Tiara Siluman Ular

Tiara Siluman Ular
Curiga


__ADS_3

Paijo berjalan mendekati tempat yang tadi terdengar ada yang jatuh. Karena terdengarnya dari kamar sebelah. Paijo pun jelas mendatangi kamar tersebut dan setelah masuk segera menutup rapat dan menguncinya.


Menyisir pandangannya ke seluruh ruang tersebut dan pasang matanya mendapatkan seekor ular besar dan berwarna keemasan sedang meringkuk di atas tempat tidur dan seketika berubah menjelma menjadi seorang wanita yang sangat cantik nan jelita.


“Tiara, kamu datang?” gumamnya Paijo sambil berjalan mendekat.


“Apa kau memanggil ku dan memerlukan sesuatu?” Tiara memandangi ke arah Paijo yang semakin mendekat.


“Aku sesungguhnya tidak memeluk apa pun selain itu menginginkan dirimu.” Paijo menatap penuh kerinduan yang teramat mendalam.


“Benarkah kau merindukanku? apa kau tidak menyakiti istrimu?Datangi lah dia dan lakukan kewajibanmu dengan baik padanya.” Ungkap Tiara sambil mengulas senyumnya dengan indah.


“Tidak, aku tidak menyakitinya dan aku sudah mendatangi dia melihat mana yang seharusnya.” Akunya Paijo dengan tatapan yang tidak pernah lepas dari sosok Tiara.


“Karena aku paling tidak suka pada laki-laki yang suka menyakiti istrinya atau menyia-nyiakan istrinya, dan itu salah satu yang buat aku murka pada pengikut ku!jadi jangan coba-coba kau melawannya,” ujar Tiara sambil mengelus dada Paijo yang tidak memakai baju itu.


“Saya akan selalu mengikat itu Tiara, saya tidak akan menyakiti wanita dan itu bukan tipe saya yang harus menyakiti istri, saya berjanji akan selalu mengingat pesanmu itu,” Paijo meyakinkan.


“Bagus, pegang lah janji mu itu yang harus akur dan perhatian pada istri. Bila kau tidak ingin aku marah dan murka, sebab aku Tiara siluman ular. Paling tidak suka dengan laki-laki yang suka menyakiti istrinya. Aku benci dengan laki-laki semacam itu.” Tiara menatap tajam pada wajah laki-laki yang kini begitu dekat dengan dirinya itu.


Perkataan dari Tiara bikin Paijo menciut dan merasa takut, namun tidak menyurutkan niatnya yang ingin meluapkan rasa rindunya pada Tiara untuk menyempurna kan sesuatu yang tadi masih tergantung.


“Aku sangat merindukanmu dan menginginkanmu, Tiara.” Bisiknya sambil menyingkirkan rambut yang menghalangi pipinya dan dia selipkan dibelakang telinga gadis cantik tersebut.


“Benarkah kau merindukanku?” tanya Tiara dengan tatapan yang mendamba pada pria yang bertelanjang dada tersebut.

__ADS_1


“Itu benar-benar istriku. Aku sangat merindukan dirimu!”suara Paijo mulai aneh dan bergetar. Merasakan sesuatu yang langsung naik ke ubun-ubun, darahnya bedesir hangat ke sekujur tubuh dan berkumpul di satu titik.


Tiara lebih mendekat dan merapatkan tubuhnya dengan pria yang kini memeluknya dan menatap yang berkabut penuh damba, menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar genggaman dan kecupan yang Paijo gencarkan menyerang bagian wajah dan leher.


“Wahai suami ku. Lakukan lah... aku pun rindu sentuhan darimu!” suara manja Tiara begitu menggoda yang membuat Paijo semakin menggencarkan serangannya.


Paijo semakin memperdalam ciumannya, yang menimbulkan sensasi yang aneh menggelenyar ke sekujur tubuh. Nadinya berdenyut merdu dan meminta lebih jantung yang berdegup lebih kencang menenangkan semangat yang lebih tinggi.


“Ooh ... kau selalu membuat ku candu istri kedua ku.” Paijo memejamkan kedua matanya merasakan betapa nikmatnya tubuh Tiara yang selalu baru. Itulah yang Paijo rasakan, Tiara jauh berbeda dari istrinya yang sudah memberikan dia dua anak.


Mesin Tiara selalu bagus setiap dia pakai. Tidak pernah terasa bekas, baru terus, tubuhnya yang bergetar hebat dan terus membuat bermacam-macam gerakan selain maju mundur bergoyang poco-poco.


“Aach … aku menginginkanmu dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.Semuanya aku suka darimu ooh ....”


Lenguhan dan de-sa-han atau suara-suara aneh memenuhi ruang yang berukuran 3x4 tersebut. Dalam cinta yang mereka lakukan, gulat yang semakin panas.


Dari balik pintu, ada yang sedang menajamkan daun kuping nya mendengarkan suara dari dalam kamar tersebut. Rupanya, istri Paijo terbangun dikarenakan bayinya terbangun kehausan meminta asi dan sang istri menemukannya suaminya tidak berada di tempat. Padahal tadi tidur memeluk dirinya dengan erat.


Lalu setelah memberi asi nya, istri Paijo menidurkan sang bayi lalu kemudian mencari keberadaan sang suami yang tidak berada di tempat dan di toilet pun tidak ada.


Ketika tiba di depan kamar yang tidak jauh dari kamar nya itu. Terdengar suara-suara aneh sehingga dia merasa curiga serta menghentikan langkahnya dan berdiri di depan pintu kamar tersebut.


Wanita itu memegang pegangan pintu dan mendorongnya, tetapi pintu itu terkunci dari dalam.


“Apakah Mas ku berada di sana, sedang apa?” gumamnya sambil menajamkan pendengarannya ke arah dalam kamar tersebut dan terdengar lagi sayup-sayup suara pria yang sedang keenakan.

__ADS_1


Istri Paijo menggigit bibir bawah dan meremas ujung bajunya, lalu berjongkok mencari celah kunci, siapa tahu bisa mengintip dari sana. Namun hasilnya nihil karena tidak sedikit pun bisa melihat yang berada di dalam sana.


Dia bangun dan berdiri kembali sambil terus menajamkan pendengarannya lalu di tempelkan ke daun pintu tersebut. Kini tangannya bergerak mengarah ke daun pintu, mau mengetuk dan memanggil suaminya. Namun baru saja bersiap-siap punggung jari di dekat daun pintu dan bibir baru menganga, sudah terdengar suara bayi yang menangis bangun lagi.


Sehingga istri Paijo langsung memutar badan serta membawa langkahnya berjalan cepat kembali ke kamar pribadi dimana baby nya menangis.


Di dalam. Tiara dan Paijo sudah menyelesaikan kewajibannya dengan sempurna dan kini mereka tengah berbaring dan berpelukan sambil bercengkrama.


“Mas, tadi istrimu mencurigai kamar ini, sehingga dia berdiri di depan pintu dan mengintip. Karena mendengar suaramu yang lepas keluar,” ujar Tiara sambil glendotan di pelukan Paijo.


Paijo kaget. Terus, dia mengintip dan melihat kita. Kita ketahuan?” Paijo panik dengan suara yang bergetar dan masih ngos-ngosan sisa barusan yang belum direhabilitasi.


“Tidak. Dia tidak bisa melihat kita berdua, kalau sampai dia melihat kita ... tentunya dia akan shock, bisa-bisa pingsan nanti gara-gara melihat wujud asli ku bersama suaminya.” Lanjut Tiara kembali sambil bangun.


“Ya syukurlah kalau begitu, jantungku hampir copot nih.” Paijo menghela nafas lega sambil menarik bahu Tiara agar jatuh ke dalam pelukannya kembali.


“Kau harus pandai menyimpan rahasia ini dari istrimu, karena ini bukan cuman menyangkut harta saja. Tetapi suami juga, istri mana yang akan rela suaminya mempunyai istri lain dengan alasan apapun. Dan ujung-ujungnya istri kamu yang tersakiti.” Tiara menjauh dari Paijo, lalu memakai semua pakaiannya.


Paijo mengangguk pelan.


Kemudian Tiara bersiap pergi dan meninggalkan sepaket perhiasan yang bersama kotaknya, sementara Paijo menatap berat ke arah Tiara yang kini telah menghilang ....


.


...Bersambung!...

__ADS_1


__ADS_2