The Villainess Lady

The Villainess Lady
Chapter 41


__ADS_3

Setelah Patrizia mengeluar kan pengaruh ramuan perangsang di tubuh Celia, Patrizia dan Oliver pergi dari sana sebelum Zello dan para kesatria datang.


Tak lama setelah Patrizia dan Oliver pergi, Zello dan para kesatria datang.


Zello menatap sedih Celia yang berada di gendongan Viggo, gadis itu sudah memakai gaun nya kembali dan tentu saja Patrizia yang memakaikan nya.


"Kakak, apa yang terjadi pada Celia?" tanya Zello yang melihat Jhon yang masih dalam keadaan naked.


"Tidak udah khawatir. Tidak ada hal buruk yang terjadi pada Celia. Kakak datang sebelum itu terjadi."


Zello menghela napas nya lega.


"Kita kembali ke istana sekarang."


...🍃🍃🍃...


Malam hari nya..


Setelah kekacauan yang terjadi saat di gubuk sore tadi Patrizia dan Oliver kembali ke kastil.


"Kau melihat nya bukan?" tanya Oliver tidak jelas.


Patrizia mengernyit bingung. "Melihat apa?"


"Milik pria tadi."


Patrizia memaling kan wajah nya, kenapa juga Oliver membahas hal memalukan seperti itu. "Ck! Kenapa kau membahas hal seperti itu. Sudah lah lupakan saja." setelahnga gadis itu berteleportaai ke lapangan karena sedang ada perayaan kecil di sana.


Oliver mendengus. "Dia melihat nya."


...🍃🍃🍃...


Istana Kerajaan Archon


Baru saja Raja Edgar memberi kan hukuman penggal untuk Jhon. Pria itu di hukum di hadapan rakyat kerajaan Archon. Dan sebelum Jhon di penggal, pria itu di arak ke seluruh penjuru kerajaan. Semua rakyat mengutuk perbuatan yang di lakukan Jhon pada Celia.


Sampai detik ini Celia belum sadar. Viggo tidak pernah meninggalkan nya walau hanya sebentar begitu juga dengan Zello.


Eunghhh


Perlahan mata itu mulai terbuka. Celia baru saja terbangun dari pingsan nya.


"Kakak hiks dia-"


"Sudah tidak usah di bahas, kau beristirahat lah."


"Maaf, aku tidak mempercayai ucapan kakak. Jika saja aku percaya pada kakak ku sendiri semua ini hiks tidak akan pernah terjadi." tangis Celia pecah.


Viggo membawa tubuh gemetar sang adik ke dalam pelukan nya.


Ketika Viggo mengetahui jika sang adik menyukai seorang pria, Viggo langsung meminta Steve untuk mencari informasi tentang pria yang di sukai adik nya itu. Dan betapa terkejut nya Viggo ketika mengetahui fakta jika ternyata Jhon sudah memiliki anak dan Istri tapi pria itu tidak mengakui nya, ia tidak bertanggung jawab sama sekali.

__ADS_1


Dan juga Jhon bukan hanya menjalin hubungan asmara dengan Celia saja ia juga menjalin hubungan dengan beberapa gadis bangsawan. Jhon memanfaat kan para gadis polos itu untuk memenuhi kebutuhan hidup nya dan juga sebagai pemuas nafsu nya setelah Jhon merasa bosan ia pria itu akan langsung meninggal kan gadis itu dan mencari gadis lainnya.


Jhon adalah anak baron yang pengangguran yang hidup dari harta para gadis yang menjadi korban nya. Harta itu Jhon gunakan untuk berjudi dan membeli minuman yang memabuk kan.


Keesokkan hari nya.


Ruang kerja raja.


"Apa kau yakin sayang?" tanya Edgar.


"Iya ayah, aku ingin menerima perjodohan itu." ucap Celia yakin.


Celia pernah sekali mengecewa kan ayah nya dan kini Gadis itu ingin memperbaiki kesalahan nya.


"Tidak sayang, jangan lakukan itu. Ayah tahu kau tidak mencintai putra mahkota kerajaan Linch. Ayah tidak ingin memaksa kan kehendak ayah lagi sekarang kau bebas memilih pria mana yang ingin kau nikahi tapi dengan syarat pria itu harus benar-benar tulus mencintai putri ayah yang cantik ini."


Celia memeluk ayah nya itu erat. "Terimakasih ayah, aku sangat menyayangi mu."


...🍃🍃🍃...


Empat bulan kemudian.


Patrizia berada di dalam kalung dimensi nya bersama Ruben. Gadis itu tengah membaca buku di perpustakaan.


"Ruben kenapa selama tujuh bulan ini tidak ada rencana atau pun konspirasi yang terjadi? Tujuh bulan ini sangat tenang dan entah kenapa aku merasa ketenangan ini adalah tanda peringatan sebelum terjadi nya sesuatu hal yang sangat buruk di masa depan."


"Kau sangat peka akan situasi Patrizia."


"Waktu kita hanya tinggal satu bulan lagi Patrizia. Ingat kau harus menyelesai kan misi mu sebagi gadis pemikik sihir suci dan juga sebagai jiwa asing yang menempati tubuh Letizia. Jika kau berhasil mengalah kan pemilik sihir hitam itu maka kau juga berhasil membalas kan dendam kematian Letizia karena mereka orang yang sama. Penyihir hitam itu adalah orang yang sudah meracuni Letizia."


Patrizia terkekeh miris. "Hanya karena Letizia mengetahui rahasia nya penyihir hitam itu dengan tega nya meracuni Letizia yang saat itu masih berusia enam tahun sampai gadis kecil itu harus berpisah dari keluarga nya. Penyihir hitam itu juga dengan tidak manusiawinya mengorban kan seratus gadis di kota Alodia untuk memperkuat sihir hitam nya itu. Entah hal gila apa lagi yang akan penyihir hitam itu lakukan kedepan nya? Bahkan dia bisa membuat sang Ratu Andora yang akuh itu tunduk pada nya."


"..konspirasi besar yang di lakukan sang ratu pun itu adalah otak dari penyihir itu, ratu Andora hanya pion baginya. Andora berfikir jika konspirasi yang dia lakukan itu gagal tapi untuk penyihir hitam konspirasi itu berjalan dengan sangat sempurna karena tujuan dia membuat konspirasi itu hanya untuk membunuh Letizia yang mengetahui semua rahasia nya."


"..selama ini dia selalu mengawasi diri ku untuk mengetahui apakah aku masih mengingat rahasia nya atau tidak. Dan aku berhasil meyakin kan dirivnya dengan bersikap biasa saja saat bertemu dengan nya. Tetapi dia tidak ingin mengambil resiko, bagaimana jika nanti anak itu mengingat semua nya? Sudah di pastikan dia akan hancur karena itu dia terus membuat rencana untuk membunuh ku."


"..aku jadi tidak sabar melihat reaksi penyihir hitam itu saat mengetahui jika ternyata Letizia ancaman terbesar dalam hidup nya itu masih bernapas."


"Itu akan terjadi sebentar lagi Patrizia."


"Letizia memang sudah memberi kan seluruh ingatan nya tentang rahasia penyihir hitam itu pada ku tapi tetap saja aku tidak bisa melakukan apa pun tanpa ada nya bukti. Sampai sekarang Steve tidak bisa menemukan bukti itu, apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"Kenapa kau tidak meminta bantuan pada tunangan mu itu?"


"Kau benar, aku akan meminta bantuan Rex nanti."


Setelah itu Patrizia keluar dari kalung dimensi untuk menemui Oliver.


Iris biru itu perlahan terbuka. Patrizia bangun dari tidurnya. Gadis itu tidak melihat Oliver berada di kamar biasa nya pria itu selalu menempel pada nya.


Kau sedang mencari ku, sayang? Suara Oliver terdengar.

__ADS_1


"Bagaimana dia bisa tahu?" gumam Patrizia.


Jika kau sangat merindukan ku datang lah ke lapangan, aku sedang berlatih.


Patrizia berteleportasi ke lapangan. Saat sudah sampai Patrizia di suguh kan pemandangan yang sangat memanja kan mata nya. Lihat lah tubuh sang Grand Duke, sangat besar dan berotot, dada bidang, bahu lebar dan juga roti sobek nya yang menggoda, Patrizia ingin menyentuh roti sobek itu eh lupakan. Patrizia sedang tidak fokus, gadis itu menggeleng kan kepala nya cepat mengusir pikiran eneh dalam kepala nya.


Oliver terkekeh melihat itu. "Apa yang sedang dia pikir kan?"


Setelah nya pria itu berjalan mendekat ke arah nya. Keringat yang menetes dari rambut pria itu terlihat sangat sexy.


"Patrizia fokuslah! Ada apa dengan diri mu hari ini?" gumam Patrizia.


"Kenapa mencari ku hm?" tanya Oliver setelah berada di hadapan Patrizia.


"Aku ingin meminta bantuan mu."


"Bantuan apa?"


Patrizia mendekat kan wajah nya ke arah Oliver kemudian berbisik di telinga nya setelah selesai Patrizia kembali menarik wajah nya menjauh dari wajah Oliver.


"Jadi, Ratu Andora itu bukan penyihir hitam?"


"Bukan."


"Tapi kenapa kau bilang jika Ratu Andora adalah pemilik sihir hitam itu."


"Aku sengaja melakukan itu. Yang mengetahui kebenaran yang sesungguh nya hanya lah Steve dan kau."


"Kau selalu di luar dugaan ku, Patrizia."


"Bagaimana? Apa kau mau membantu ku mencari bukti itu?" tanya Patrizia.


"Tentu sayang. Tapi kau tahu apa yang harus kau lakukan sebagai bayaran nya bukan?"


Patrizia memutar mata nya malas. Seperti ini lah jika meminta bantuan pada sang Grand Duke mesum.


Cup


Cup


Cup


Cup


Patrizia mencium pipi kanan dan kiri Oliver secara bergantian lalu kening nya dan terakhir bibir nya.


"Puas?"


Oliver tersenyum smirk. "Belum sayang."


Setelah nya Oliver membalas mencium Patrizia dengan lembut dan penuh perasaan ciuman mereka itu di tonton oleh para kesatria Black Rose yang sedang berlatih. Sangat tidak berperasaan.

__ADS_1


__ADS_2