Tiara Siluman Ular

Tiara Siluman Ular
Menggoda


__ADS_3

“Kami ingin tempat tinggal, agar kami dapat tinggal dan bisa tidur nyenyak kembali.” Celetuk salah satu warga yang rumahnya hancur lebur.


“Iya, semoga kalian akan dapat rejeki yang banyak ya? agar rumah kalian kembali berdiri dengan kokoh. Dan bahkan lebih bagus dari sebelumnya,” harap Tiara, semua terdiam dan mendengar kan kata-kata dari Tiara.


Tiara harus memikirkan gimana caranya supaya bisa membantu warga dengan merata. Tetapi bila semua nya harus di bantu satu-satu sih gak mungkin juga.


Saat ini Tiara tengah menyendiri di sebuah tenda. Namun hanya ada dia sendiri yang tempati karena yang lain sedang menikmati makan malamnya.


"Neng, kenapa tidak makan?" tanya Wahab sambil nongol kepalanya masuk ke dalam tenda.


"Mas, aku masih kenyang." Tiara menoleh pada Wahab yang kini duduk di dekat jalan keluar tenda.


"Ooh ... kenapa melamun? nanti kesambet jin lho sendirian di sini!" ucap Wahab sambil mesem.


"Siapa bilang sendirian, Mas? kan ada si Mas yang nemenin aku gitu." Balas Tiara dengan lemparan senyumannya yang menggoda.


Tubuh Wahab menegang melihat senyuman Tiara yang begitu menggoda.


"Kenapa Mas? jangan melihat ku seperti itu lah, Mas ... aku jadi malu aku!" Tiara tersipu malu.

__ADS_1


Kemudian tangan Tiara menyentuh paha Wahab. Dia menatap ke arah Tiara yang tersenyum indah.


"Jangan malu, Neng ... aku suka melihat Neng yang cantik dan murah senyum juga baik." Wahab memuji Tiara.


"Mas, bisa aja. Aku tambah malu!" Tiara menatap ke arah Wahab dengan sangat lekat.


Entah magnet apa yang menarik tubuh Wahab sehingga membawa dirinya masuk mendekati Tiara.


Selanjutnya tenda itu menjadi saksi kisah cinta antara Tiara dan Wahab, di bawah sinar bulan yang benerang memperlihatkan sinarnya yang sempurna menemani malam.


Semua orang merasa heran dengan salah satu tenda yang mereka tempati sebelumnya, tenda tersebut raib entah kemana.


Semua heran dan tidak habis pikir dengan keanehan ini. Sehingga mereka terpaksa berdesakan tidur di tenda yang lainnya.


Sementara Wahab dan Tiara sedang asik memadu kasih di tempat yang sama. Namun itu tidak terlihat oleh orang-orang ataupun warga.


Tempat itu sengaja Tiara tutupi agar tidak dilihat oleh warga setempat.


Keduanya masih asik bergumul menikmati keindahan tubuh masing-masing. Wahab lupa kalau ini salah, dia terlalu hanyut dengan suasana. Dan menikmati pelepasan yang belum dia rasakan sebelumnya.

__ADS_1


Wahab terkulai lemah di samping gadis pemberi sistem kekayaan yang instan tersebut.


Seperti kali ini. Tiara pun sudah menyiapkan kekayaan buat Wahab beserta keluarga. "Mas, di kantong itu, aku sudah siapkan sejumlah uang untuk membangun rumah mu da warga juga. Namun yang pertama-tama bangun rumah untuk keluarga dulu, setelah itu kau bangunkan rumah semua warga yang hancur. Tetap kalau rumahnya yang rusak, dulukan saja."


Wahab terkejut dan melotot kan kedua netra nya tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan. "Apa? apa aku tidak salah dengar? ini bukan satu atau dua rumah lho."


"Tidak, kau tidak salah dengar," Tiara berkata sembari tersenyum.


"Itu tidak akan cukup uang sedikit, Neng ..." Wahab menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa, Mas, yang penting uangnya ada untuk membantu mereka. Dan jangan terlalu mengharap bantuan dari pemerintah, Mas. Mending usaha sendiri!" tambahnya Tiara sambil mengenakan pakaiannya kembali.


Kedua netra mata Wahab tertuju pada kantong kresek yang Tiara bilang itu uang. Dengan rasa penasaran, Wahab bangun dan tidak lupa memakai celana pendeknya dan lalu berjalan mendekati kresek tersebut.


Tangan Wahab menyentuh dan membukanya dan ternyata isinya memang benar gepokan uang yang banyak, bikin mata Wahab melotot dengan sangat sempurna dan serta tampak berusaha menelan saliva nya.


Wahab mematung tak bergeming menatap banyaknya uang itu di dalam kantong tersebut ....


.

__ADS_1


...🌼----🌼...


Tiara, walau di balik hiper s*k nya, tetapi dia adalah sosok penolong bagi yang membutuhkan.


__ADS_2