Tiara Siluman Ular

Tiara Siluman Ular
Berlian


__ADS_3

Marno sangat bahagia bisa mempersembahkan tempat tinggal buat keluarganya, anak-anak bisa sekolah dengan layak kehidupan pun meningkat. Bisa beli kendaraan juga dan dalam satu bulan dia pun bisa membeli tanah dalam berapa tempat dan akhirnya menjadi bisnis. Di tambah bisnis lainya juga.


Sekitar sebulan sekali Tiara datang untuk memberikan haknya dan memberikan tambahan bila diperlukan.


Kini Marno sedang duduk di sofa sambil mengecek beberapa laporan mengenai bisnisnya.


“Pak. Saya mau bicara melanjutkan pembicaraan yang tadi. Siapa yang bernama Tiara itu siapa?” lagi-lagi sang istri mengganggu ketenangannya Marno.


Pak Marno menjawab dengan tatapan datar dan sudah mulai jengah mendengar. “Maunya apa sih? Mah, akan saya sudah bilang syukuri saja yang ada tidak perlu berpikir yang macam-macam lah ... apalagi soal wanita.”


“Gimana gak kepikiran kalau kamu banyak berubah—“


“Berubah apanya ha? kita ini sudah tua, wajar kalau kita sudah banyak berubah dalam soal itu. Nafsu sudah berkurang itu wajar, Mah.” Marno memotong kata-kata sang istri.


“Kalian ini kenapa sih … sedari tadi ku perhatikan tapi … ribut saja, Mama nih dari tadi merepet … saja, nyerocos … terus, panas nih kuping ku,” sambar sang anak yang sangat tampan yang bernama Tono itu. Dia mendengar ibunya yang terus menyerang sang ayah.


“Benar tuh, Mama mu bikin panas kuping. Iya betul,” timpal Marno membenarkan kata-kata dari putra nya.


“Kamu itu tidak mengerti dengan urusan orang tua dan kamu belum berumah tangga, mana tahu, mana mengerti yang Mama rasakan—“


“Lah, iya lah Mah, aku kan laki-laki mana aku tau perasaan wanita seperti Mama ini.” Tambah sang putra kembali.

__ADS_1


“Makanya jangan ikut campur,” sambung ibunya kembali.


“Bukan ikut campur, Ma ... Cuma pening nih kepala dengar ocehan Mama yang tidak mau berhenti itu.” Keluh anaknya lagi.


“Benar tuh.” Marno mengangguk pelan lagi-lagi membenarkan omongan dari Tono.


“Helleh, ya sudah, Mama mau beli berlian yang harganya ... kisaran lima ratus juta, sobat Mama sih arisan mencapai harganya enam ratus juta.” Si istri ujung-ujungnya meminta berlian.


“Lah, kenapa tidak bicara dari awal saja Mah ... gak perlu bikin kepala orang ngebul duluan. Bilang saja dari tadi minta uang atau minta berlian, kan beres! urusan,” ucap pak Marno sambil menggeleng.


Tono yang sedang duduk di hadapan kedua orang tuanya itu mengangguk setuju dengan ungkapan sang ayah. “Bener, buat apa bikin kepala orang kepanasan dulu sih.”


“Emang mau bicarakan soal Tiara itu, tapi kalau gak ada jawabannya sih … sudah lah, mau beli berlian saja. Buruan, mana uangnya?” sang istri membuka tangannya dan meminta uang.


“Yang mana sih barangnya nya Mah? aku ingin lihat,” Tono penasaran dengan barang yang ibunya inginkan.


Sang ibu pun menunjukkan gambar barang yang dia inginkan, dia perlihatkan kepada putra dan suaminya.


Tono mengambil ponsel sang bunda dan melihat gambar yang diinginkan nya itu. “Fantastis,” Tono menggeleng melihat barang dan harga yang cukup fantastis tersebut.


Lalu Tono berikan ponsel sang bunda pada sang ayah dan menunjukkan gambarnya.

__ADS_1


“Ini, Mah? segini harganya?” tanya sang suami. “Kecil segitu mah gampang.”


“Terus, ada kan uangnya?” selidiki istrinya itu.


Pak Marno menggeleng. “Tidak.”


“Ceilah ... Pak ... kirain ada uang nya saat ini juga, bilang gampang segala?” sang istri lemas.


“Ha ha ha ... lagian Mama ... kira itu uang sepuluh ribu apa?gampang amat mintanya,” timpal Tono sambil tertawa.


Ibunya manyun. “Masa istri juragan tanah gak bisa belikan perhiasan mahal seperti itu?Mama kan malu!” rajuk nya lagi dengan nada sedih.


Pak Marno mesem ke arah sang istri. “Iya sabar saja dulu, saya pasti belikan tenang saja, tunggu satu atau dua hari saja." Pak Marno ingat kalau beberapa bulan ini tidak ada penambahan yang signifikan dari Tiara karena memang tidak ada yang terlalu di perlukan.


Mendengar sang istri merajuk itu, oke lah pak Marno akan memintanya pada Tiara sekalian dia pun sudah kangen dengan Tiara yang selalu bagus dalam memanjakan dirinya sehingga berasa masih muda bila berada di sampingnya


Sang istri pun cengar-cengir dibuat bahagia dengan janji sang suami ....


......🌼----🌼......


Enak benar bila butuh sesuatu tinggal minta dan di kabulkan.

__ADS_1


Jangan lupa like dan dukungan lainnya.


Makasih.


__ADS_2