
Bastian memandang Laila, sudah habis kesabarannya melihat gadis itu. Bagi Bastian sejak bertemu dengan Laila ia tak pernah beruntung. Ia slalu saja sial.
" sekarang rencana lo apa? " tanya Bastian memecah kesunyian ruangan itu.
" aku ngga tau " pasrah Laila.
Bagi Laila usaha nya untuk jauh dari kekuasaan orang tuanya sudah gagal sejak tadi bertemu Satria. Laila yakin orang tuanya akan segera menemukan Laila dan memaksa nya untuk kembali.
" ok. gue jelasin ya sama lo" kata Bastian sambil menghembus nafas dalam dalam .
" Satria adalah anak dari om gue. dan gue sama Satria emang disuruh untuk menikah. dan lo tau ketika itu gue dan Satria menolak perjodohan itu. karena gue sama Satria berfikir kalau lo itu ngga banget." ucap Bastian menjelaskan kronologi perjodohannya.
" tapi om gue bersikeras memaksa Satria . karena bagi om gue ini akan menguntungkan buat dia. karena Satria sangat susah ia kendalikan" lanjut cerita Bastian.
Menurut pandangan Laila ia tak mau tau apapun alasan Satria dijodohkan.
" lo tau Satria berhasil menerima perjodohan ini .dan dia telah berubah .tapi gara gara lo kabur, dia kembali menjadi Satria yg seperti dulu." wajah Bastian mulai memerah karena marah terhadap sikap Laila. tanpa ia tau bahwa Satria yg menyebabkan gadis itu kabur dari rumah.
" kamu ngga tau. Satria seperti apa. " laila menimpali semua tuduhan dari Bastian
" dia ngga sebaik yg kamu kira , bahkan aku juga tidak yakin dengan satria"
" lalu kenapa lo bilang gue pacar lo? yg semakin membuat suasana kacau."
" aku ngga tau harus gimana lagi , untuk menghindari satria "
" baiklah. kalau lo ingin menghindari nya. "
" terimakasih . sudah mau mengerti"
" besok lo harus balik kerumah lo"
" ngga mau"
" lo harus mau. karena kalau lo ngga balik kerumah lo , gue ngga akan bantuin lo menghindar dari Satria"
" emang harus balik kerumah itu?"
" iya harus. dan bilang sama orang tua lo . kalau lo akan menikah dengan gue."
" apa? "
" iya , dengan cara itu lo bisa menghindar dari Satria.
" baiklah."
mereka berdua pun setuju akan menikah . dan Laila kembali lagi ke rumah orang tuanya.
******
Pagi pagi sekali laila sudah sampai didepan rumah keluarga nya . rasa rindu sekaligus takut bertemu dengan ayahnya kini muncul dibenaknya.
kriet..suara pintu terbuka. ternyata pembantu rumah Laila , bi Ijah yg akan pergi belanja.
" non Laila" sapa bi Ijah yg kaget melihat nona mudanya telah kembali
" bi ijah" seru Laila dan memeluk bi Ijah. bagi Laila bi Ijah adalah orang tua kedua baginya. ayah dan ibunya yg slalu sibuk dengan urusan masing masing bahkan mereka yg jarang bisa berkumpul bersama, bi Ijahlah yg slalu menemaninya
__ADS_1
" bi.. ibu ada?"
" ada non, ayo non masuk. biar bibi panggil nyonya sebentar. " ajak bi Ijah sambil menarik tangan Laila untuk masuk ke dalam.
" non .. tunggu sebentar ya."
" iya bi" Laila memandang ruangan itu.
masih sama , tidak ada yg berubah. syukurlah gumam Laila.
ibu Laila yg mendengar putri nya kembali sontak lari dengan segera . ia tak sabar ingin bertemu dengan Laila
" Laila.." panggil ibu Laila menghampiri Laila dan memeluk putri semata wayangnya itu
" ibu.. " tangis Laila pecah dipelukan ibunya.
" gimana kabar kamu sayang" tanya ibu Laila sambil melihat Laila dari ujung kaki hingga ujung kepala.
" aku baik baik saja bu" jawab Laila terharu
" sayang kamu ngga akan pergi lagi kan?"
" iya Laila ngga pergi lagi ko bu"
" syukurlah" peluk ibu laila mendengar perkataan putrinya.
" Laila." panggil ayah Laila dari tangga sambil berjalan menuju Laila dan ibunya
" ayah.." ucap Laila pelan
" sudah berubah fikiran kah " tanya ayah Laila yg membuat ibu Laila kaget. bagaimana bisa seorang ayah yg baru melihat putrinya kembali langsung bertanya demikian.
" kenapa? dia kan kabur seolah olah tak butuh kita" ucap ayah laila menyebalkan
" ayah.. cukup. Laila tau Laila salah, tapi apakah ayah tak berfikir seperti apa itu Satria" ucap Laila tak tahan akan sikap ayahnya
" apa penting nya itu. yang lebih penting adalah kamu bisa menjadi keluarga terhormat" kata ayah Laila seolah putrinya itu tak mempunyai perasaan.
" ayah.. tadinya aku kesini untuk berbicara baik baik pada ayah . tapi aku salah, ayah tetap masih sama. tak pernah mengerti perasaan ku" ucap laila dan mendekati ibunya
" bu..maaf , sepertinya Laila menarik kata kata Laila bu. Laila harus pergi" ucap Laila dan pergi meninggalkan rumah itu
" Laila .. tolong jangan sayang" ucap ibu Laila mencegah.tapi Laila tak menoleh sedikitpun
" mas .. apasih mau mu? " tanya ibu laila terhadap suaminya
" biarkan saja dia. nanti juga dia kembali" jawab ayah Laila dengan santai dan bergegas ke meja makan.
******
Laila menuju ke kantor Bastian. ia memilih untuk tetap menjadi sekertaris Bastian dan meninggalkan rumahnya.
" permisi " ucap Laila membuka pintu ruangan Bastian
" iya " jawab Bastian yg sedang memperhatikan layar laptopnya
" Pak Bastian. " panggil Laila , Bastian pun menoleh ke arah Laila.
__ADS_1
" Bagaiman Laila? ayah kamu sudah setuju kalau kita menikah?" tanya Bastian
" saya belum berdamai dengan ayah saya" ucap Laila sambil menunduk
" huft.. " helaan nafas Bastian begitu terdengar di telinga Laila
" Lalu apa yang ingin kamu lakukan sekarang ? "
" saya akan bekerja disini "
" Baiklah.. "
" apa bapak tidak keberatan?"
" bagaimana bisa aku kebaratan, sedangkan kamu sekarang adalah pacar saya"
" em.. soal itu kita kan pura pura pak, jadi saya harap bapak tidak baper"
" hei.. siapa yg baper" jawab Bastian dengan wajah merah padam
" oh.. bapak tidak baper ya" Laila berharap lelaki didepannya itu memang baper.
" tentu saja tidak. oh iya . kita akan pergi ke negara x . disana kita ada perjalanan bisnis. jadi kamu siapkan semua keperluan saya dan keperluan pribadi kamu."
" kapan pak?"
" besok"
" ko mendadak pak?"
" sebenarnya ini proyek sudah ada bulan lalu , tapi memang baru bisa terlaksana bulan ini"
" lalu , siapa saja pak yg akan kesana"
" yg pasti Satria , Pras , Alan dan romeo akan ikut "
" apa!!!"
" iya.. dan perempuan hanya kamu saja yg ikut. karena kami tidak mau ribet nantinya"
kenapa jadi aku terjebak begini sih gumam Laila sambil menghentakkan kaki nya pelan.
sebenarnya Bastian sudah memperkirakan kejadian ini. ia yakin dengan sifat Laila yg keras kepala dan ayahnya yg tak berperasaan itu. Bastian berencana akan mendekatkan Satria dengan Laila. agar kesalah pahaman antara mereka selesai.
******
Hari yg ditunggu tiba mereka berangkat ke Negara x.
Disana ada sebuah apartemen khusus milik Perusahaan Y. Sebenarnya ini bukanlah perjalanan bisnis, tapi demi melancarkan rencananya Bastian mengkelabui mereka semua.
Selang beberapa jam kemudian mereka sampai di Negara x. Satria yg melihat Laila ikut bersama mereka dalam satu apartemen pun mendekati Laila.
" Laila.." Satria memanggil Laila yg tak menyadari adanya Satria
" Satria " jawab Laila datar
" kamu ikut juga" basa basi Satria. ia sudah menduga ini pasti rencana Bastian.
__ADS_1
basi banget sih, udah tau ikut masih nanya pikir Laila yg enggan dekat dengan Satria.
Laila tak menjawab . ia hanya tersenyum kecut agar Satria tak curiga bahwa ia sedang memaki lelaki didepannya itu.