Tiara Siluman Ular

Tiara Siluman Ular
Usaha makanan


__ADS_3

Kini Dewi sudah enak tinggal di ruko yang dibelikan oleh Tiara, dan Tiara mewanti-wanti pada Dewi agar lebih memperhatikan kebersihan dan dia pun di ajarkan untuk belanja makanan nantinya sendiri.


Sebelum Tiara pulang, Dewi di ajak belanja pakaian dan keperluan lainnya. Untuk Dewi dan putranya. Semua tida ada yang terlewat, tidak ada yang ketinggalan sedikitpun.


Bikin dewi semakin dibuat bahagia, tanpa suami dia bisa hidup lebih baik. Gara-gara bertemu dengan Tiara! kehidupannya mulai tertata dan bahagia.


Setelah mengurus Dewi selesai. Tiara pun berpamitan dengan dengan meninggalkan sejumlah uang untuk nanti jaga-jaga ada keperluan lain atau buat belanja.


Tiara pun berpesan sekiranya ada makanan yang tidak terjual, berikan saja pada orang lain yang membutuhkan dengan Cuma-Cuma saja.


Dewi pun mengerti dan berjanji akan mengingat dan menuruti semua perintah Tiara. Dan tidak lupa dia pun berterima kasih lagi pada Tiara lagi dan lagi.


“Suatu saat, aku akan datang untuk mengunjungi dirimu dan melihat apa saja yang kau butuhkan nanti.” Tiara memeluk Dewi. “Dan pandai menjaga diri ya?”


“Iya, Mbak. Aku aku akan menjaga diri dan melaksanakan perintah Mbak,” Dewi mengangguk.


“Oke. Jaga pula baby nya baik-baik.” Pesan Tara yang terakhir.


Tiara meninggalkan Dewi bersama baby nya di sebuah ruko mewah dan strategis tersebut.


Dewi menghela nafas dalam-dalam lalu dia hembuskan dengan panjang. Kemudian mumpung baby nya tidur.

__ADS_1


Dia mulai menata dagangannya di etalase. Dan pakaian dari belanjaan pun belum dia bereskan juga.


...----...


Saat ini Tiara sudah berada di kediaman nya Dahlan yang rasanya lama tidak ia jambangi. Di kamar itu tampak sepi dan kosong tanpa penghuni dan lampu pun temaram. Menghiasi kamar tersebut.


Tiara meringkuk di atas tempat tidurnya Dahlan dan menutup dirinya di bawah selimut. “Dahlan pasti masih di tempat usahanya, rasanya lama juga tidak bertemu pemuda itu.”


Bibir Tiara mengulas senyumnya membayang kan pemuda manis tersebut.


Selang beberapa lama Tiara menunggu. Akhirnya Dahlan pulang juga. dengan langkah gontai Dahlan memasuki kamarnya dan menjatuhkan bokong nya di tepi tempat tidur.


Perlahan Tiara bangun dan duduk meringsut mendekati Dahlan yang sedang melamun sambil membuka kemejanya lalu kaosnya, sehingga kini pemuda tersebut sudang bertelanjang dada.


“Mas Dahlan. Apa kau tidak merindukan ku?” suara itu berbisik sambil langsung memeluk perutnya pemuda tersebut yang  sangat terkejut.


“Ka-kamu, se-sejak kapan ada di sini?” Dahlan memutar badannya melihat ke arah sumber suara.


Tiara tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya. “Aku sudah dari tadi ada di sini menunggu mu Mas Dahlan.”


“Ooh, kau menunggu ku dari tadi.” Keningnya mengerut. Namun dia pun membalas pelukan dari Tiara, karena sesungguhnya. Dia juga sangat merindukan Tiara.

__ADS_1


“Iya, Mas. Aku sangat merindukan mu wahai suami ku. bagaimana usaha mu? Apakah ada kesulitan?” selidik Tiara sambil menempelkan pipinya di dada nya Dahlan.


“Aku sudah merasa cukup dengan yang ada, usaha ku alhamdulillah lancar. Untuk kehidupan berdua saja cukup kok.” Jawabnya Dahlan.


“Apa kau tidak ingin usaha mu berkembang dan besar?” selidik Tiara sambil mengusap dada Dahlan yang bertelanjang dada tersebut.


“Mau, tapi aku pasrah saja, dan juga berusaha semaksimal mungkin sampai ada hasilnya.” Sambungnya Dahlan.


“Pasrah amat nih orang. Cukup dengan yang ada. Bersyukur dengan yang di dapat. Gambaran orang yang tidak neko-neko, dan tidak banyak tingkah. Menshukuri nikmat yang ada.” Monolog Tiara sambil terus mengelus dada Dahlan.


“Sungguh kau tidak ingin membeli mobil atau motor gitu?” tanya Tiara sambil mendongak.


“Mau, tapi belum ada rejeki nya. kalau ada rejekinya mau motor buat belanja. Tapi kalau belum ada duitnya sih ...” Dahlan mesem tapi memang bukan impiannya sih. Bagi dia berkecukupan seperti sekarang saja dah alhamdulillah.


“Hem ... bilang saja mau.” Tiara menjepit hidung Dahlan dengan gemasnya.


Selanjutnya Tiara dan Dahlan menumpahkan rasa rindu nya masing-masing. Berpelukan dengan erat dan lama-lama saling kecup dengan mesra, yang akhirnya meminta lebih dan semakin mendalam ....


...🌼----🌼...


Akankah Tiara mendapat kan cinta yang tulus.

__ADS_1


__ADS_2