Tiara Siluman Ular

Tiara Siluman Ular
Cinta yang tulus


__ADS_3

Seusai nya percintaan mereka yang bikin candu, Dahlan memeluk Tiara dengan erat.


Tiara mendongak dan menempelkan dagunya di atas dada Dahlan.


"Gimana apa kakinya masih suka sakit?" tanya Tiara.


"Tidak. Aku sangat berterima kasih padamu yang sudah membuat kaki sembuh dan memberikan ku rumah beserta isinya dan juga modal usaha sehingga aku bisa menikmati hidup ini dengan layak!" ucap Dahlan dengan lembut.


"Iya, sama-sama! kau butuh mobil apa motor?" Tiara kembali bertanya.


"Tidak, aku akan menabung untuk membeli motor, aku tidak butuh mobil. Dan aku akan menabung dulu."


Degh.


Perkataan dari Dahlan bikin Tiara tertegun. Dahlan benar-benar merasa cukup dengan yang telah ia berikan kepada pemuda itu.


"Aku tidak ingin menambah lagi harta darimu, semua yang aku dapatkan sudah lebih dari cukup." tambahnya Dahlan kembali.


"Jadi ... kau tidak membutuhkan ku lagi?" tanya Tiara kembali.


Sejenak Dahlan terdiam sambil memandangi gadis itu dengan meneliti. "Aku membutuhkan mu sebagai pendamping hidup ku, bukan sebagai selir dan sumber kekayaan ku!"

__ADS_1


Hati Tiara mencelos, dari banyaknya pria yang menjadi suaminya. Hanya satu saja yang berbeda, Dahlan memang beda dari yang lain. Tiara bungkam, terdiam tak mampu berkata-kata.


"Maukah menjadi istriku untuk selamanya? setiap waktu bersama ku dan tinggalkan pria lain, hiduplah normal dengan ku!" Dahlan menatap penuh harap.


Membuat Tiara semakin dibuat speechless dengan permintaan Dahlan yang rasa tidak mungkin baginya. Dia hanya siluman dan bukan manusia umumnya.


Dan bila bisa hidup normal bersama Dahlan. Dia tidak bisa. bebas memberi bantuan kepada yang membutuhkan. Sementara di luar sana masih banyak orang-orang yang membutuhkan pertolongan dan melalui tangannya lah mereka bisa merasakan hidup senang.


"Kau boleh membantu orang-orang susah, tapi stop untuk melayani mereka di ranjang. Kau cukup dengan ku, hidup bersama ku. Jangan lagi berikan tubuh mu pada pria lain." Tambahnya Dahlan sembari membelai rambut pirang nya gadis yang berada dalam pelukan nya itu.


"Ya ampun ... kenapa jadi begini sih?" batinnya Tiara dengan masih mengunci bibirnya tersebut.


"Aku tidak melarang kau menolong banyak orang. karena itu perbuatan yang mulia, tapi satu yang ku mau! jangan lagi mudahkan tubuh mu dengan pria lain selain aku." Begitu pintanya Dahlan.


"Berbeda apanya? buktinya siang maupun malam kau bisa hidup biasa seperti ku dan yang lainnya!" Dahlan memotong perkataan dari Tiara.


"Mas, emang nya mau? Mas dibilang istri Mas itu tidak kelihatan. Karena terkadang hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihat ku." Tiara bangun dan da merapikan diri.


Dahlan pun mengangkat punggungnya dan duduk dengan tegak. "Aku mohon. Jangan lagi berikan tubuh mu pada yang lain! kau boleh memberikan harta mu tapi tidak tabuh mu! ku mohon?" Dahlan terus memohon dengan tulus sembari memegangi tangan Tiara.


Tiara menghela nafas dalam-dalam, dia melihat ada ketulusan dari matanya Dahlan. Dia benar-benar tulus berkata dari hati yang paling dalam.

__ADS_1


"Akan aku pikirkan itu, dan ... sekarang aku harus pergi dulu, lain kali aku akan kembali, baiklah bila kau tidak mau apa pun lagi dariku!" Tiara bersiap pergi meninggalkan Dahlan.


"Mbak, jangan pergi? aku takut kau menemui pria lain!" Dahlan malah memeluk tubuh Tiara dengan erat. Dia tidak mau Tiara pergi.


"Aku masih banyak tugas yang harus ku selesaikan, jangan cegah aku. Karena aku pasti kembali padamu. Tapi bukan untuk menjadi istri mu seutuhnya! bagaimanapun. Aku dan kamu mahluk yang berbeda." Tiara menghela nafas panjang serta membalas pelukannya Dahlan.


"Aku mencintai mu dengan tulus, dan aku tidak meminta semua kekayaan yang seperti kau berikan pada yang lain pada umumnya. Aku ingin hidup sederhana dengan mu! hidup seperti ini sudah cukup bagi ku, Terus hidup bersama ku. Tanpa ada pria lain dalam kehidupan mu selain diriku!" ujar Dahlan sambil terus memeluk Tiara.


"Aku pun sesungguhnya terharu dengan semua ucapan mu itu. Aku juga sayang sama kamu! tapi aku bukan manusia, aku siluman! kita beda alam," Tiara kekeh.


"Aku tidak perduli, aku hanya ingin kau menjadi milik ku terus dan selamanya." Dahlan pun kekeh dengan pendiriannya.


Membuat Tiara menjadi dilema. Baru kali ini ada manusia yang tulus mencintainya tanpa berharap kekayaan yang banyak.


Pada akhirnya Tiara mengangguk dan menyetujui bila dia tidak akan memberikan tubuhnya lagi pada pria lain dengan alasan apapun dan hanya akan memberikannya kepada Dahlan seorang.


Tanpa berhenti memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan. Tiara kini hanya bersuamikan Dahlan seorang. Dan setiap hari pun mereka bersama layaknya pasangan yang normal.


...TAMAT...


...🌼----🌼...

__ADS_1


Terima kasih pada reader ku yang selalu setia mengikuti dan menikmati karya yang receh ini makasih banyak🙏


__ADS_2