
pukul 05:00 laila bangun dan segera bergegas ke kamar mandi, ia tak ingin telat dihari pertama nya kerja
"la..lala...lala..lla..." dendang laila sambil memilih baju yg akan di kenakannya.
hampir setengah jam ia memilih baju, sampai tak sadar kamarnya seperti kapal pecah
" oh my.. aish.." sadar laila setelah melihat semua baju nya yg sudah tergeletak memenuhi kamarnya dan merapikan nya kembali .
ia menengok jam dindingnya yg menunjukan 06:30
"alamak.. aku belum selesai dandan" cemas laila, laila memoles pipinya kanan kiri , memakai lip gloss . memakai sepatu dan mengambil sling bag kesayangannya.
laila berlari menuju halte bus yang biasa ia tumpangi, dan bersyukur bus itu baru sampai dihalte.
" pak.." lambai laila
sang supir pun menghentikan busnya
laila dengan segera melangkah ke dalam bus.
beberapa menit kemudian laila sampai dikantor nya.
ia bergegas ke ruangan romeo karena seperti yang diberitahukan bahwa ia akan menjadi sekertaris romeo.
tunggu aku kan belum tau ruangannya dimana batin laila
__ADS_1
laila menghampiri pihak receptionis untuk mengetahui dimana ruangan bosnya
" mbak maaf, ruangan pak romeo sebelah mana ya? " laila bertanya sambil melebarkan senyumnya
" lantai 11 mbak laila" kata receptionis itu membalas dengan senyum
" oke.. makasih ya mbak "
laila bergegas menuju lift untuk mempercepat tujuannya, ia langsung memencet tombol 11 ,
lantai dimana ruangan romeo terletak.
laila sampai di lantai 11 , dan ternyata disana hanya ada 1 ruangan yg begitu besar bahkan melebihi ruangan yg dilantai bawah yg dibagi berbagai ruangan.
tapi apalah daya otaknya sudah terkuras habis oleh tenaga yg selama ini ia pake untuk bertahan hidup
nasib nasib batin laila
laila mengetuk pintu itu , dan terdengar suara dari dalam ruangan itu
" masuk"
" permisi pak romeo" sahut laila sambil membuka pintu
dan seperti adakadabra dihadapan laila , laki laki yg tempo lalu ada di bus yg ia marahi gara gara tak tau diri itu sedang duduk di kursi pak romeo dan sedang memeriksa berkas berkas
__ADS_1
" kamu laila yg akan bekerja untuk saya" kata laki laki itu tanpa menoleh
" be..**..ul pak" jawab laila gugup
" ngga usah grogi , memang saya tampan tapi maaf saya masih ingin sendiri" kata laki laki itu sambil tersenyum dan belum mengalihkan pandangannya
gila, mimpi apa aku semalem .. bos aku bukan pak romeo ganteng batin laila berteriak.
karena laila tak menjawab bastian memilih untuk melihat gadis seperti apa sih yg menjadi sekertarisnya. betapa kagetnya bastian melihat sosok wanita yg didepan nya. wanita yg memarahinya dibus.
" elllo...." teriak bastian sambil berdiri dari kursinya
haduh mati aku, ibu.. tolong anakmu yg datang ke sarang lebah batin laila .muka laila yg tadi sumringah menjadi merah padam karena takut dan cemas.
" ngapain lo disini, mau jadi pahlawan lagi? "
" tidak pak, saya disini ingin bertemu pak romeo"
" romeo? heh cwe sialan ... lo ngga tau kalau romeo itu ruangannya bukan disini" kata bastian dengan aura benci
" tapi.. tadi kata receptionisnya pak romeo ada di lt 11" kata laila menunduk sambil menarik narik jarinya
" bwahahahhahah" tawa bastian menggelegar hingga membuat laila yg mendengarkan bergidik ngeri
tuhan.. aku pingsan aja, kalau tau mau ke sarang lebah aku udah siapin tadi helm dan pengaman batin laila masih saja sempat berlucu ria.
__ADS_1