
"Bukankah kau memanggil ku? ada apa gerangan!" Tiara menatap lekat ke arah pria tersebut.
“Ya, aku sangat kangen kamu, aku ingin menghabiskan waktu bersama mu cintaku,” ucap Paijo sambil merangkul tubuh Tiara dengan sangat erat.
“Ingat, kau boleh merindukanku, tapi jangan lupa kewajibanmu terhadap istrimu. Karena aku tidak mau bila kau puas dengan ku dan melupakan istrimu,” suara Tiara dalam pelukan Paijo.
“Tentu, aku akan selalu mengingat pesan mu semua dan tidak akan pernah aku menyakiti hati istri ku.” Paijo memudarkan rangkulannya dan menatap dalam-dalam gadis yang berwajah cantik yang bikin dia candu itu.
Paijo mendekatkan diri ke satu titik milik Tiara yang memejamkan kedua manik matanya seolah menyambut kedatangan Paijo untuk menyentuhnya.
Sejuk dan nyess ... yang terasa, ketika bibir mereka menempel dan perlahan bergerak menyapu semua permukaan benda itu yang terasa manis.
Paijo mereguk manisnya bibir Tiara dan dia nikmati penuh dengan perasaan, tidak satu pun yang mengeluarkan suara nya, selain hembusan nafas yang mengalun merdu.
Tangan Paijo menyentuh tengkuk Tiara dan menguncinya agar tak bergerak. Satunya menjamah sesuatu yang menggantung tapi bukan buah, yang empuk namun bukan busa.
Nafas keduanya terengah-engah. Tampak berat dan seperti orang yang sedang lari maraton saja, Paijo pun menggerakkan bibirnya menelusuri area leher yang bersih dan mulus itu. Menghirup baunya yang wangi semerbak.
Lalu Paijo menurunkan baju bagian bahu nya Tiara yang terbilang rendah, dan memudahkan untuknya untuk menghujani bahu
Tiara dengan kecupan maut
Tiara hanya mampu mengeluarkan suara indahnya yang lolos dari bibirnya saja, serta mata yang merem melek merasakan sentuhan demi sentuhan liar dari Paijo.
Ketika keduanya merasa siap untuk menyatukan tubuh mereka berdua, Tiara memeluk tubuh Paijo dengan sangat erat dan ting!Yang awalnya di dalam mobil Paijo, dengan cepat kilat berpindah menjadi berada di sebuah kamar yang indah dan berbau wangi semerbak menusuk hidung.
Menambah semangat untuk meluapkan atau menumpahkan hasrat untuk bercinta. Lenguhan indah nan panjang lolos dari mulut Paijo yang memaju mundurkan tubuhnya dengan sangat teratur. Milik Tiara yang selalu baru membuat Paijo semakin dibuat dan candu untuk melakukannya lagi dan lagi.
Kini giliran Tiara yang mengatur permainannya. Dia yang di atas menjadi kendali dan Paijo yang mengikuti, membuat tangan Paijo menjadi lebih leluasa untuk meremas yang menggantung tapi bukan buah itu penuh nafsu. Lidah Tiara menyapu habis seluruh tubuh Paijo yang tengah dibuat melayang dalam percintaan.
__ADS_1
Tiara terus memacu kuda yang berjalan di tempat, lalu Paijo berbalik lagi dan kini dia kembali yang mengatur permainan sampai selesai. "Ooh ...."
“Sayang-sayang, jangan berhenti dulu? aku masih rindu,” pinta Tiara sambil merangkul punggung nya Paijo yang hampir saja merasa lelah dan ingin menyudahi ritualnya tersebut.
Namun tiba-tiba semangatnya naik kembali. Dan lalu menggencarkan kembali kecupan dan permainannya dengan penuh gairah.
“Ooh … sayang, kau begitu prima dan kuat. Bikin aku merasa puas, dan buat aku melayang ke awan.” Tiara meracau, bicara tak karuan.
Bibir Paijo tersenyum puas, Paijo ingin Tiara merasa candu pada dirinya biar dia tidak membutuhkan orang lain lagi selain dirinya.
Namun bukan Tiara Siluman ular namanya, kalau puas dengan satu pria saja, dia punya banyak suami karena memang untuk membantu kebutuhan mereka dalam keuangan para manusia yang kekurangan dalam hal ekonomi khususnya.
Paijo tidak mampu lagi untuk bertahan dan akhirnya dia tumbang juga di atas dada Tiara dengan nafas yang terengah-engah. Setelah melepas miliknya dari milik Tiara, Paijo kalah, tubuhnya di samping gadis cantik itu.
Tiara membelai rahang pria itu dengan lembut dan menatapnya dengan sangat lekat. “Apa kau merasa puas dan bahagia?”
Tiara mengulas senyumnya yang manis dan penuh rasa senang. Melihat pasangannya bahagia membuatnya pun merasa sangat bahagia.
“Apa yang kau inginkan dari ku malam ini?” selidik Tiara sambil menempelkan dagunya di dada Paijo sesekali mengecup dada itu dengan nakal.
Paijo menghela nafas panjang sambil menarik wajah Tiara dan lantas di kecupnya sangat mesra. “Yang aku mau malam ini darimu adalah ... menghabiskan malam dengan mu.”
Tiara terdiam tak berkata-kata tuk sementara waktu karena mulut nya dibungkam oleh bibir Paijo yang beraksi di mulutnya.
“Sungguh kau tidak membutuhkan apapun dariku?” pada akhirnya Tiara kembali bertanya dengan tatapan heran.
“Tidak ... aku hanya menginginkan dirimu sendiri!” Paijo kekeh dengan jawabannya.
“Jangan begitu sayang ku. Kau punya keluarga dan aku ingin kau kembali padanya dan kita bersama hanya bersifat sementara saja. Bukan untuk selamanya.” Tiara mengusap wajah Paijo.
__ADS_1
Lalu Tiara bangkit yang Paijo tarik hingga terjatuh ke pelukannya, dan Tiara dipeluk dengan sangat erat. Mengunci tubuh gadis cantik itu sampai kesulitan bernafas.
“Mas. Aku harus pergi dan tidak bisa terus bersama mu, karena ada masanya kita bertemu dan terpisah.” Tiara lirih dan lantas mengecup bibir Paijo hingga dia melepaskan rangkulannya.
Tiara segera merapikan dirinya kemudian pergi dan meninggal kan perhiasan mahal untuk Paijo.
“Jangan pergi, aku mohon tetaplah bersama ku dan hidup bersama dengan ku!” pekiknya Paijo.
Kemudian ... Paijo memejamkan kedua netra matanya, dia merasa sangat kelelahan dari pergulatannya yang cukup menyita tenaga tersebut.
Sekitar beberapa jam kemudian, Paijo terbangun dan dia sudah berada di dalam kembali, padahal waktu itu dengan Tiara berada di sebuah kamar yang indah dan luas.
Paijo celingukan dan mengumpulkan kesadarannya, mengingat apa saja yang telah terjadi padanya. Menatap
tubuhnya yang tak berkain itu! barulah dia sadar dan membingkai sebuah senyuman bahagia, tersenyum puas. Buru-buru dia merapikan diri serta melihat suasana sekitar, dimana sepertinya ini sebuah pagi yang sangat cerah dan suara kicauan burung pun saling bersahutan.
Paijo keluar dari mobilnya, karena perutnya terasa lapar dan kebetulan tidak jauh dari mobilnya terparkir itu ada sebuah warteg.
Dan Paijo langsung di hampiri beberapa orang. Katanya mobil Paijo sudah sehari dua malam terparkir di situ namun orangnya tidak ada, mereka pun menanyakan kabar Paijo sendiri.
Paijo sendiri merasa heran dengan omongan mereka kalau dirinya di sana satu hari dua malam. Toh dia merasa Cuma semalaman kok,
Dia sadar betul, kemarinnya pergi bekerja dan malamnya menemui Tiara dan beberapa waktu bersama Tiara. Nggak mungkin sampai sehari semalam, paling semalam saja. Tapi mereka bilang sehari dua malam.
Bikin Paijo merasa pusing dan tidak habis pikir. Namun dia lantas memesan makanan sebab bagaimanapun perutnya harus terisi ....
.
Like komen dan lainnya juga, ayo subscribe juga🙏
__ADS_1