Tiara Siluman Ular

Tiara Siluman Ular
Mencekam


__ADS_3

“Kau bertanya kenapa? karena kau kurang pandai merawat diri.” Jawabnya dengan senyuman kecut di bibirnya.


“Mas, saya begini karena kurang ada waktu untuk mengurus diri, karena apa kau tau? Kerena aku terlalu sibuk mengurus keluarga, rumah tangga dan suami. Dia cantik dan menarik karena yang dia urus Cuma dirinya sendiri


sendiri, faham itu? dan bila dia menjadi istri mu pun! belum tentu mau mengurus mu. Ujung-ujungnya istri juga yang di rumah yang kau bikin repot.” Sang istri kembali memekik.


Pria itu hanya menatap intens pada istrinya yang memang berpenampilan berbeda jauh dengan wanita di luaran sana. Lihatnya aja berasa jijik.


"Saya minta cerai! saya tidak sudi mempunyai suami yang hobinya main perempuan. Dan anak-anak kau kamu yang urus, biar saya bisa mengurus diri sendiri biar cantik seperti wanita-wanita penggoda di luaran sana!" sang istri melangkah hendak meninggalkan suaminya.


Geph.


Tangan sang istri di tangkap. Plak! tampan hangat menjiplak di pipi sang istri. "Enak betul, kau mau lari dari kenyataan. Meninggalkan anak-anak, kau itu ibunya yang seharusnya ada buat mereka!"


"Auw ..." sang istri memegangi pipinya yang terasa panas dan sakit


"Itu, hukuman buat kau ya g kurang ajar." pria itu menarik sabuknya.


"Apa, kau bilang enak betul? kan itu seperti yang kau suka di luaran sana, aku akan melakukan yang sama dan mempercantik diri. Tapi bukan untuk mu tetapi untuk diriku sendiri dan pria lain, karena aku juga masih. Bisa mendapatkan pria lain, bukan cuma kamu, Mas!" Teriak wanita tersebut.


"Kurang ajar." Pria itu mencambuk tubuh sang istri dengan sabuk, sang istri berusaha menghindar dan pergi. Tetapi selalu di tangkap dan tersungkur.


"Auw, auw. Saya akan melaporkan mu pada polisi." tangan sang istri bisa menangkap sabuk yang di pakai mencambuk dirinya. Namun tenaganya kalah kuat dari suaminya.


Yang ada tangannya merasa panas perih, sakit. Rebutan sabuk dengan pria yang kini kalap itu.


"Silakan kau laporkan! karena sebelum kau melaporkan ku, aku antar kau ke alam lain ha ha ha ..." pria itu tertawa dan lalu menjambak rambut istrinya dengan niat mau di bentur ke tembok.


Sia istri memejamkan kedua manik matanya sambil memegangi tangan suaminya menjambak kuat rambutnya.


Belum sempat melancarkan aksinya.


Jebettttt ....

__ADS_1


Tangan si pria di cambuk dengan ekor ular yang cukup besar. Hingga kebas dan kesemutan.


Keduanya kaget, melotot dengan sangat sempurna. Melihat kedatangan ular besar berwarna emas yang tiba-tiba berada di sana.


Si istri meringsut ke dekat dinding. Dan suaminya masih sempat mencari benda yang dapat dia gunakan untuk memukul si ular tersebut setidak nya dapat mengusir dari tempat mereka.


"Pergi? pergi!" pria itu mengulang gagang sapu dan di pukulkan ke arah ular yang terus menyerangnya sedemikian rupa, dan si pria sudah terkena patukan ular beberapa kali yang membuat pria tersebut lemas dan tubuhnya luruh ke lantai.


"Mas? Mas bangun!" walaupun merasa takut, tetapi sang istri dengan cepat memeluk kepala sang suami yang mulai pucat Paseh wajahnya dan perlahan mengeluarkan busa dari mulutnya.


Biarpun tadi kecewa dan marah semarah-marah, bahkan di sakiti juga. Namun melihat demikian! jelas dia tidak tega.


"Mas, Mas ..." jerit sang istri. "Tolong?"


Suasana yang tadi ramai dengan pertengkaran. Berubah mencekam dengan jeritan dan tangisan


Pria tersebut meninggal di tempat sebelum di bawa ke rumah sakit pun.


Tiara tersenyum senang. "Mampus kau. Jangan macam-macam sama perempuan, kau lupa ibumu juga perempuan!"


Setelah sang istri tersadar, bahwa di rumahnya itu ada ular dan itu juga yang menyebabkan suaminya meninggal. Dia langsung bilang pada orang-orang agar menyisir semuanya isi rumah, takutnya ular tersebut masih berada di dalam sana.


Tiara pun pergi dari rumah duka, dengan senyuman yang senang. Karena sudah membasmi laki-laki pengecut yang bisanya menyakiti hati wanita.


Kini Tiara kini sudah berada di kediaman Paijo yang tampak sangat bahagia. Dan sekarang mereka sedang kedatangan tamu yang mengajak Paijo bisnis perikanan.


"Saya tidak menjanjikan untung banyak, tapi pasti untung terus, karena yang saya dan teman-teman lain alami nih, ya ... yang sudah terbukti. Modal 100jt. dalan kurun satu tahun sudah kembali modal dan untung yang besar, karena dalan satu tahu itu. Dapat menghasilkan ikan beberapa kali, Bung!" ujar seorang tamu yang dengan kata-kata yang menjanjikan.


Paijo dan istri pun tergiur untuk turun modal, tergoda dengan untung yang menjanjikan katanya.


Kedua tamu ya saling bertukar pandangan dengan senyuman yang mengandung arti.


"Jangan Mas, jangan ikutan, aku tahu kalau orang ini mau menipu mu Mas." kata Tiara yang berada tidak jauh dari tempat mereka berbincang.

__ADS_1


"Saya sangat tertarik dengan bisnis anda, terus kolamnya di mana?" Paijo menanyakan tempatnya dimana.


"Tempatnya di Bandung, di Surabaya dan di Semarang. Semua berjalan lancar, maklum ikannya bukan cuma buat impor saja tapi juga ekspor juga." Jawabnya salah satunya.


"Ikan, apa ya Mas?" selidik istrinya Paijo penasaran.


"I-itu, ikan lele dan ikan mas. Karena itu ya g sedang ramai di pasaran, Mbak. Mas!" jawab yang satunya.


"Mas, ikutan! lumayan kan per tahun bisa kita dapatkan hasil dari itu buat biaya sekolah anak kita besar nanti," ucap sang istri pada Paijo yang juga tertarik.


"Aduh, gimana nih? aku harus mencegah mas Paijo untuk keluarkan modal. Karena orang itu mau nipu, jangan mas.jangan tergoda. Aduh gimana sih? aku muncul langsung di sana juga gak mungkin! mereka bisa curiga!" Tiara bermonolog sendiri.


"Tapi ada tandatangan di atas materi kan?" Paijo mantap kedua tamu ya dengan pandangan yang meneliti.


"Tentu, tentu iya, ada tanda tangan di atas materai nya. Dan saya sudah siapkan kok, si tamu menunjuk map yang sudah dia siapkan.


"Gimana, Mas?" sang istri menatap pada sang suami, yaitu Paijo.


Paijo mengangguk-angguk kepalanya. Dan dia sangat tertarik dengan tawaran kerja sama tersebut. "Baiklah, saya ... berminat tapi ...."


Bugh!


Suara sesuatu yang terjatuh dari satu tempat yang entah dimana asalnya.


Membuat semua terkaget-kaget dan celingukan saling pandang. Paijo buru-buru bangkit Darjat Darjat dan mencari suara yang tadi terjatuh.


"Dimana? suara yang tadi? apakah Tiara ada di sini?" batinnya Paijo sambil menajamkan pendengaran dan penglihatan.


Ketika melintasi suatu ruangan. Tangan Paijo ada yang tarik dan hampir saja Paijo berteriak saking kagetnya.


Pas menoleh, rupanya gadis cantik yang menarik tangannya itu. Siapa lagi kalau bukan Tiara. yang memberinya sistem kekayaan ....


.

__ADS_1


Jangan lupa subscribe dan dukungan lainnya ya?


Makasih.


__ADS_2