
Hari ini terakhir mereka berlibur , Bastian sudah mempersiapkan semuanya. Rencananya Bastian ingin mendekati Laila lebih serius lagi. Ia merasa bahwa ia mulai menyukai gadis itu.
Didalam pesawat , Laila yg duduk bersebelahan dengan Bastian hanya menatap ke luar . Langit begitu indah , ia membayangkan waktu kecil ia sangat ingin terbang ke langit.
Alangkah menyenangkannya menjadi burung, ia bisa terbang menuju langit dengan bebas . itulah yang dulu terfikir oleh Laila.
Bastian memandang gadis disebelahnya , ia teringat awal bertemu dengan gadis itu, gadis itu yang selalu perduli dengan orang lain , dia yang begitu cantik, Bukan hanya cantik tapi baik. dia adalah malaikat yang nyata di dunia, pikir Bastian saat ini.
" Laila, apa rencana kamu selanjutnya?" tanya Bastian yang membuat gadis itu melirik kearahnya
" saya akan segera pergi dari perusahaan bapak" Ucap Laila yang membuat Bastian terkejut
" kenapa? bukankan sekarang aku adalah kekasih kamu?"
" pak, kita bukan kekasih. saya berkata demikian untuk membuat Satria menjauh dari saya" Jelas Laila , gadis itu tidak memahami bahwa lelaki disampingnya itu mulai menyukainya
" baiklah, keluarlah dari perusahaan ku. jangan pernah datang lagi." Bastian menimpali perkataan gadis itu
Dasar . Bagaimana bisa aku berfikir begitu jauh tentang Laila gerutu Bastian sambil menghentak hentakan kakinya.
Laila melihat tingkah laku Bastian , sedang apa lelaki itu. apakah ia sedang tidak waras. itulah yang ada dibenak Laila.
Beberapa jam perjalanan sampailah mereka di kantor Bastian . Bastian segera menyuruh Laila mengepak semua barang barangnya hari itu juga. Lelaki itu merasa kecewa terhadap sikap Laila.
" Pak .. apakah tidak besok saja? saya masih lelah" Pinta Laila
" hei .. kamu pikir kamu siapa? kamu bukan lagi sekertaris saya dan sekarang cepat kemasi barang barang mu" kata Bastian dengan muka marah
tring ..tring..tring..tring
Suara telvon dimeja Bastian berdering, lelaki itu masih belum melepaskan pandangannya dari Laila, dengan kesal ia meraih gagang telvon tersebut.
" iya .. hallo" dengan nada ketus
" Bas .. lo dimana? " tanya suara diseberang telvon
" gue dikantor, kenapa?"
" Satria udah gila, dia mengambil seluruh saham milik ayah Laila, dan perusahaan ayah Laila bangkrut." ucap suara tersebut
" lo yakin rom? " Bastian kaget akan kabar dari romeo suara ditelvon tersebut.
__ADS_1
" Gue 100% yakin. karena om Wira sendiri yang kasih tau gue."
" Lalu apa mau Satria, kenapa dia nekat seperti itu?"
" Dia ingin Laila menikah dengannya"
"Apa? menikah, bukannya om Wira sudah membatalkannya?"
" entahlah. tiba tiba Satria meminta itu pada om Wira"
" Sekarang Satria dimana? "
" Dia dirumah Laila, tunggu saja pasti ayah Laila akan menghubunginya"
" Sial" Bastian membanting telvonnya. Ia tak menyangka Satria bertindak sejauh itu. Perusahaan itu memang milik mendiang ayah Bastian tapi ia hanya memiliki setengah dari saham karena setengah saham tersebut milik Satria dan om Wira.
Laila yg tak tau apa yang sedang terjadi , melihat Bastian begitu marah. Sebenarnya ia ingin bertanya tapi ia memilih bungkam takut nanti terkena imbas amarah Bastian.
Tiba tiba suara handphone Laila berbunyi, gadis itu melihat kelayar handphonenya tertera sebuah nama Ibu , dia heran mengapa ibunya tiba tiba menghubunginya.
" hallo"
" Laila, kamu dimana nak" tanya ibu Laila , suaranya terdengar pilu
ah itu pasti ibunya gumam Bastian. ia tau pasti ayahnya akan memaksa Laila untuk menikah dengan Satria.
Dasar laki laki licik Umpat Bastian pada Satria.
"sayang, kamu bisa kembali kerumah sebentar, ada yg ibu mau bicarakan. "
" baik ibu, Laila segera kerumah" Laila mengakhiri panggilan telvonnya dan segera berlari keluar ruangan itu . ia tak menghiraukan lagi keberadaan Bastian.
" Laila.." Panggilan Bastian pun tak di hiraukan oleh Laila
" Dasar gadis itu" gerutu Bastian .
******
Laila telah tiba didepan rumahnya , ia melihat ada mobil lain disana. ia menyadari ada orang lain didalam rumah. Laila melangkahkan kaki nya , sampai didepan pintu.
kriet..
__ADS_1
Laila membuka pintu itu dan betapa terkejutnya ia melihat ayahnya berlutut didepan Satria. Laila menghampiri ayahnya dan merangkul pundak ayahnya.
"ayah.., kenapa ayah berlutut, berdirilah ayah" Ucap Laila yg masih bingung dengan kondisi ini.
"Tidak Laila, jika ayah tidak berlutut ayah akan kehilangan semuanya" jawab ayah Laila sambil memegang tangan putrinya yg berada dipundaknya.
" maksud ayah? Laila masih belum paham?" Merasa bingung dengan ucapan ayahnya , Laila langsung bertanya pada Satria yang sedari tadi tersenyum licik dan seperti mencibir.
" Mas Satria, tolong jelaskan apa maksud ini semua" tanya Laila dengan nada menekan
" kamu tanyakan saja pada ayah kamu Laila, dan 1 minggu lagi kamu akan sah jadi istriku. persiapkan lah semuanya Laila" kata Satria dan pergi meninggalkan mereka . ayah Laila yg masih bersimpuh di lantai hanya bisa menunduk .
" ayah.. apa maksud perkataan Satria, ayah .." tanya Laila sambil menatap ayahnya.
" Semua salah kamu Laila, andai saja kamu dulu tak pernah kabur dan menerima perjodohan ini , tentunya Satria tak akan berbuat seperti ini." Ayah Laila menyalahkan Laila, ia berfikir bahwa putrinya lah penyebab semua ini.
" ayah.." suara Laila meninggi.
Ia sangat geram kepada ayahnya, kenapa ia harus menjadi tumbal atas sesuatu yang bukan kesalahannya. menurut Laila pernikahan bukan lah hal main main.
" ayah tidak mau tau Laila, kamu harus menikah dengan Satria, ayah tak mau bangkrut Laila." ucap ayah Laila menegaskan kemauannya.
" tapi ayah.." belum sempat Laila menyelesaikan kata katanya ibu Laila sudah memotong perkataan Laila
" Laila, ibu mohon bantu ayahmu , kali ini saja. kau tau kan bagaimana perjuangan ayahmu sampai sekarang , perusahaan itulah yang memberi kita hidup layak nak" bela ibu Laila.
" Bahkan ibu juga ikut mendesakku untuk menikah dengan laki laki itu" tangis Laila tak tertahan. ia ingin sekali lari dalam keadaan ini.
" Baiklah, aku akan menikah dengan Satria" keputusan Laila akhirnya berubah. ia tak ada jalan lagi selain memilih menikah dengan lelaki itu.
******
Hari dimana pernikahan Laila dan Satria berlangsung. Laila tampak cantik menggunakan kebaya dan bersanggul rendah .
Satria yang merasakan kemenangan itu pun tersenyum kepada Laila ia berbisik kepada Laila.
" Lihatlah, bukankah kau benar benar jodohku Laila" Laila tak menjawab ia sangat sangat jijik mendengar perkataan Satria bukan hanya suaranya , bahkan semua yang ada pada Satria.
Disisi lain Bastian dan Pras merasa kalah akan hal ini , Pras memilih merelakan gadis itu tapi tidak dengan Bastian . ia tau betul perasaan gadis itu.
" selamat ya bro. " ucap Romeo dengan nada datar , Romeo yang tau akan liciknya Satria sama sekali tak menyukai lelaki itu , walaupun mereka sahabat.
__ADS_1
kata selamat datang satu persatu dari tamu undangan. hanya Bastian lah yang tak ingin mengucapkannya.
Ia memilih meninggalkan tempat itu sebelum acara selesai.