan para kaum itu.


"Aku sangat suka aura khas membunuh dari kaum ini khu..khu..khu" Ucap Argon sambil melihat di sekitaran.


Terlihat salah satu dari kaum itu melangkah dan menghampiri Argon.


"Apa yang kau lakukan di teritoriku ini? " Ucapnya yang sepertinya adalah pemimpin kaum itu.


"Khu..khu..khu tentu saja untuk mengajak kalian para kaum siluman untuk tunduk di hadapanku" Ucap Argon dengan lantang.


"Berani-beraninya kau grrh..grrh"


Rupanya tanpa pikir panjang pemimpin kaum itu berubah menjadi srigala yang sangat haus darah.

__ADS_1


"Akan ku cabik-cabik kau sampai menjadi tak tersisa" Ucapnya sembari bersiap untuk menyerangnya.


__ADS_2