
Melihat Aaron yang seperti itu sepintas dia terdiam sejenak.
"Sudah lama sekali aku tak merasakan situasi seperti ini, bertengkar dengan seseorang, saling melontarkan perkataan. Tapi apakah memang aku pernah merasakan itu semua selama ini? Tidak selama ini aku selalu hidup dalam kebencian, tapi perasaan apa ini sebenarnya" Ucap sang naga itu dalam hatinya.
Tanpa sengaja sang naga terbawa suasana. Secuil dalam hatinya dia merasakan kesepian yang mendalam karena telah ber ratus-ratus tahun hidup sendirian.
"cih apa yang aku rasakan barusan, mengganggu saja" Kembali dia berbicara dalam hatinya.
Pikirannya teralihkan dengan tiba-tiba setelah cahaya biru yang menyelamatkan Aaron tadi perlahan terserap ke dalam diri Aaron dan perlahan sebuah tanda keluar pada leher Aaron.
"Jadi memang dialah seseorang yang di maksud oleh kakek tua itu" Dalam hati sang naga masih tak percaya.
"Hey bocah, aku tahu tujuanmu di sini untuk menjadikanku sebagai Guardian Forcemu. Sebelum itu aku ingin mengujimu terlebih dahulu, apakah kau memang layak untuk itu" Ucap sang naga kepada Aaron.
Aaron yang masih tidak percaya kalau dirinya masih hidup pun kini mencoba fokus dan menjawab perkataan sang naga.
"Hah ujian seperti apa itu? Naga"
"Panggil saja aku Zero, dasar. Aku akan meluncurkan serangan yang sama seperti tadi kepadamu, jika kau bisa selamat sekali lagi aku akan mengakuimu dan bersedia menjadi Guardian Forcemu dan kita akan membuat segel kontrak" Jawab Zero dengan serius.
"Yang benar saja, aku hampir mati dengan serangan itu tau!" Aaron terlihat kebingungan dan sepertinya dia bersiap berlari lagi.
"Bersiaplah bocah" Tanpa ragu lagi Zero terbang tinggi dan segera mengumpulkan energinya yang sama seperti sebelumnya.
"Sial, dia tak main-main. Sebelumnya aku bisa selamat karena ada sesuatu cahaya yang menyelimutiku secara kebetulan, sekarang bagaimana aku bisa menahan serangan itu?"
__ADS_1
Aaron yang kebingungan itu seketika ingat dengan latihan yang Evana ajarkan. Dengan cepat Aaron segera mengeluarkan bola energi yang dia ciptakan dan melemparkannya menuju arah pancaran energi Zero.
Belum selesai mengumpulkan energi, terlihat jelas bola energi milik Aaron berubah menjadi api dan sukses masuk kedalam mulut Zero.
"Eh apa ini? Rasa yang tak pernah ku rasakan sebelumnya" Seketika energi Zero lenyap dan dia memakan bola energi yang Aaron lempar barusan.
"Apaa dia malah memakannya? Gawat" Ucap Aaron dengan reaksi kaget.
"Hey bocah, cepat lemparkan bola energi itu lagi kemari!" Perintah Zero.
"Baiklah, kali ini pasti kena" Ucap Aaron dalam hati sembari melemparkan bola energi tadi.
Lagi-lagi Zero memakannya dan terlihat menikmatinya. Aaron yang melihat itu kini mulai merasa perlawannya sia-sia.
"Hey, baiklah aku bersedia menjadi Guardian Force mu asalkan...." Aaron pun kaget dengan perkataan Zero dan membalasnya.
"Asalkan apa?"
"Asalkan kau harus memberiku bola itu lagi kepadaku" Zero pun terlihat malu-malu mengucapkannya. Lagi-lagi Aaron kaget dengan reaksi Zero.
"Kemarilah bocah kecil! Aku akan membuat segel kontrak untuk kita" Ucap Zero, Aaron pun berjalan menuju tempat Zero berada. Zero menyuruh Aaron membuka lebar-lebar telapak tangannya sembari dia mengucapkan sebuah sihir perjanjian dan seketika tubuh Zero muncul cahaya kecil dan masuk ke telapak tangan Aaron dan segel kontrak pun terjadi.
********
Di lain tempat di lembah bawah tanah terdapat kaum monster yang terlihat sedang berkerumunan seperti sedang melakukan suatu ritual.
__ADS_1
Terlihat ada monster yang datang dan membawa beberapa mayat manusia. Dan benar saja mereka akan melakukan ritual dengan pentagram dan sebuah patung di tengahnya. Perantaranya tentu saja adalah darah manusia yang di bawanya tadi.
"Tuan? Apakah segini sudah cukup untuk melakukan ritualnya" Ucap salah satu monster yang membawa mayat manusia itu.
"Benar, syarat-syaratnya sudah terpenuhi. Kita akan segera memulai ritualnya" Monster yang sepertinya adalah pemimpin para moster itu pun memulai ritualnya.
Dengan panduan yang tertera dibuku tua yang dibawanya itu dia memulai ritualnya. Setelah mengucapkan beberapa mantra, tiba-tiba saja asap hitam mendekati patung itu dan menyelubunginya hingga langit pun mendadak gelap gulita seketika.
Petir pun menyambar dengan keras dan perlahan asap yang menutupi patung itu mulai memudar dan terlihat ada bayangan seseorang di sana.
"Khu..khu..khu.. akhirnya setelah sekian lama aku terbangun juga dari tidur panjangku" Perlahan asap itu mulai hilang dan terlihat wajah yang begitu menyeramkan, bola matanya hitam pekat, rambut yang panjang dan kedua tangan yang merah bagaikan tangan iblis namun dengan tubuh yang sempurna seperti manusia itu kini mulai meregangkan badannya dan berjalan kedepan menuju kerumunan para monster.
Moster yang telah membangkitkannya itu pun menyambut kedatangannya sembari mengucapkan sebuah pengumuman kepada kaumnya.
"Lama tak berjumpa tuanku. Perhatian kalian semua para makhluk hina, sambutlah Raja baru kita semua, Tuan Argon" Ucapnya, semua monster pun dengan sontak langsung menunduk terhadapnya.
Statistik.
Nama : Argon
Kemampuan : Supranatural
Status : Raja Monster Terdahulu
"Hidup tuan Argor! Hidup tuan Argon!" Terlihat semua monster menyoraki Tuannya yang baru saja bangkit itu.
__ADS_1