THE SUMMONER

THE SUMMONER
Ch. 34 - Kota Soul Heaven


__ADS_3

Setelah Riona menceritakan semua kejadian itu kepada Aaron, dia seolah tidak percaya akan cerita Riona tersebut, tapi apa daya dengan tubuh yang telah cukup lelah itu ia tanpa sengaja tertidur pulas saat itu juga.


Pagi hari pun tiba, seperti biasa mereka melakukan aktivitas seperti biasanya di Academy Summoner, mereka pun melakukan latihan demi latihan seperti biasanya, tidak terasa hari demi hari mereka telah menjalani latihan dan perkembangannya pun juga begitu pesat sampai akhirnya mereka telah resmi menjadi seorang summoner dan siap bertempur melawan musuh kapan saja.


Sebagai persiapan yang matang, pak kepala Zell pun menyuruh mereka bagi yang memerlukan senjata pendukung dapat pergi ke kota Soul Heaven untuk memilih beberapa senjata yang cukup unik-unik disana. Atas ijin dari pak kepala langsung, mereka yang suka bertarung dengan senjata pun langsung menuju ke kota itu dengan di pandu oleh Raven langsung, tak terkecuali Aaron beserta rombongannya yang ikut kesana bersama.


Soul Heaven


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, langkah mereka pun terhenti setelah sebuah gerbang bertuliskan Soul Heaven terlihat didepan. Tanpa basa-basi Raven menyuruh memasuki kota itu. Di dalam Raven meminta para muridnya untuk bebas berkeliling dan mencari senjata sesuai keinginan. Aaron beserta kawan-kawannya pun mulai melihat-lihat dan benar saja hampir di setiap rumah itu memproduksi senjata-senjata berkualitas.


"Ah permisi paman, adakah senjata yang cocok buat kami?" Tanya Aaron kepada seseorang pandai besi, mendengar pertanyaan Aaron barusan, paman itu melihat tubuh Aaron mulai dari kaki hingga kepala setelahnya dia mengambil sebuah pedang berwarna hitam kemerah-merahan dan menyerahkannya kepada Aaron.


"Anak muda! Pedang ini sangat cocok dengan fisikmu, mungkin awalnya susah, tapi dengan latihan yang berkala kau akan menguasainya." Ucap paman pandai besi itu, melihat hal itu Xena pun juga mau di berikan senjata yang sesuai untuknya.


"Paman? Bagaimana denganku?" Tanya Xena.

__ADS_1


"Aku juga paman." Sahut Dandelion.


"Hohoho tenanglah, kalian semua akan aku beri senjata terbagus yang pernah kubuat." Paman itu pun kini masuk dan menyeret sebuah peti besar. Setelah dibuka isinya tak lain adalah senjata-senjata yang sepertinya ia simpan sebelumnya.


"Ini gadis manis dan pemuda crewet, kalian layak memakai senjata ini." Ucapnya memberikan sebuah pistol untuk Xena dan tombak berlapis emas untuk Dandelion.


"Hey aku tidak secrewet yang paman kira tahu." Ucapannya pun membuat Xena menyikut tubuh Dandelion.


"Kau itu bukanya berterima kasih malah tidak tahu diri, anu.. Terima kasih paman." Ucap Xena sembari menunduk dan di ikuti Dandelion.


"Terima kasih banyak paman, aku akan menggunakannya dengan baik" Ucap Riona.


"Dan kau pemuda seram, sepertinya tubuhmu kuat, ini terimalah sarung tangan besi." Firion pun menerimanya.


"Apakah aku seseram itu di mata paman?" Mendengar itu sontak mereka pun mencoba menahan tawa.

__ADS_1


"Kalau begitu terima kasih banyak paman atas pemberian anda, kalau begitu kami mohon pamit dulu." Kata Aaron, mereka pun beranjak pergi menemui Raven untuk memberi tahu bahwa mereka telah mendapatkan senjata. Saat paman pandai besi itu membereskan petinya dia terkejut karena Riona madih berada di hadapannya.


"Lho kenapa tidak pergi bersama kawan-kawanmu?"


"Maaf paman, bisa tanya sebentar? Sebenarnya dari tadi aku merasakan aura dari mantan rekanku dahulu, apa benar disini ada orqng bernama Richard?" Tanya Riona.


"Hmm Richard! Ya belum lama ini dia pernah berkunjung kemari dan menginap sebentar di kota ini, tapi maaf gadis muda sepertinya dia telah pergi dari kota ini tiga hari yang lalu." Jelas paman itu.


"Begitu ya, terimakasih paman sudah memberitahu, saya mohon pamit." Kata Riona kini beranjak menyusul Aaron.


"Apakah dia sudah pergi?" Kata seseorang di dalam rumah paman pandai besi itu.


"Yeah sesuai katamu aku sudah memberitahu kepadanya sesuai katamu."


"Terimakasih, paman" Ucap seseorang itu yang kini wajahnya terlihat, ya dia adalah Richard yang Riona maksud barusan.

__ADS_1


__ADS_2