
Semua canda tawa mereka itu seketika terhenti ketika Firion mengucapkan sebuah kata-kata.
"Hey dari pada itu apakah kalian tidak khawatir dengan yang di ucapkan Bu Eva barusan?" Kata Firion yang masih berfikir keras dengan ucapan Evana tadi.
"Iya juga kalau di pikir-pikir apa maksutnya dengan latihan ini menyangkut hidup dan mati" Ucap Dandelion.
"Kelihatannya terdengar tidak bagus" Seperti biasa Xena yang penuh expresif itu kini menampakkan ekpresi takut.
"Yeah, apapun itu bukannya kita harus segera mempersiapkan diri untuknya?" Sahut Aaron yang ingin menyemangati mereka semua.
"Kali ini kau ada benarnya juga ya" Dandelion membalas perkataan Aaron dengan pujian.
***
Setelah satu jam mereka beristirahat kelihatannya mereka sudah saling dekat satu sama lain. Kini mereka telah mempersiapkan diri untuk melaksanakan latihan tahap selanjutnya itu. Evana pun juga sudah datang untuk menjemput mereka dan kini waktunya mereka akan tiba di pelatihan tahap selanjutnya.
"Semuanya ikuti aku! Kita akan segera menuju tempat latihan selanjutnya" Ucap Evana dengan ekpresi serius.
Dengan penuh ketegangan, mereka menurut dan mengikuti langkah Evana hingga menuju ke sebuah ruangan yang sangat luas namun hampa. Saat mereka memasukinya terlihat hanya ada seseorang berjubah yang telah berdiri dan berdiam dihadapan mereka itu.
Selain itu dibelakangnya juga ada sebuah pintu besar yang di rantai kuat, Bisa dikatakan pintu itu besarnya sampai 10 kaki dengan rapalan-rapalan segel yang mengelilinginya.
__ADS_1
"Nah semuanya sebentar lagi kita akan menjalani latihan tahap ke tiga yaitu pembuatan kontrak dengan Guardian force kalian masing-masing. Jadi disini sudah ada seseorang yang akan membimbing kalian ke tahap selanjutnya" Evana mencoba menyingkat penjelasan.
"Rav, aku serahkan sisanya padamu, Oke?" Ucap Evana sembari melambaikan tangannya kepada sosok berjubah itu dan kini dia pergi begitu saja meninggalkan semua muridnya.
"Yah kau bisa mengandalkanku" Jawab seseorang berjubah penjaga ruangan itu.
Kini Evana meninggalkan tempat itu untuk melaporkan hasil latihan sebelumnya kepada pak kepala sekolah.
"Baiklah kalian semua, perkenalkan nama saya Raven. Saya yang akan membimbing kalian untuk kedepannya" Seseorang berjubah yang ternyata bernama Raven itu terlihat mulai membuka jubahnya.
Statistik.
Nama : Raven
Tipe sihir : Sihir Alam
Status : Summoner
"Kyaa ada cogan lagi. Uhh Xena suka sekali dengan pemandangan ini" Xena yang dari tadi sepertinya takut kini berubah menjadi bersemangat.
"Hehe pujiannya nanti saja ya. Sampai dimana kita tadi? Oh iya aku akan menjelaskan sedikit, jadi disini saya akan mengirim kalian ke sebuah pintu yang ada di belakangku ini dengan segel yang akan ku ucapkan. Setelah aku buka segel dari pintu ini, aku minta kalian masuklah kedalamnya. Jangan takut pintu itu akan membawa kalian ke tempat yang seharusnya kok" Raven berusaha menjelaskan semuanya dengan teliti agar mereka mengikuti instruksinya dengan benar.
__ADS_1
"Bolehkah saya bertanya? Apa yang terjadi pada kami setelah kami masuk?" Aaron pun menyela penjelasan dari Raven.
"Yah setelah kalian masuk kalian akan menuju ke sebuah tempat yang bernama Legion, itu adalah alam para Guardian Force" Jawab Raven.
"Perlu di ingat! Kalian tidak akan bersama-sama setelah masuk, karena tanda yang ada di tubuh kalian itu akan membawa kalian ke tempatnya masing-masing"
"Oh satu lagi, setiap Guardian Force memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda beda. Jadi kalian harus bisa membuat kontrak dengan mereka agar bisa keluar dari sini, jika tidak.... kalian akan mati" Kata Raven dengan serius. Perkataanya barusan sontak membuat mereka semua merinding.
"Dari sini apakah ada yang akan mundur dan pulang?" Kata Raven sebelum membukakan gerbang pintu itu.
"Tidak! Kami sudah berjuang sampai sejauh ini. Apapun resikonya akan kami hadapi mulai hari ini" Jawab Aaron mencoba bersikap profesional.
"Yeah lagian aku audah pernah hampir mati sebelumnya, jadi tidak apa-apa jika dibanding dengan yang ini" Ucap Firion.
"Hmm oke kalau begitu, Aku suka semangat kalian. Bagaimana dengan kalian berdua?" Tanya Raven menunjuk pada Dandelion dan Xena.
"Eh, kalo aku jujur saja sebenarnya takut, tapi aku sudah tidak bisa mundur lagi. Aku tak ingin kejadian di masalalu terus menghantuiku, jadi aku harus berusaha dan melindungi orang yang aku cintai dari bahaya yang mengancam" Jawab Xena yang terlihat mengingat kembali masalalunya itu.
"Tak usah kau tanya lagi kepadaku. GO!!" Jawab Dandelion kepada Raven.
"Oke kalau begitu, bersiap-siaplah kalian semua aku akan segera membuka segel pintu ini" Raven pun mulai meramalkan sebuah mantra yang di ucapkan untuk membuka pintu yang tersegel itu.
__ADS_1
Dengan ekpresi yang penuh ketegangan mereka menantikan sesuatu yang ada di balik pintu itu dan berharap kalau semua akan baik-baik saja.