
Darjat dan istri mengantar tamunya sampai ke teras dan mereka pun tidak lupa memberikan sana dan mie instan pada orang-orang tersebut.
"Mas, banyak banget ngasih nya Mas. Gak sayang ya Mas?" suara istri Darjat sambil bergelayut mesra di tangan suaminya tersebut.
"Jangan pelit, lain kali ... kalau ada yang minta sumbangan kasih saja! jangan menunggu aku pulang." Pesan Darjat sambil terus berjalan memasuki rumah mewahnya itu.
"Iya, Mas. Aku mengerti! tapi ... aku ingin tahu kalau uang itu dari mana, Mas ... kok Mas mudah banget untuk mendapatkannya?" sang istri hentikan langkahnya dan berdiri di hadapan Darjat.
"Kan saya usaha, bisnis! jadi wajarlah kalau uang itu terus mengalir," balasnya Darjat.
"Tapi, saya merasa ada yang janggal dengan keuangan kamu Mas?" sang istri kekeh merasa penasaran.
"Sudah lah, saya capek." Darjat membawa langkahnya dengan lebar.
Meninggalkan sang istri yang masih mematung dan tidak habis pikir kanapa suaminya begitu mudah untuk mendapatkan uangnya.
Darjat mendudukan dirinya di di tepi tempat tidur sambil senyum-senyum sendiri mengingat malam ini dia akan bersenang-senang dengan Tiara dan auto kekayaannya akan bertambah pula.
"Aku akan bersenang-senang dengan mu malam ini sayang, dan aku harus meminta mu lebih lama lagi menemani ku." Gumamnya Darjat.
Lalu berdiri berniat untuk bersih-bersih. Namun tampak sang istri datang dengan senyuman yang manis.
__ADS_1
"Mas, aku mau minta sesuatu sama kamu." dia mendekat pada Darjat sambil memeluknya erat.
"Minta apa? bilang saja! jangan ragu-ragu dan aku mau mandi nih." Darjat mengerutkan keningnya.
"Aku ... pengen beli motor, biar aku kalau mau ke tempat orang tua ku ... tidak merepotkan dirimu tuk mengantar!" sambung sang istri. Rupanya dia merajuk untuk membeli motor.
"Itu, boleh! mau nya kapan? kalau mau sekarang boleh tinggal telepon saja dealernya. Kalau besok sih kita datangi tempat nya, sekarang aku capek dan malas untuk keluar lagi." Darjat membuka bajunya. Sebenarnya sih bukan ke capek! tapi memang dia ingin menyiapkan diri untuk nanti malam bersama Tiara.
"Em ... pengennya sih sambil jalan-jalan sama kamu, Mas. Tapi kalau begitu, ya sudah lah besok saja!" kata sang istri pasrah sembari mendudukan serinya di tepi tempat tidur.
Darjat tidak menjawab lagi. selain membawa dirinya ke kamar mandi.
Sang istri menatap punggung suami dengan pikiran yang terus berputar. Dia tetap penasaran dari mana suaminya dapat uang yang banyak.
"Hem, kenapa kau melamun begitu? mikirin apa sih?" selidik Darjat sambil berdiri di depan cermin.
Istrinya menggercapkan mata dan menoleh pada sang suami yang sedang menyemprotkan minyak wangi yang baunya bagai memakai satu ember di pakai semua gitu.
"Mas sudah beres Mandinya?" sang istri malah bertanya.
"Belum, ini masih berendam. Tidak lihat apa aku masih bermain air?" Darjat sekenanya saja.
__ADS_1
"He he he ... Mas bisa saja deh." Si istri mesem-mesem. Apalagi ketika melihat yang ada di balik handuk.
Si istri mendekat dan dengan isengnya meremas singa yang kedinginan itu dan bersembunyi di balik handuk.
"Eeh, bakal ya!" Darjat menangkup singa yang langsung meronta kaget.
"Mas," si istri memeluk dari belakang. Dia menginginkan sesuatu dari suaminya ini.
Darjat terdiam, dia itu tadinya ingin menyiapkan diri buat nanti sama Tiara. Tapi kalau istri nya mau sih ... apa boleh buat? serang saja, lagian kan tidak boleh bikin istri kecewa.
Karena tidak ada respon, si istri kembali menggoda suaminya. Hingga Darjat menggelinjang dan menangkap sang istri.
Sebelum nanti dengan Tiara, Darjat memberi kepuasan dan kebahagiaan bagi istrinya.
Mereka melakukan pergulatan yang agak aneh, dan mereka ingin merasakan eksplorasi yang lain dari biasanya, Darjat memangku sang istri ke kamar mandi dan mereka bermain di bathub.
Waktu terus berputar hingga membawa Darjat ke pukul 23.00 dan sang istri pun sudah lelap. Darjat dengan pelan, turun dari tempat tidur dan jalan mengendap-endap untuk menjangkau kamar untuk dia dan Tiara ....
...🌼----🌼...
Jangan lupa terus dukung aku ya? dan yang belum dukung aku, dukung dong ....
__ADS_1
Makasih.