
Hari ini, Darjat sudah membeli sebuah mobil Ferrari 488 pista. Membuat sekampung heboh, ketika mengetahui Darjat membeli mobil mewah tersebut.
Seluruh kampung heboh kalau orang kaya baru macam Darjat membeli mobil mewah dan banyak berbagi pada yang membutuhkan juga, membagi-bagi uang dan beras pada masyarakat miskin. Sudah menjadi kebiasaannya setiap minggu. Membuat nama Darjat di agung-agungkan dan namanya menjadi satu bibir.
“Aku bangga sama kamu suami ku, kamu begitu baik semua kepada orang,” ucap istrinya Darjat sambil memeluk tubuhnya.
“Iya dong … aku harus menjadi orkay yang baik hati dan tidak sombong, kita harus berbagi dengan orang yang berada di sekitar kita.” Balasnya Darjat sambil tersenyum lebar merasa senang sudah membuat orang lain bahagia.
“Tapi, dari mana harta itu? saya tidak mengerti, kok sepertinya mudah banget kau mendapatkan kekayaan. Sebenarnya dari mana sih?” sang istri mulai bertanya tentang sistem kekayaan yang dimiliki suaminya ini.
“Kan kamu tahu, aku usaha bengkel.” Akunya Darjat sambil membelai kepala sang istri yang belum lama dia nikahi nya itu.
“Tapi rasanya bengkel biasa saja!tidak mungkin lah, dengan semudah menghasilkan uang yang banyak juga,” istri Darjat mulai heran dan curiga.
“Sudahlah, jangan berpikir yang macam-macam. Kamu cukup berdoakan ku saja dan ingat, bila aku tidak menjadi orang kaya seperti sekarang ini. Orang tua mu tidak mungkin memohon-mohon meminta ku untuk menikahi mu,”
jelas Darjat sambil menarik selimutnya.
Istrinya Darjat menatapkan mata pada suaminya itu. Memang benar sekali. Dulu ketika Darjat tak berpunya, di tolak mentah-mentah oleh orang tuanya itu. Sehingga dia sendiri mengalami bagai orang mati saja.
Darjat pura-pura tidur dan menutup kepalanya dengan selimut, dia tidak mau membahas dari mana asal muasal kekayaan yang dia miliki sekaranga ini. Dia terus berpura-pura tidur meskipun sang istri menarik-narik selimut tersebut.
Setelah beberapa saat, sang istri pun sudah tertidur di sampingnya Darjat, sementara Darjat sendiri masih terjaga. Lalu dia perlahan turun dari tempat tidurnya.
Membawa langkahnya ke luar untuk melihat mobil barunya yang nangkring di garasi. Bibirnya tersenyum lebar sambil kembali membawa langkahnya ke salah satu kamar yang di khususkan buat bertemu dengan Tiara.
Tibanya di kamar khusus. Darjat menutup dan menguncinya pintu tersebut. Lalu membuka semua kain yang melekat di tubuhnya dan berbaring di atas tempat tidur.
__ADS_1
“Aku merindukanmu Tiara, Tiara ... Tiara.” Darjat menyebut nama Tiara sampai tiga kali.
Darjat berbaring di atas tempat tidur dengan bertelanjang bulat dan berbalut selimut, seolah-olah dia siap untuk bermain.
Sissssshhh ....
Sissssshhh ....
Terdengar suara ular yang berdesis di samping tempat tidur, Darjat tetap memejamkan pasang matanya. Menunggu Tiara menghampiri dirinya yang sudah sangat merindukan kehadiran Tiara di sampingnya.
“Apakah kau memanggilku? Ada apa gerangan kau memanggil ku, apakah butuh sesuatu?” suara lembut itu jelas di dekat telinga Darjat.
Darjat membuka pasang matanya dan melihat ke sumber suara, dimana gadis cantik nan molek sudah berada di dekatnya. Dengan posisi yang menggoda.
“Saya sangat merindukan Tiara, saya menginginkan kehadiranmu di sisiku saat ini.” Darjat menatap wajah bulat. Cantik, hidung mancung dan bibir tipis. Body nya pun sudah terbayang gimana indahnya.
“Benarkah kau tidak membutuhkan harta ku lagi, hem?” Tiara mendekatkan dirinya pada Darjat yang menatap lapar.
“Ooh, baiklah. Aku akan memberikanmu, karena ku tahu kau begitu perhatian kepada orang-orang sekitar, dan saya suka itu.” Tiara menunjukan senyum dan rasa bangganya kepada Darjat, tangannya membelai wajah tampan pria tersebut.
Tangan nakal Tiara meraba sesuatu yang kini berdiri tegak tapi bukan keadilan dan bersiap menyerang, tetapi bukanlah senjata. Saat ini waktunya mereka berdua bersenang-senang, keduanya melakukan ciuman panas.
Saling me-lu-mat, saling me-nye-sap satu sama lain dan tangan pun tak luput menjamah sesuatu yang mereka suka dan menjadi candu, keduanya mengguling dan saling tumpang tindih dalam permainan yang mengasikkan.
Setelah puas melepas hasrat keduanya yang beberapa kali memuncak.
“Aku akan memberikan perhiasan mu yang nantinya dapat kau jual dan kau jadikan uang. Dan aku wanti-wanti ya sama kamu, jangan sombong. Jangan menyakiti hati istri kamu ataupun pisik nya, harus tetap ingat pada yang
__ADS_1
membutuhkan.” Tiara mewanti-wanti atas semua yang tidak dia sukai.
"Aku ingat itu selalu!" Darjat meremas bokong Tiara yang berisi.
Tiara bangkit dari peraduan, menjauhi Darjat yang menarik tangannya dan meminta nambah. “Saya akan pergi, masih banyak yang harus saya urus.”
“Tapi Tiara. Aku masih merindukanmu, jangan lah pergi dulu. Temani aku sebentar lagi?” rengek Darjat sambil ikut berdiri dan memeluk tubuh Tiara dari belakang.
“Masih banyak yang membutuhkan ku, jadi jangan melarang ku atau hentikan ku.” Tiara mengubah posisi badannya menghadap ke arah Darjat.
“Kau pasti akan menemui suamimu yang lain bukan? kau itu milik ku seutuhnya dan tidak boleh ada yang lain yang memiliki mu. Hanya aku saja yang akan memiliki dirimu selamanya,” ucap Darjat sambil kembali memeluk Tiara.
“Tidak bisa. Kau harus mengerti! tidak bisa merengek seperti itu! dan jangan lah kau terlalu atau pun jatuh cinta padaku. Karena cinta mu hanya untuk sesama manusia denganmu, bukan dengan yang berbeda alam seperti ku.” Tiara langsung menghilang dari tempat tersebut.
"Tiara? Jangan pergi dulu?” pekik Darjat dengan wajah kecewa.
Namun pekikan darjat percuma, karena Tiara sudah menghilang dengan cepat kilat. Darjat mengacak rambut frustasi. Kini dia benar-benar mempunyai rasa cinta yang tumbuh di dalam hatinya terhadap Tiara, bukan sekedar berbakti dan berharap sistem kekayaan saja.
Dia buru-buru mengenakan semua pakaiannya dengan rapi dan segera kembali ke kamar sang istri takut dia curiga. Sang istri curiga, setibanya di kamar. Sang istri masih tampak nyenyak dan masih dalam posisi yang sama.
Sejenak, wajah itu di tatapnya dengan lekat dan mendalam. Dulu rasa cinta yang mendalam itu Darjat rasakan kepada wanita yang menjadi istrinya sekarang, tapi setelah berjalan nya waktu dan kehadiran Tiara dengan
segala pesonanya membuat rasa cinta itu sedikit memudar, berpindah ke yang lain hati.
...---...
“Mas, kurang apa aku Mas? setiap hari aku melayani mu dengan sepenuh hati. Tapi kau malah selingkuh dengan wanita lain. Tidak puas kah dengan ku?” pekik seorang wanita yang merasa kecewa karena suaminya yang main perempuan di luar sana ....
__ADS_1
.
Ayo mana nih, membaca tapi tidak subscribe nih ... ketauan! ayo dong dukungannya.