
Darjat sangat-sangat hati-hati dalam melangkah, biar tidak mengganggu istrinya yang terlihat sangat nyenyak itu sehabis bertempur dengan dirinya tadi.
Kemudian Darjat mengunci pintu dan dia mematikan lampu nya mengganti dengan yang remang-remang saja. Lalu dia duduk dengan tenang di atas tempat tidur sambil komat kamit menyebut nama Tiara dengan sebutan tiga kali.
Ting ....
Dalam waktu singkat Tiara muncul di hadapan Darjat dengan sebuah senyuman yang merekah. “Kau memanggil ku?”
“Tentu Tiara, aku memanggil mu karena aku butuh sesuatu darimu.” Balasnya Darjat sambil menyambut tangan Tiara dan menariknya agar berdekatan.
“Em ... apa itu? masa kamu gak puas dengan kekayaan yang ku berikan, yang semakin banyak itu.” Ucap Tiara sambil menatap wajah pria itu.
“Aku puas sangat puas, tapi aku juga ingin membantu yayasan anak yatim lebih besar lagi. Makanya aku ingin meminta nya darimu lagi. Semacam donatur begitu.” Tambahnya Darjat sambil mulai bermanja pada Tiara yang mencium aroma tubuh pri itu.
Darjat menelusuri leher gadis itu dengan liar dan penuh hasrat yang menggelora. Tidak butuh waktu yang lama mereka melakukan pemanasan, hingga dengan cepat langsung saja ke intinya.
Melakukan yang perkawinan yang antar dua dunia dan mahluk yang berbeda. Darjat begitu bersemangat dalam melakukanya, padahal tadi sore sudah melakukannya dengan sang istri.
__ADS_1
Tiara yang selalu kencang tarikannya bikin candu para suaminya tersebut. Bikin selalu ketagihan untuk meminta jatah pada Tiara. Tubuhnya yang selalu segar dan gemulai, menggoda setiap yang melihatnya.
Cuph! kecupan hangat mendarat di kening Darjat, Tiara pun beranjak dan mengenakan semua pakaiannya. Namun Darjat menarik kembali. Memeluknya sangat erat agar Tiara tidak pergi.
“Sayang, jangan pergi ya? Tinggal lah bersama ku di sini,” harap Darjat sambil terus memeluk tubuh Tiara.
“Aku tidak bisa begitu, karena bukan kamu saja yang harus ku urus. Masih banyak lagi. Lagian bila aku hanya berdiam diri di sini. harta mu tidak akan bertambah,” ucap Tiara memberi pengertian.
‘Tapi aku sangat mencintai mu. Aku tidak ingin kehilangan mu lagi,” Darjat kekeh.
“Bagi aku sih gak masalah bila kau ingin aku tinggal di sini. Tapi dengan wujud asli ku yaitu ular dan aku tidak bisa memberikan mu kekayaan lagi. Satu lagi apa gunanya kamu memelihara ku jika hanya sebagai ular biasa?”
Perlahan pelukan Darjat memudar, membuat Tiara tersenyum mengembang. “Aku sudah simpan uang di tempat penyimpanan uang mu di sana, pergunakan lah dengan baik.”
“Em ... baiklah. Aku akan membiarkan mu pergi dan janji bila aku panggil kau harus datang,” pinta darjat dengan nada sedih.
“Emangnya kapan kau panggil aku dan aku tidak datang? selalu datang bukan? aku pun selalu memberikan apa yang menjadi maumu.” Ungkap Tiara sambil berjalan mondar mandir.
__ADS_1
“Aku tahu itu, aku hanya takut kehilangan dirimu saja,” keluh dari Darjat sembari mengambil bajunya.
“Oya bilang sama istri mu, jangan pernah ingin tahu harta mu dari mana, karena itu bukan ranah dia. Dia cukup saja menikmati dari mu dan jangan pernah juga untuk sama-sama berbagi dengan yang membutuhkan.” Tiara lalu menatap tajam ke arah daun pintu dengan sorot mata yang seakan ingin membunuh.
“Kenapa Sayang?” selidik Darjat sambil mengenakan pakaiannya.
“Istri mu berada di balik pintu tersebut, dia curiga pada mu.” Suara Tiara yang di arahkan pada Darjat.
“Lalu gimana dong?” Darjat khawatir lalu mendekat.
“Jangan khawatir, sudah ku blur kan penglihatannya dia tidak akan mendengar atau pun mengintip kita berdua. Aku sudah jaga agar dia tidak mendapatkan sesuatu apapun.” Jelas Tiara sambil merangkul Darjat sesaat, lalu
mengecup bibirnya dengan singkat.
Dan detik kemudian ... Tiara menghilang dari dari tempat tersebut. Sebelum pergi, Tiara berpesan. Jangan dulu keluar sebelum istri mu menjauh dari tempat yang mereka berdua tempati.
Darjat pun menuruti perkataan dari Tiara. Dia mendekati pintu dan mendengarkan kiranya yang di luar sudah pergi meninggalkan tempat tersebut ....
__ADS_1
...🌼----🌼...
Terima kasih atas dukungan nya ya