
"Suara apa ini? Apa yang terjadi dengan laut itu?" ''Siapapun tolong aku'' Ucap Xena dengan ketakutan melihat apa yang terjadi pada lautan itu.
Lambat laun tonjolan air itu mulai berjatuhan ke bawah dan terlihat sebuah silluet bayangan yang besar ada di dalamnya. Seolah akan ada makhluk besar yang bangkit dari lautan itu. Dan benar saja kini sosoknya mulai terlihat sempurna dan dengan wajah yang garang dan aura membunuh itu sukses membuat tubuh Xena membeku saking takutnya.
"Ah apa yang dilakukan gadis imut sepertimu ditempat ini?" Tanya sosok itu sembari melihat Xena dengan tatapannya yang tajam.
"Si..apa kamu! A..pa yang kau mau dariku?" Tanya Xena, ucapannya menandakan bahwa dirinya sangat takut sekali dengannya.
"Aku adalah Fang, aku tak menginginkan apa-apa darimu. Yang ada kau yang ingin menjadikanku sebagai Guardian Forcemu kan?" Jawab Fang dengan tajam dan tepat.
Statistik.
Nama : Fang
Kemampuan : ????
Status : Guardian Force
Wujud : Serigala Kuno Dengan Pulau Kecil Dipundaknya
"Bagaimana kamu bisa tahu tujuanku kemari untuk itu?" Ucap Xena, dia sangat terkejut dengan ucapan Fang.
"Semua yang berpijak di tanahku ini aku bisa tahu isi hati mereka, jangan takut aku tidak akan menuntut apa-apa darimu. Kau cuma harus membuktikan bahwa dirimu memang layak untuk menjadi summoner sekaligus patner dari sang alam itu sendiri" Ucap Fang.
Dengan mencoba memberanikan diri, Akhirnya Xena pun mulai membiasakan dirinya dengan wajah dari makhluk yang ada di hadapanya itu.
"Baiklah aku akan terima syarat itu jadi apa yang harus ku lakukan untuk bisa membuktikannya padamu?" Tanya Xena.
"Hm baiklah kalau begitu. Beriaplah untuk melawan rasa takut di dalam jiwamu" Ucap Fang.
"Apa maksud dari.."
Xena yang belum selesai bicara itu terlihat kaget karena Fang yang ada di hadapannya itu lambat laun mulai menghilang dan berganti dengan kabut pekat yang mengelilingi tempat itu.
Xena yang terkena kabut itu pun sepertinya tak merasakan ancaman apa-apa... Sampai pemandangan yang tak mengenakkan hati pun kini terlihat mulai menghantuinya.
"Xena? Apa itu kamu nak?" Terlihat dua buah silluet yang ada di depan Xena kini mulai terlihat setelah kabut itu perlahan menghilang.
"Ya tuhan, kami sangat merindukanmu nak" Ucap seseorang yang terlihat lebih pendek dari orang yang berbicara sebelumnya.
Melihat mereka berdua, Xena pun langsung meneteskan kedua air matanya seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat di hadapannya itu.
"Ayah, i...ibu! Kenapa kalian meninggalkanku sendirian? Aku kangen sekali sama kalian" Ucap Xena yang kini mulai berjalan ke arah orang tuanya dan memeluk mereka dengan erat.
"Iya nak, Maafkan kami karena tidak bisa menemanimu lagi. Kau sudah tumbuh besar ya nak." Ucap sang Ayah. Kini Xena telah hanyut kedalam situasi itu.
__ADS_1
Tiba-tiba saja suasana itu berubah saat kedua orangtuanya mendorong Xena dengan kencang dan terlihat sesosok monster datang menghampiri mereka dan membunuh kedua orang tuanya di hadapannya itu.
Xena yang tak kuat dengan pemandangan itu pun langsung berteriak keras dan menutup kedua matanya sembari menangis.
"Ayah, ibu!!! Tidak!!!"
Xena pun tak kuat melihatnya dan terus memejamkan matanya. Setelah beberapa saat kemudian kedengarannya suasana kembali sunyi dan Xena yang masih menangis itu pun mencoba membuka matanya secara perlahan.
Akan tetapi bukan mayat kedua orangtuanya yang terlihat melainkan sapaan dari kedua orang tuanya untuk Xena.
"Xena, apakah itu kamu nak?"
"Kami sangat merindukamu nak."
Xena pun di buatnya menangis kembali oleh pemandangan itu dan lagi-lagi mencoba untuk memeluk mereka dengan eratnya.
"Ayah, ibu tolong jangan pergi lagi! Aku tak ingin sendirian" Ucap Xena yang kini lega melihat mereka tidak kenapa-kenapa.
Namun kejadian yang sama pun terulang kembali, Xena di dorongnya dengan keras dan seketika Sesosok monster pun menghampiri mereka kembali dan lagi-lagi membunuh orangtuanya.
Xena yang melihat kejadian itu lagi-lagi menangis di buatnya dan mencoba untuk menutup kedua matanya.
"Tolong hentikan ini semua! Aku tak tahan melihat ini semua hik..hik..hik" Ucap Xena sembari menangis.
Suasana pun kembali sunyi. Kali ini dia tak mau lagi membuka matanya karena takut pemandangan yang sama pun terulang kembali.
Dia pun mencoba untuk menenangkan suasana hatinya sambil berfikir kembali maksud dari perkataan Fang tadi. Setelah lama berfikir akhirnya Xena menyadari sesuatu dan kini mencoba untuk membuka matanya kembali.
Dan lagi-lagi sebuah pemandangan yang sama pun terjadi. Xena pun memeluk kedua orang tuanya. Dan di saat monster itu datang kembali, sebelum kedua orang tuanya mendorongnya dengan keras, dengan cepat dia beranjak dan melepaskan pelukan mereka sembari menghampiri monster itu.
Dengan penuh amarah Xena pun mengeluarkan bola energi nya dan seketika bola energi itu berubah menjadi tombak es yang siap menusuk siapa saja di hadapannya.
"Rasakan ini monster bodoh" Dengan keberaniannya, Xena pun sukses menusuk monster itu tepat ke jantungnya.
Suasana hatinya menjadi lega setelah berhasil mengalahkan monster itu dan lambat laun monster itu lenyap bersama dengan kedua orang tuanya.
"Nak, terimakasih kau telah menolong kami" Ucap kedua orang tuanya.
"Janganlah tangisi kami lagi karena kami sudah tenang disini nak. Teruslah melangkah karena jalan yang kau tempuh kini tak akan mudah. Percayalah pada isi hatimu. Karena kami selalu ada di dalam hatimu dan selalu menyayangi mu Xena" Ucap kedua orang tuanya.
Xena yang masih berlinang air mata pun kini melihat kedua orangtuanya yang mulai lenyap dari hadapannya. Dia hanya terdiam dan tersenyum melihat kedua orangtuanya yang kini telah lenyap di pandangannya.
"Iya pasti.. Ayah, ibu" Ucap Xena sambil mengusap air matanya itu.
Kini sosok Fang pun mulai muncul kembali dan melayangkan sebuah senyum di balik wajahnya yang garang itu kepada Xena.
__ADS_1
"Kau telah berhasil membuktikannya padaku gadis manis, kini aku tak perlu ragu lagi kepadamu. Kemarilah kita buat kontrak untuk bisa saling terhubung" Ucap Fang.
"Panggil saja aku Xena, dan satu lagi kau tidak cocok tau kalau tersenyum dengan wajah seperti itu hihihi" Ucapnya sedikit menggoda Fang.
"Ha.ha.ha kau bisa saja menggodaku. Nama yang bagus untuk gadis manis sepertimu. Oh dan kau juga tak pantas jika menangis terus seperti itu" Ucap Fang yang juga terlihat menggoda Xena.
Mereka pun tertawa bersama dalam sebuah candaan dan kini mulai membuat segel kontrak. Akhirnya semua telah berhasil melakukan segel kontrak. Dan suara Raven pun kini terdengar di dalam hati mereka.
******
Di tempat Raven berada terlihat ia sedang merapalkan segel untuk membuka gerbang penghubung dunia manusia dan dunia Guardian Force itu.
"Aku bisa merasakan kalau kalian telah berhasil melakukan kontrak dengan guardian force kalian. Sebentar lagi di depan kalian akan muncul sebuah dimensi untuk kembali ke dunia manusia jadi masuklah kedalamnya" Ucap Raven dengan telepatinya yang terhubung Ke Aaron, Xena, Firion, danDandelion itu. Setelah Raven berhasil merasakan keberadaan mereka semua kini dia mulai menempatkan dimensi penghubung itu ke tiga titik dimana mereka berada.
********
Di tempat Firion berada di daerah kekuasaan Tigrel terlihat mereka berdua sedang asik berlatih, tiba-tiba sebuah lubang dimensi muncul.
"Ah sudah waktunya ya kau kembali. Firion" Ucap Tigrel.
"Yeah, Raven telah memanggil kami kembali." Ucap Firion.
"Senang bisa berlatih dengan mu Firion" Kata Tigrel sembari mengepalkan tangannya kepada Firion.
"Yah senang bisa berlatih denganmu juga Patner, aku akan merindukanmu" Ucap Firion sembari tersenyum dan mulai memasuki dimensi itu.
******
Sementara itu di tempat Aaron dan Dandelion di daerah kekuasaan Xandria juga terlihat sebuah lubang dimensi muncul di hadapan mereka.
"Apa ini? Jangan-jangan Argon kembali karena ada barang yang tertinggal" Ucap Dandelion.
"Dasar kamu ini apakah kamu tidak mendengar suara dari Raven tadi dia mencoba bertelepati dengan kita tadi" Ucap Aaron.
"Sudah cepat pergi sana aku mau istirahat, gara-gara kalian tidurku berkurang" Ucap Xandria yang kini mulutnya mulai menguap.
"Hei bocah, teruslah bertambah hebat agar aku tak repot-repot melindungi mu." Ucap Zero malu-malu.
"Yeah, kita akan bertemu lagi Zero dan saat pertemuan kita yang ke dua aku pasti akan jadi lebih kuat lagi. Aku pergi dulu ya Zero" Ucap Aaron sembari memasuki lubang dimensi itu.
"Hei Aaron tunggu aku dong! .. Oh iya Xandria kita akan bertemu lagi jadi Ingat wajahku ya" Sambil melambaikan tangan kini Dandelion perlahan juga memasuki lubang itu.
"Aku harap tidak" Ucap Xandria dengan kesal.
"Yah kalau begitu aku juga harus pergi dulu, karena udara disini sangat kotor" Ucap Zero sembari mengepakkan sayapnya dan terbang meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Hei Zero! Urusan kita belum selesai tau!!"
Ucap Xandria.