
Tidak lama kemudian, Tiara mengetuk pintu kontrakan wanita tersebut.
Tok ....
Tok ....
Tok ....
Membuat wanita itu melonjak bangun, padahal dia mau tidur sambil menahan rasa lapar yang yang menyiksanya.
"Siapa tengah malam gini bertamu, iiy ... takut. Jangan-jangan itu pocong nya suami ku balik lagi." Monolog wanita itu sambil merangkul kepalanya dengan kain.
Saat terdengar lagi, suara ketukan pintu yang kali ini lebih keras dan kuat. Wanita itu semakin ketakutan dan memeluk putranya yang mulai terbangun dan merasa lapar.
Langsung dia memberi asi, telinganya dipertajam mendengarkan kelanjutan suara ketukan pintu tersebut.
"Aku takut, Abang ... kau jangan balik lagi Napa, kau sudah berbeda akan dengan ku! jangan balik lagi, aku sudah tenang tanpa dirimu yang suka menyiksaku. Pergilah jauh-jauh!" suara wanita itu dengan wajah yang pucat.
"Permisi! aku mau minta tolong, aku kemalaman di dalam perjalanan. Bolehkah aku menginap di sini sampai pagi! di luar hujan!" suara seorang perempuan dari balik pintu.
Si wanita terbengong-bengong, mendengar suara itu, mana ada jam segini wanita berkeliaran!
Dia semakin bergidik. Dan terbayang di ruang mata kalau yang ngomong itu wanita berbaju putih rambutnya panjang, punggungnya bolong. "Iih ... takut!"
__ADS_1
"Permisi, apa di dalam ada orang nya. Saya bukan orang jahat kok, saya dalam perjalanan jauh dan kemalaman. Tidak tahu harus minta tolong sama siapa lagi." Suara lagi.
"Oek. Oek ..." baby nya menangis ketika wanita itu berhenti memberikan ASI-nya.
"Sebentar sayang!" wanita itu berdiri sambil menggendong baby nya. Berjalan mendekati pintu.
Sebelum membuka pintu, dia mengintip dulu dari balik jendela. Tampak wanita cantik berdiri dan sepertinya kehujanan, karena memang di luar sedang hujan deras untungnya dia dan putranya sudah barada di kontrakan.
Dengan ragu-ragu, wanita itu membuka pintu nya dengan hati beradu argumen. Antara bukan dan jangan.
"Mbak, permisi! saya boleh numpang berteduh. Saya kemalaman dan tidak tahu harus minta tolong atau berteduh di mana!" ucap Tiara sambil mengangguk hormat.
Wanita itu bengong melihat intens ke arah Tiara dari mulai kepala sampai kaki, terutama kaki. Mungkin takutnya tidak menapak.
"Nama saya Tiara Mbak, saya sedang perjalanan. Boleh saya masuk? percaya deh mbak. Saya bukan orang jahat." Tiara menatap ke arah wanita itu yang sedang menggendong dan menyusui putranya.
"Ooh, iya. Masuk Mbak? masuk?" wanita itu duluan masuk, lalu menidurkan baby nya yang sudah tidur kembali.
Tiara masuk sambil menjinjing tasnya. Lalu pandangannya mengitari ruang tersebut, sebuah ruang yang termasuk sempit dan berantakan dengan. Mau duduk saja bingung mau duduk di mana.
Wanita itu menyingkirkan sebagian yang berantakan buat Tiara duduk yang masih berdiri, tampaknya Tiara merasa risih.
"Duduk, Mbak. Maaf sangar berantakan dan tempatnya juga sangat berantakan!" wanita itu menyilakan duduk.
__ADS_1
"Makasih, Mbak." Tiara duduk sambil mengambil handuk dari tasnya dan sejumlah makanan yang dia keluarkan.
Wanita itu melihat ke arah makanan bikin perutnya kembali berdemo dan dia mengenai air liurnya sendiri.
"Mbak, saya bawa makanan banyak, makan lah dan saya tidak memberinya racun kok. Makan lah, mungkin Mbak suka dengan makanan ini!" Tiara menyodorkan makanan tersebut pada wanita yang berada duduk di hadapannya itu.
Dia melihat ke arah Tiara dengan mata yang berbinar melihatnya. "Beneran, Mbak. Boleh aku makan?"
"Tentu, Mbak. Makan lah." Tiara sambil tersenyum manis.
Dengan tidak menunggu lama. Wanita makan dengan lahap makanan yang Tiara bawa tidak lupa dengan minumnya juga.
"Emak, Mbak. Tidak pernah saya makan seenak ini, Mbak, asli deh saya belum Nemu makanan seenak ini!" kata wanita itu sambil mengunyah dan mulutnya pun penuh dengan makanan sehingga suaranya pun agak aneh.
Tiara menunjukan wajah bahagianya melihat wanita ini makan, dia tahu kalau wanita yang sedang makan itu sedang kelaparan.
"Nama, Mbak siapa? kalau boleh tahu." Tiara menatap penasaran.
"Em ... nama saya? Dewi." Akunya sambil terus makan yang sangat banyak.
Rupanya dia bernama Dewi, dia janda di tinggal mati suaminya yang belum lama ini. Dan suaminya meninggalnya karena ulahnya sendiri yang mau menganiaya sang istri ....
...🌼----🌼...
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan lainnya ya? makasih🙏