
" ayah , please jangan jodohin aku" kata laila
" kamu kenapa laila , kamu tak pernah membangkang perintah ayah" kata ayah laila sambil menutup koran yg sedang ia baca
" laila udah gede, laila bisa menentukan suami laila sendiri" kata laila meyakinkan
" ayah sudah mensetujui perjodohan ini dengan om wira"
" tapi laila tidak setuju, bahkan laila tidak kenal dengan anak om wira"
" nanti kamu akan kenal setelah bertemu dengannya"
" tapi yah.."
" sudah laila , keputusan ayah sudah bulat , pokoknya 1 minggu lagi kalian akan bertemu , dan membicarakan pernikahan kalian" kata ayah laila dan berlalu dari pandangan laila.
setelah pembicaraan laila dan ayahnya , laila bertemu dengan anak om wira yang bernama satria.
satria yg terpukau dengan kecantikan laila seperti terhipnotis dan gelap mata, waktu laila mensetujui untuk kencan tanda perkenalan , satria mencoba untuk mengajaknya kehotel dan memaksanya untuk melakukan hal bejad
"laila kamu tau aku sangat berhasrat kepadamu" ucap satria sambil menelusuri wajah laila dengan jari telunjuknya
laila tak bisa bergerak karena tangan kiri satria sudah menahan kedua tangannya
" sat tolong jangan lakuin ini ke aku" kata laila cemas
__ADS_1
" kenapa kamu takut? kita sebentar lagi menikah, wajar dong kita main main dulu" kata satria.
laila memandang jijik ke lelaki yg ada dihadapannya, ayahnya telah salah memilih laki laki tersebut untuk dirinya
dengan gerakan tiba tiba satria mencondongkan wajahnya berniat mencium wajah laila tanpa pikir panjang laila yg takut reflek menendang bagian vital satria dan sontak satria memekik memegangi vitalnya
" hai cewek sial, auw.. " teriak satria kepada laila yg sudah kabur dan langsung mencari taksi.
didalam taksi laila menangis dan tersedu , satria yg begitu baik dilihatnya ternyata lelaki ********, sempat ia berfikir untuk menerima perjodohan tetapi takdir berkata lain lelaki itu brengsek dan ingin menodainya.
sampai laila dirumah , laila langsung bertemu ayahnya yg ia pasti sedang berada di ruang kerjanya
" ayah.." kata laila menuju ke ayahnya
" laila , kau kenapa nak" kata ayah laila yg langsung berdiri dari kursi kerjanya
" kenapa dengan satria?"
" dia mau mengambil sesuatu yg berharga dariku tadi dihotel" kata laila sambil menangis dipelukan ayahnya
" laila , ayah tau kau tidak suka satria , tapi ayah mohon jangan menjelekkan dia seperti itu" kata ayah laila tak percaya
" ayah.. kenapa ayah tidak percaya dengan ku, kenapa ayah lebih percaya kepada pria brengsek seperti satria" teriak laila tak percaya ayahnya lebih percaya orang lain dari pada dirinya
plakk
__ADS_1
tamparan mendarat dipipi laila
" ayah sudah bilang kalau kamu hanya butuh menurut saja , apa susahnya itu laila" ayah laila membelalakkan mata
" ayah.. please percaya laila"
" cukup laila , kalau kamu masih membangkang pergi saja kamu dari rumah ini.ayah tidak butuh anak seperti mu"
kata ayah laila yg membuat batin laila seperti tertusuk ratusan belati
" baik ayah, kalau itu mau ayah . laila akan pergi "
" sana pergi , dan jangan bawa apapun barang yg ayah berikan kepadamu"
" baik ayah, laila akan buktikan tanpa ayah laila bisa berdiri sendiri" kata laila pergi meninggalkan ayahnya
laila berkemas mengambil dokumen dokumen pribadi miliknya , ibunya yg sedari tadi hanya bisa menonton dan tak bisa berbuat apa apa mendekati laila
" sayang ibu mohon, jangan pergi ya"
kata ibu laila memohon
" bu , maaf ... " " laila tak bisa tinggal lagi disini, ayah lebih mementingkan bisnis dan tak percaya laila bu" kata laila terisak
" tidak sayang, ayah hanya ingin yang terbaik buat kamu" kata ibu laila sambil memandang lekat wajah anak kesayangannya
__ADS_1
" tidak bu.. maaf laila harus pergi. laila janji akan pulang setelah laila sukses" janji laila lalu melepaskan tangan ibunya
" laila .. jangan sayang " pinta ibu laila sambil menangis meratapi kepergian anak semata wayangnya yg pergi meninggalkannya.