Tiara Siluman Ular

Tiara Siluman Ular
Mengejar dunia


__ADS_3

Tiara berjalan memasuki istananya yang tampak sepi, di sambut oleh para dayang yang menyambut mesra.


Di saat Tiara menolak makanya, datanglah punggawa nya yang melaporkan bahwa ada beberapa budak yang terus berontak meminta dikembalikan ke dunia.


Tiara langsung turun tangan dengan ke lapangan melihat salah satu budaknya yang katanya sering memberontak dan minta dikembalikan ke dunia.


"Wahai manusia. Ingat dengan peringatan ku pada mu dan yang lain menagih ku. Ingat semua pesan ku. Tapi bila kalian melawannya kau bersiap meninggalkan dunia mu. Meski Tuhan mu belum mencabut nyawamu, tapi kau ku ambil untuk menjadi budak lebih dulu sebelum menghadap Tuhan mu dan itu semua karena ulah mu sendiri yang tidak mematuhi ku!"


Tiara menatap mereka yang sedang teriak-teriak. Berontak ingin kembali ke alamnya, yaitu alam dunia Pana.


"Sembunyikan lagi kami, kami ingin berkumpul dengan keluarga ku dan memperbaiki semuanya, kembalikan kami ke dunia. "Teriak salah seorang dan di timpali oleh yang lain yang intinya menyesal karena sudah menyia-nyiakan perintah Tiara.


"Saya menyesal sudah menerima harta dari mu wahai siluman ular, bila saja saya tidak tergiur dengan sistem kekayaan yang kau tawarkan! Saya mungkin tidak mau menerimanya," Teriak yang lainnya.


Tiara menoleh dengan tatapan tajam ke arah orang tersebut dan berkata. “Itulah kelemahanmu yang tidak kuat dengan cobaan yang Tuhanmu sehingga dengan segala Cara demi mengejar duniamu yang hanya sementara itu.”


“Emang siapa yang mau hidup susah dan menderita? niscaya tidak ada yang mau untuk itu dan tentunya akan mengejar kesenangannya. ”Timpal salah satu itu.


“Tapi bukan kah Tuhanmu sudah perintahkan untuk berusaha dan mencari yang halal, bukan dengan car shortcut. ”Tiara lalu memerintahkan kembali para punggawa nya untuk memberikan hukuman yang setimpal pada para budak itu yang sudah melakukan kegaduhan.


...-----...


“Mas, dari mana kau bisa mendapat uang yang banyak itu, Mas? sehingga anda bisa membeli rumah yang bagus ini.Kan kontrakan juga suda bayar,” sang istri menatap heran kepada suaminya, Paijo.


“Kontrakan biar sam adik ipar saja yang tempati sayang kan ... sudah dibayar masalah, lagian kasihan dia daripada numpang di rumah ibu,” kata Paijo sambil bersantai ria di sofa panjang.


Mereka belum baru beberapa hari ini pindah ke rumah baru, pindah dari rumah yang kemarin mereka tempati. Yaitu kontrakan rumah yang sangat sederhana dan sekarang mereka pindah ke rumah yang jauh lebih besar dan juga bagus tidak akan ada yang menagih atau mengusir.


“Terima kasih Mas, kau sangat baik?” balas sang istri sambil momong baby.

__ADS_1


Paijo hanya mengangguk lalu mengalihkan pandangannya ke layar televisi.


Si istri menoleh ke arah putra nya yang bermain di dekat kolam berenang sendirian. “Mas, si cikal main di dekat kolam renang sendirian, Mas. Takut jatuh, Mas tolong jagain?”


Kedua netranya Paijo menoleh ke arah anak tersebut dan dengan malasnya Paijo berdiri untuk mendatangi anak itu.


Sang istri yang merasa gemas melihat suaminya tampak malas. “Mas buruan dong … nanti keburu jatuh gimana?”


“Iya, iya … ini juga mau di ambil,” sahut Paijo sambil mempercepat langkahnya berjalan ke tempat yang digunakan anaknya untuk bermain.


“Kakak-kakak, jangan main di sini bahaya sayang … ayo pindah mainnya,” tangan Paijo meraih tangan anak dari tempat tersebut.


“Nggak mau papa, au mau maen di cini caja, mayu belenang. ”Tolak anak itu dengan suara cadelnya dan menuruni kakinya kakinya sebelah dalam udara.


“Jangan!nanti saja kita berenangnya kalau Papa santai, sekarang papa mau bekerja dulu ya?” Paijo langsung memangku anak itu yang langsung meronta.


“Aduh … sekarang masih pagi sayang … dan Papa mau bekerja!” Paijo memeluk anak itu dan di bawanya ke dalam.


“Aaaaaa ... mau cekalang. Papa mau cekalang,” anak itu terus menangis dan meronta.


“Dek. Ini ahc ... pengen berenang, Mas mau berangkat.” Paijo memberikan anak nya pada sang istri yang sedang momong baby.


“Cup-cup sayang … jangan menangis, nanti adek nya sayang,” sang istri memangku si cikal biarpun sambil menggendong bayinya juga.


“Aduh, Dek … baby l nya di tidurkan dulu dong …” titah Paijo menatap sang istri yang menggendong kedua anak sekaligus.


Namun istrinya ngeloyor pergi membawa dua anak yang masih balita itu ke kamar nya, dan meninggalkan suaminya yang memandangi tanpa punya inisiatif untuk meringankan beban istrinya. Ambil kek yang baby lalu dia tidurkan.


Dengan hati kesal, sang istri membawa langkahnya ke dalam kamar. “Sayang … diem di sini dulu ya? Mama mau menidurkan adek nya dulu, cup-cup ... jangan menangis ya.”

__ADS_1


“Aaaa … ee … mau belenang cama papa cekalang.” Anak itu kekeh menangis dan minta berenang.


“Iya sayang … nanti berenang, iya …” kata sang ibu yang sedang menidurkan bayinya.


“Mama ... mau belenang, mau belenang.” Anak itu sambil menangis.


Istri Paijo mengembuskan napasnya yang terasa berat dan lalu kembali membawa putranya yang terus menangis, untungnya si kecil tidur dengan nyenyak. Sehingga dia tidak terlalu repot.


Paijo yang sudah bersiap untuk pergi kerja melirik ke arah sang istri yang membawa dan menenangkan anak-anak itu. “Dek. Mas mau berangkat kerja, kok belum di siapin sarapan?”


Sang istri menoleh dan berucap. “Maaf. Mau sarapan apa? saya belum masak, dari tadi sibuk mengurus anak-anak, mana beberes rumah dan sekarang si cikal rewel begini, kan?”


Paijo menoleh ke arah sang istri yang terus menenangkan si cikal yang terus merengek dan rewel. Bikin pusing kepala sang ibu.


“Mas, kan bisa bikin sarapan sendiri? Di saat istri istri sibuk, biasanya juga begitu kan?” kata sang istri dengan nada kesal.


“Tapi, Dek …” gumamnya Paijo. Kemudian Paijo ngeloyor pergi dengan rasa sedikit kesal, tapi mau marah juga gimana mau marah? toh istri nya sibuk dengan aktifitas pagi nya.


Dia kini membawa taksi sendiri dan tidak membawa mobil punya perusahaan lagi. Tatapi tetap saja dia harus giat demi menutupi sistem kekayaan yang sekarang dia punya.


Paijo membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menjemput penumpang yang sudah memesan lewat online.


Dan ketika di depannya ada pengemis, sehingga dia mengerem mobil nya tersebut dan mengeluarkan dompetnya, mengeluarkan beberapa lembar uang yang langsung memberikannya pada pengemis tersebut.


“Terima kasih, Mas … terima kasih, semoga Allah menggantinya dengan yang lebih banyak dan melimpahnya segala kebaikan buat Mas sekeluarga,” orang itu begitu senang dan mengucap doa untuk Paijo dan keluarganya ....


.


...Bersambung!...

__ADS_1


__ADS_2