TOUCH MY HEART

TOUCH MY HEART
Pesona Laila


__ADS_3

Laila sedang membereskan semua barang barang yg ia bawa .kebetulan kamar Laila bersebelahan dengan kamar romeo.


tok .. tok..tok


" iya, tunggu sebentar" betapa kagetnya Laila ternyata Bastian yang mengetuk pintu kamarnya.


" ada apa ya pak?" Laila terheran karena melihat Bastian yang mengenakan pakaian santai.


" aku mau ajak kamu ke pantai" ucap Bastian merasa canggung. entah kenapa ia berinisiatif hal konyol seperti itu.


Laila yg merasa Bastian yg berperilaku aneh itupun berdiam diri tak menjawab ajakan Bastian


aku kamu, sejak kapan manusia ini sopan banget gerutu Laila terheran .


"Laila.. hay.." Bastian memanggil Laila sambil menggerakkan tangannya membuyarkan lamunan Laila


"eh.. iya pak. tunggu sebentar. saya ganti baju dulu"


" baiklah, aku tunggu dibawah"


10 menit kemudian Laila turun ke bawah. betapa kagetnya dia, disana sudah ada Bastian dan kawan kawannya . Laila yg menggunakan dres selutut dan mengkuncir dua rambutnya itu begitu menggemaskan.


imut banget batin Bastian


kenapa adu deg degan ya batin Pras


dia masih sama, menggemaskan sekali batin Satria


mungkin hanya Romeo dan Alan yg biasa saja melihat Laila.


" pak Bas, kenapa ajak mereka" Laila langsung kepokok pikirannya mendekati Bastian


" kenapa? kita kan mau berlibur" Bastian keceplosan dengan alasannya kenegara tersebut.


" jadi kita disini bukan karena bisnis pak" Laila yg kaget karena Bastian membohonginya


" nggak tau ah.." Bastian salah tingkah mencepatkan langkah kakinya


" ih pak Bas , tungguin" Laila berusaha menyeimbangkan langkahnya dengan langkah Bastian.


Satria merasa jengah dengan kedekatan Laila dan Bastian.


Laila yg merasa bahagia bisa kepantai berlarian seperti anak kecil. ia berlari kesana kemari hingga ia tak sadar bahwa banyak mata yg sedang mencuri pandang.


Pras yg tadinya mendukung Satria agar bisa bersama Laila itupun berbalik menghianatinya. ia merasakan ada rasa dihatinya untuk gadis itu.


" Laila... " Pras menyusul Laila yg sedang asik berlarian.


" hai ..." ucap Pras agak canggung


" iya " Laila menatap Pras yg tiba tiba memanggilnya.

__ADS_1


Laila tak pernah kenal dengan lelaki tersebut bahkan waktu di club lelaki itu sempat memandang tak suka pada dirinya.


" kita belum sempat berkenalan dengan baik. namaku Pras aditama" Pras menjulurkan tangannya ke arah Laila


" Laila ayana atmojo" Laila membalas juluran tangan Pras sambil tersenyum


cantiknya dia puji Pras dalam hati


mereka berdua bercerita tentang pengalaman mereka . tertawa bahkan terlihat bahwa Laila nyaman bersama Pras.


"Laila.. kamu kenapa ngga suka sama Satria" tanya Pras mulai ingin tau lebih banyak tentang gadis itu.


" entahlah.. aku tidak ingin membahas nya" Laila enggan untuk mengingat ingat kejadian yg begitu membuat ia kecewa.


" baiklah.. kalau kamu ingin cerita , ceritakanlah kepada ku, aku akan siap menjadi sandaranmu"


" Terimakasih Mas Pras, aku bahkan sudah tak ingin mengingat tentang Satria"


ucapan Laila membuat Pras berlega hati. ia merasa diberi kesempatan untuk bersama gadis itu.


" kalau Bastian? apa hubunganmu dengan dia? apakah benar kalian kekasih? "


" tidak, Pak Bastian adalah bos saya. saya berkata seperti itu untuk membuat Mas Satria menjauh dari saya" jelas Laila


" kalau begitu aku masih ada kesempatan dong" Spontan ucap Pras yg membuat Laila kaget dan menatap laki laki di sampingnya itu


" maksudnya mas Pras apa ya"


******


Malam pun tiba , Bastian sebagai tuan rumah akan liburannya itu, mengajak mereka untuk makan malam disebuah restoran yg terkenal didaerah itu.


Laila yg selalu kemana pun bersama Bastian kini bersama Pras. Pras tak ingin kalah start dari kedua sahabatnya itu. ia yakin bahwa Bastian dan Satria tidak akan mengalah untuk soal gadis itu.


" Laila, kamu mau pesen apa?" tanya Pras kepada Laila yg sedang melihat lihat daftar menu


" em.. menurut Mas Pras yang enak yang mana? " Laila menyodorkan gambar daftar makanan itu kepada Pras.


Satria yang sejak tadi melihat betapa akrabnya mereka berdua masih tak terima. bagaimana bisa Laila tak merasa risih dekat dengan Pras sedangkan jika dekat dengan dia Laila selalu menghindar.


" Laila.. biar aku yang pesenin aja" Bastian menimpali percakapan mereka


" jangan , aku aja Laila. aku yg paling tau kesukaan kamu" Satria tak mau kalah


"ets.. ngga bisa dong. Laila kan minta pendapat gue bukan lo.. dan lo.." ucap Pras sambil menunjuk ke arah Bastian dan Satria bergantian.


lagi lagi Romeo dan Alan hanya sebagai tokoh fikuran di drama mereka. mereka hanya menatap dan bernafas sebal


bagaimana bisa gadis didepan mereka yg menurut mereka berdua biasa biasa saja bisa membuat 3 sahabat itu berdebat.


" stop kalian semua. gue aja yg pesenin, jadi ngga ada kata protes" Romeo menengahi perdebatan mereka.

__ADS_1


Laila menatap Romeo dengan kagum, sejak pertama Laila memang sudah memberikan ruang Romeo dihatinya. lelaki itu begitu tenang dan hangat.tentu saja itu cuma diimajinasi Laila.


akhirnya mereka makan apa yang dipesankan oleh Romeo. mereka semua tidak ada yg berbicara, Laila yg merasa ini semua tidak benar pun akhirnya mengeluarkan suara.


" aduh .. " akting Laila


" Laila kamu kenapa ? " ucap mereka semua kali ini Romeo dan Alan pun ikut khawatir.


" hehe.. gitu dong. jangan diem diem bae, kaya kuburan sepi" celoteh Laila


reflek Bastian yg duduk didekat Laila mencupit pipi Laila


" kamu.. ya , aku tu khawatir tau" ucap Bastian gemas


" ih.. sakit tau" gerutu Laila melepaskan tangan Bastian yg mencupitnya.


Pras dan Satria merasa cemburu. bahkan mereka mengutuk Bastian didalam hati mereka .


makan malam pun berakhir tak menyenangkan.


******


Laila bangun seperi biasa , ia melakukan rutinitas paginya, ia berjalan keluar dan berlari pelan menyusuri bibir pantai. Bagi Laila tak ada yang lebih menyenangkan dari pantai tersebut.


Satria yang kebetulan sedang berolahraga berpapasan dengan Laila. Tapi ketika Satria ingin kearah Laila , gadis itu berbalik menghindari arah Satria.


" Laila.." Panggil Satria sambil berlari


Ngapain sih tu cowo Gumam Laila


" Laila.. , jangan menghindari aku" Satria sambil menarik tangan Laila


" aku .., aku ngga mau ketemu kamu"


" kamu masih marah?"


" tentu saja. menurutmu kalau kamu jadi aku , kamu ngga marah apa?" Bentak Laila tak habis pikir.


"aku sudah berusaha Laila, tapi waktu itu aku benar benar khilaf" Ucap Satria menyesal


Laila tak mendengarkan alasan Satria ia memilih pergi meninggalkan lelaki itu


" Laila.. aku akan buat ayah kamu bangkrut dan lihat saja , kamu akan memohon kepadaku.." Ancam Satria


Laila tak memperdulikan ancaman Satria . Baginya itu hanya gertak sambal biasa.


" Sial.. , lihat saja Laila. kamu akan menyesal" Satria mengambil handphone nya ia memanggil sekertarisnya


" Sam, buat perusahaan milik ayah Laila hancur dan buat ayah Laila memohon kepadaku " Ucap Satria kepada lelaki diseberang telvon tersebut


" Baik pak, saya akan laksanakan perintah anda" jawab Sam sekertaris Satria.

__ADS_1


Satria memang bisa melakukan apa saja yang ia inginkan . baginya perusahaan ayah Laila hanyalah seperti anak cabang dari perusahaan miliknya.


__ADS_2