Tiara Siluman Ular

Tiara Siluman Ular
Wanita muda


__ADS_3

Tiara saat ini sedang berada di tempatnya, Sedang menikmati redupnya sinar rembulan. Di sebuah taman yang penuh dengan warna-warni bunga dan semerbak wanginya.


Sayup-sayup terdengar suara tangisan seorang wanita yang dan berkata penuh sesal.


Tiara menajamkan pendengaran nya agar lebih jelas lagi dengan suara yang masuk ke dalam pendengarannya itu.


Lalu dengan cepat Tiara mencari keberadaan suara tersebut. Ia terus menari dan mencari suara itu, hingga akhirnya ketemu, dari sebuah kuburan yang masih baru.


Seorang wanita muda yang sedang menggendong balita dan duduk bersimpuh di dekat kuburan yang tanahnya masih merah.


Setelah di amati, sepertinya dia telah kehilangan suami.


Dia menangis terdengar pilu. Terluka dan kecewa.


"Abang, maafkan aku? aku tidak bermaksud membuatmu berpindah alam. Aku hanya stres sak dengan kondisi rumah tangga kita, aku harus banting tulang mencari nafkah buat kelangsungan hidup, kamu malah enak-enak kan main perempuan. Tanpa menghiraukan perasaan ku yang yang harus mencari duit dengan menggendong baby. Hik-hik-hik ...."

__ADS_1


"Kau suruh aku minta-minta di jalanan, sambil menggendong bayi kita, kamu malah asyik dengan perempuan lain. Kamu tidak pernah bertanggung jawab jadi suami, jadi ayah yang baik! kau juga siksa aku bila nggak mau menuruti kata-katamu sesungguhnya kau kejam, hik-hik-hik."


"Kini kau sudah berpindah alam dan tidak akan ada lagi yang memaksa ku lagi untuk menjadi pengemis. Dan menyiksa ku bila tidak tidak mau menuruti kata-kata mu itu. Aku sudah bebas." wanita itu tersenyum getir.


Kemudian menoleh pada baby nya yang terlelap dalan gendongannya. "Sayang, kini kau aman dengan Ibu, Nak. Tidak ada lagi yang akan berusaha menyakiti mu, karena ulah ayah mu yang terkadang gila itu, kau hampir saja celaka kalau Ibu tidak datang tepat waktu. Kau mau di banting ayah mu, Nak ..." senyum getirnya tersematkan kembali di bibirnya sambil mengelus kening baby yang sekitar 1 tahun lebih itu.


Tiara terus memperhatikan wanita muda itu yang penampilannya itu jauh dari kata mewah, malah terlihat lusuh dan kucel.


Tiara menghela nafas panjang mendengar semua ungkapan hati dari wanita tersebut yang bikin sesak hati.


"Kau hampir tidak tertolong, ketika kau mau di bakar hidup-hidup oleh ayah mu, sekarang nenang saja hanya ada Ibu yang akan menjaga mu dan akan berusaha membesarkan mu sekalipun Ibu harus banting tulang untuk kita berdua. Dan ... Ibu tidak mau ngemis lagi. Ibu akan mencari kerjaan yang lebih baik, sekalipun menjadi pembantu asalkan kita bisa terus bersama, sesudah apa pun hidup kita. Akan selalu bersama!" beberapa kali kecupan penuh kasih mendarat di kening putranya itu.


Wanita muda tersebut beranjak sambil memeluk putranya yang tetap tidur tak bergeming.


Berjalan menyusuri jalan-jalan kecil di antara pemakaman yang kanan kiri.

__ADS_1


Tiara terus mengikuti wanita muda tersebut, ingin tau mau kemana dia di malam-malam begini?


Krosak ....


Suara itu membuat wanita muda itu menoleh ke belakang, namun tidak ada siapapun, membuat Belu kuduk nya merinding. Padahal Dati di tengah kuburan tidak merasa takut sama sekali.


Namun ketika sudah dekat dengan pemukiman, kok jadi berasa takut. Wanita muda itu meneruskan langkahnya sambil menggendong dan memeluk putranya itu.


Hingga masuklah ke sebuah pemukiman, Dan dia masuk ke dalam salah satu kontrakan yang kecil dan di dalamnya berantakan, tidak ada barang-barang yang istimewa, kasur pun sudah lepet alias tipis yang dia gelar untuk menidurkan baby nya.


"Aduh, aku lapar, mana tidak ada makanan yang bisa ku makan, mana kontrakan belum di bayar juga, bila sampai besok sore gak bayar juga. Alamat aku di usir dari sini, terus aku tinggal di mana? masa harus tidur di kolong jembatan!" monolog wanita itu sambil menatap kosong ke sekitar .


Tiara terus mengintip wanita muda tersebut dengan perasaan sesak dan iba ....


...🌼----🌼...

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote nya dong bila suka cerita ini.


Makasih.


__ADS_2