
"Huft soal itu nanti saja dibahas yang terpenting adalah soal makhluk bernama Argon itu sendiri" Kata Zell kini mulai mengajak untuk berdiskusi secara serius.
"Saat itu apa yang dikatakan sosok yang mengaku bernama Argon itu? " Sahut Evana.
"Aku tak begitu mengingatnya... Ah iya dia berkata akan datang kembali dengan membawa sebuah pertarungan yang hebat" Ucap Aaron, Dia sepertinya tidak begitu mempedulikan ucapan Argon waktu itu karena tidak mengenal siapa masalalu dari sang mimpi buruk itu.
"Hey jangan lupa wajahnya yang begitu jelek serta tangannya yang berwarna merah seperti iblis itu ron, benar-benar sok jagoan orang itu begitu datang langsung berkata semaunya sendiri" Sahut Dandelion, dia pun juga menganggap remeh sosok Argon yang waktu itu datang dihadapan mereka.
"Tidak salah lagi, dia adalah Argon sang raja para monster. Cih.. Kita harus segera menjadikan kalian semua lebih kuat lagi, kita tak tahu kapan dia akan kembali dan menyerang, kita harus bersiap saat itu tiba" Ucap Zell dengan sangat serius, wajahnya begitu tegang dan belum pernah Aaron melihat wajah dari pamannya yang seperti itu.
"Sehebat itukah dia paman!" Tanya Aaron.
"Yeah, kau akan mengetahuinya saat waktunya tiba Aaron" Jawab Zell. Setelah semua mengetahui kebenaran bahwa raja para monster itu telah bangkit kembali, Zell menyuruh semuanya untuk selalu siaga dan menjadikan diri menjadi lebih kuat lagi dengan terus berlatih.
Melihat langit sudah mulai gelap, Zell kini menyuruh ketiga murid yang dipanggilnya diruangan Elena itu untuk segera pulang dan beristirahat, Sementara para pelatih masih sibuk dengan diskusinya mengenai Argon tersebut.
***
Diperjalanan pulang, Aaron dan Riona pulang melewati sebuah hutan kecil seperti biasanya. Perjalanannya harus terhenti saat mereka dihadapkan dengan seseorang yang sepertinya sedang diserang oleh monster yang ingin memakannya.
__ADS_1
Dengan sigap Aaron dan Riona mencoba menyelamatkan orang itu, monster itu sukses ditebas oleh Aaron dengan sihir apinya sementara Riona mengamankan orang tersebut dan melindunginya dengan sihir alamnya yang membentuk batang-batang pohon untuk menyelimuti tubuhnya. Tak lama batang pohon yang menyelimutinya itu mulai bersinar. Aaron pun segera menghampiri Riona.
"Hey Riona bagaimana dengan kondisinya? " Ucap Aaron.
"Dia baik-baik saja, bagaimana dengan monster itu? " Jawab Riona.
"Yeah, dia sudah berhasil aku kalahkan" Ucap Aaron, dia sepintas teringat dengan penjelasan yang diberikan Elena saat latihan tadi.
"Lho bukannya tipe sihirmu adalah alam, kenapa kamu bisa melakukan tekhnik penyembuhan? " Tanya Aaron.
"Sebenarnya aku hanya menggunakan batang pohon yang mengandung obat saja dan membungkusnya serta aku tambahkan energiku untuk menghangatkannya, maka terciptalah terapi alami, hihi" Jawab Riona yang tersenyum malu kepada Aaron.
"Kau sendiri lebih hebat bisa mengalahkan monster itu dalam sekali tebas" Puji balik Riona.
"Ehh... (Benar juga, tanpa sadar tubuhku bergerak dengan sangat baik, apakah ini efek dari perjalananku menjadi summoner?) Ucap Aaron dalam hatinya.
"Hey.. Kok malah melamun, ron?" Ucap Riona dengan begitu lembut.
"Ah iya sepertinya aku sudah mulai terbiasa dalam pertarungan, daripada itu siapa dia dan kenapa malam-malam begini sendirian dihutan" Kata Aaron.
__ADS_1
"Entahlah, mungkin kita harus menunggunya siuman terlebih dahulu" Riona terlihat menghilangkan efek sihirnya yang diberikan terhadap orang itu dan setelah beberapa lama dia terlihat siuman dan kini mulai beranjak bangkit dari pingsannya.
"Ini dimana? Apa yang terjadi padaku" Kata orang itu sepertinya kebingungan dengan kondisi yang sedang menimpanya barusan.
"Maaf Tuan, kenapa anda ditengah hutan sendirian" Tanya Aaron.
"Ah.. Aku ingat! Saat itu aku sedang mencari kayu bakar didaerah sini, namun tiba-tiba sesosok monster mau menikamku dan untung saja kalian datang menolongku" Kata orang itu sembari sangat berterimakasih kepada Aaron dan Riona yang telah menyelamatkan nyawanya.
"Itu sudah menjadi tugas kami Tuan, daripada itu siapa nama anda? Dan dimanakah paman tinggal, kami bisa menemani sampai kerumah" Ucap Riona.
"Saya Fablo. Tidak perlu repot, aku sudah baik baik saja sekarang, ngomong ngomong apa ini yang ada dilehermu nak" Kata Fablo dengan menyentuh tanda segel yang ada dileher Aaron tersebut.
"Oh ini... "
"Yasudah kalau begitu saya pamit pulang nak, terimakasih sudah menolong saya" Ucap Fablo, kini dirinya beranjak pergi dari tempat itu.
"Hati-hati dijalan Tuan" Teriak Aaron dari kejauhan. "Sepertinya kita juga harus bergegas pulang, Riona."
***
__ADS_1
Khu.. khu.. khu rencanaku berhasil dengan sempurna" Fablo yang sebenarnya adalah Argon itu kini mulai tertawa menikmati rencana liciknya.