Touching Heart

Touching Heart
Lima


__ADS_3

Haii semuanya...


apa kabar kalian?


Semoga dalam keadaan baik-baik aja ya. hehehe


Seperti


biasa, di part ini aku minta vote dan saran kalian ya dikolom komentar.


Pendapat kalian tentang cerita ini. Biar aku makin semangat nulisnya,


ok cantikk


HAPPY READING GUYS ^^


.


.


.


St. Patrick’s Cathedral, NEW YORK | 10:00 AM


“Pernikahan


adalah sesuatu yang suci. Sebelum semua ini dimulai, jika ada yang


keberatan dengan pernikahan ini, kalian bisa berbicara sekarang atau


diam selamanya.” Ucap pastor kepada kedua mempelai pengantin.


Hening beberapa saat. Tidak ada yang bersuara.


Pastor berkata lagi. “Do


you Ellard O’Neill Miller take Aurora Beatrix Louis to be your wife,


and do you solemnly promise before God and these witnesses to love.


Cherish, honor and protect. Promise to stay to her in good times and in


bad. In sickness and in health and in richer and in poorer. Until death


shall both of you a part?”


“I do.” Ellard menjawab tegas. Matanya tidak sedetikpun lepas dari Ara ketika ia mengulang ucapan pendeta. “ I,


Ellard O’Neill Miller. Before God and the witnesses, take you Aurora


Beatrix Louis to be my wife, to have and hold from this day forward, for


better for worse, in sickness and in health, for richer or poorer, and I


promise to love, cherish and protect you. Until death shall us apart.”


Pastor itu mengangguk, tersenyum dan beralih kepada Aurora. “Do


you Aurora Beatrix Louis take Ellard O’Neill Miller to be your husband,


and do you solemnly promise before God and these witnesses to love.


Cherish, honor and protect. Promise to stay to him in good times and in


bad. In sickness and in health and in richer and in poorer. Until death


shall both of you a part?”


Ara menegang.


Dari balik sarung tangan, jemarinya sudah berkeringat dingin. Dalam hati


dia berulang kali meyakinkan dirinya apakah keputusan yang diambilnya


ini sudah benar? Sebab ketika dia sudah mengucapkan janji pernikahan


maka tidak akan ada jalan untuk kembali. Sedetik kemudian dia memejamkan


kedua matanya. Menarik nafas panjang Tuhan berkati keputusan yang kuambil ini!


Setelah


mengucapkan doa singkat itu didalam hati, Ara membuka kembali matanya


dan menatap tepat di manik Ellard yang juga menatapnya lekat.


“I do.” Dalam satu tarikan nafas, Aurora menjawab. “I,


Aurora Beatrix Louis. Before God and the witnesses, take you Ellard


O’Neill Miller to be my husband, to have and hold from this day forward,


for better for worse, in sickness and in health, for richer or poorer,


and I promise to love, cherish and protect you. Until death shall us


apart.”


Sesuatu yang tegang dalam diri Ara


mencair begitu melihat senyum mempesona Ellard. Begitu hangat dan manis.


Lalu tanpa mengatakan apa-apa, ellard mengambil tangan Ara. Jantung Ara


bergemuruh ketika lelaki itu menyematkan cincin cantik polos namun


sangat elegan di jari manis tangan kanannya. Ara menggigit bibir bawah


ketika tiba gilirannya menyematkan cincin ke jemari manis Ellard. Ara


menatap cincin itu sebelum kemudian dengan gerakan lambat dia


menyematkan cincin yang sama dengannya tersebut ke jemari manis Ellard


hingga melekat disana dengan sempurna.


Pastor


tersenyum ketika melihat kedua cincin itu telah melekat di jari kedua


mempelai. Pastor kembali berucap sambil menatap Ellard dan Aurora


bergantian. “So they are no longer two, but one flesh. Therefore what God has joined together, let no one separate,” katanya lembut.


“Now you may kiss your bride.”


Wajah


Aurora memanas. Jantungnya bertalu kencang. Ketika mengingat ini adalah


ciuman pertamanya dan pada akhirnya lelaki yang berdiri dihadapannya


sekarang ini yang akan menciumnya. Suaminya. Ellard mendekat


dengan nafas tak beraturan, tangan kanannya menyentuh wajah Ara,


sementara tangannya yang lain mendarat dipinggangnya, menarik Ara

__ADS_1


mendekat.


Entah sadar atau tidak, Ara merangkul


bahu Ellard. Memejamkan mata begitu bibir mereka bertemu. Ciuman Ellard


begitu lembut dan halus. Terasa seperti janji untuk saling melindungi. Untuk


saling mendampingi. Tubuh Ara gemetar. Cairan hangat berhasil menetes


dari kedua sudut matanya.Ternyata ada lelaki sesempurna ini yang


bersedia menerimanya, mendampinginya sampai disisa hidupnya nanti tanpa


memperhitungkan ketidaksempurnaannya. Ntah mengapa ada sepercik


kehangatan membuncah didadanya ketika mendapati fakta yang ada.


Sekalipun belum ada cinta untuk lelaki yang bergelar suaminya kini,


namun dalam hati Ara berjanji akan mulai membuka hati untuk mulai


belajar mencintai pendamping hidupnya ini.


****


“Selamat


ya my big beard. You’re so beautiful today sweety” ucap Leo yang baru


saja muncul menghampiri mereka, memberikan ucapan selamat. Seperti biasa


lelaki campuran darah mandarin itu selalu terlihat tampan. Apalagi


dengan kemeja putih dan jas hitam tanpa dasi serta senyum kecil Leo


selalu mampu berhasil membuat Ara terpesona lagi dan lagi.



Leo tidak datang sendiri. Disampingnya juga ada


sosok gadis cantik yang datang menemaninya. Gadis itu memakai gaun


berwarna pastel merah muda, berdada rendah dan sangat manis menempel di


tubuh indahnya. Senyumnya mengembang hingga memunculkan gigi putihnya


yang rata.



Dia Sara Dilmurat. Gadis berdarah asli


mandarin. Kekasih Leo yang berhasil membuat hati Ara sedikit cemburu


ketika gadis itu dengan mudahnya dapat memikat hati Leo.


Sekalipun


ada rasa sakit ketika melihat keduanya datang dengan tangan Leo


menggayut mesra dipinggang ramping gadis itu, Ara berusaha memunculkan


senyum cerianya yang tentu saja palsu.


“Hai


Ara, selamat ya. Wah gak nyangka ternyata kamu juga yang lebih dulu


sold out dari kita-kita” ujar sara tersenyum ramah dan hangat. Sara


“Terimakasih kak Leo dan kak Sara. Aku juga berharap semoga kalian segera menyusul.” balas Ara begitu ceria.


“Hm,


sepertinya rencana untuk menikah, kemungkinan masih akan sangat lama.


Mengingat kami berdua masih sangat sibuk dan fokus mengejar cita-cita


kami.” tutur Sara “apalagi kami tidak seberuntung dirimu, mendapatkan


pasangan yang sangat tampan dan kaya melintir begini” sambung Sara


dengan gurauannya sambil melirik Ellard yang sejak tadi menyunggingkan


senyum menyimak percakapan keduanya.


“Anda


terlalu menyanjung lebih nona. Jangan lupakan pasangan jenius anda juga


sudah sangat berpengaruh di dunia kerajaan bisnis padahal usianya


masih terbilang muda. Bahkan jumlah sahamnya naik pesat,” ungkap Ellard masih


dengan menebar senyumnya.


“Tapi tentu masih


tidak seberpengaruh anda Mr. Ellard,” balas Leo. Dia melepaskan


rangkulan dari kekasihnya kemudian beralih memeluk suami sang sahabat


“Selamat


ya bro. aku titip Ara. Jaga dan sayangi dia. Sekalipun kadang dia masih


kekanakan dan cengeng, tapi dia adalah gadis kecilku yang paling manis.”


“Sure. Dia istriku sekarang dan tanggung jawabku,” sahut Ellard santai namun sengaja menekankan kata istri,


seakan memberi isyarat agar pria dihadapannya ini mulai sekarang bisa


menjaga jarak dari istrinya. Oh ayolah, sebagai seorang pria Ellard bisa


melihat perasaan tidak rela yang begitu jelas dimata Leo ketika Ara sudah


resmi menjadi miliknya. Bahkan Ellard dapat memastikan, sebenarnya Leo


sudah lama memandang Ara bukan sebagai sahabat. Melainkan sebagai


seorang wanita yang dicintai. Hanya saja pria itu dapat menutupinya


dengan baik, berkedokkan kata sahabat. Cih, sejak kapan pria dan wanita bisa bersahabat. It’s just bullshit!


Setelah


pelukan keduanya lepas, Ellard merangkul posesif pinggang Ara semakin


merapat hingga membuat Ara sempat sedikit berjengit dengan sikap


tiba-tiba suaminya itu.


“Oya, dimana Angel? Biasanya gadis itu selalu menempelimu?” Tanya Sara sambil celingak celinguk melihat kesetiap sudut ruangan


“Dia—“ perkataan Ara terpotong oleh seruan suara cempreng yang tak asing lagi ditelinganya

__ADS_1


“Yuhuu…


aku disini my sweet honey, Ara” seru Angel yang baru muncul dari balik


tubuh salah satu pasangan tua. Seperti biasa, Angel tampil


dengan dress glamournya yang tidak pernah jauh-jauh dari kata sexy. Namun demikian dia terlihat sangat menawan.



Dengan santainya Angel langsung memeluk gemas sang


sahabat hingga membuat rangkulan Ellard dipinggang Ara harus lepas


akibat goncanagan dari pelukan gadis itu.


“Hiks, sayangku aku sangat terharu ketika melihat kalian mengucapkan vow di


altar tadi. finally, gadis chubby kesayanganku ini melepas masa


lajangnya. Selamat ya, babe,” kicau Angel serak karna berkata-kata sambil


menangis. Rangkulan tangannya dileher Ara semakin kuat hingga membuat


Ara sesak.


“Hei, gadis bar-bar. Kau membuatnya kesusahan bernafas,” timpal Leo


Angel sontak langsung melepas pelukannya, memeriksa panik keadaan sang sahabat.


“Omo.. benarkah itu, babe? Kau tidak apa-apakan?” tanya Angel heboh sendiri


“It’s ok. I’m fine,” ucap Ara tersenyum sambil membereskan letak gaunnya yang sedikit kusut


Disampingnya,


Ellard terkekeh melihat tingkah konyol Angel yang selalu berlaku


ceroboh. Dia suka melihat sahabat istrinya yang satu ini karna Ellard


dapat melihat seberapa peduli dan sayangnya Angel pada istrinya.


“Oh, syukurlah sayangku. Hampir saja aku mengacaukan acara sakral kalian ini.”


“Bukan hampir. Tapi sudah,” protes Leo.


“Ck, kok jadi manusia kutub ini yang sewot sih” dengus Angel.


Melihat


tingkah keduanya itu Ara mengeleng-gelengkan kepala. Angel dan Leo


memang jarang akur kalau sudah bertemu. Seperti di serial kartun Tom and Jerry. Ada saja yang akan mereka perdebatkan.


“Sudah,


sudah. Kalian berdua jangan mulai lagi. Tidak lihat apa tamu yang lain


pada ngelihatin kesini,” potong Sara ketika Leo hendak membuka mulut hendak


membalas Angel balik. Sara juga baru-baru ini mengetahui kalau


kekasihnya itu akan menjadi sangat cerewet ketika berurusan dengan


Angel.


Ellard kembali mendekat melingkarkan


tangannya dipinggang Ara lalu mengecup hangat puncak kepala istrinya


yang asik memperhatikan ketiga temannya. Ara berjengit, mendongak


bereaksi setelah tindakan manis Ellard.


“Kau


terlalu asik memperhatikan temanmu hingga melupakan keberadaan suamimu


ini” gerutu Ellard sambil tangannya menggamit dagu Ara lalu sedetik


kemudian mengecup mesra bibir merah yang sejak tadi menggodanya itu.


Membuat mata Ara membulat sempurna. Terkejut, jantungnya berdetak dua


kali lebih cepat.


“Hm, rasa strawberry. Aku suka.” Ucapnya terlampau santai


“Aee.. sepertinya pengantin kita ini sudah tidak tahan,” goda Angel dengan seringaian nakalnya.


Ellard tertawa. “Sepertinya begitu” balasnya mengangguk


Wajah Ara memerah menahan malu mendengar setiap ucapan frontal Ellard dengan Angel.


“Ka—kalian bicara apa-apan sih” Ara akhirnya mendapatkan suaranya setelah berhasil menguasai keterkejutannya


“Calm


down my babe, itu pembahasan biasa bagi setiap pasangan pengantin.


Tidak perlu sampai merona begitu, ah,” Angel semakin gencar menggoda Ara


yang memerah


Sahabat tengik! Maki Ara didalam hati.


Semua


orang yang berada disitu tertawa mendengar ucapan Angel yang frontal.


Bahkan sambil terkekeh Ellard mengusap-usap lengan Ara menenangkan


Istrinya yang begitu kentara menahan malu.


Semua prilaku manis Ellard itu tak luput dari pandangan salah seorang dari mereka. Leo menatap kedua pasangan yang sedang berbahagia itu dengan pandangan


yang sulit diartikan. Diantara mereka berlima, hanya Leo yang tidak


tertawa. Dia hanya tersenyum telampau tipis. Satu tangannya mungkin


terlihat mengenggam erat tangan kekasihnya. Namun siapa sangka kalau


sebelah tangannya yang lain, tengah mengepal kuat di balik saku celana.


ketika menyaksikan pemandangan dimana Ara menyembunyikan wajahnya yang


memerah karna malu didada Ellard yang saat itu masih terus mengusap-usap


lengan Ara-nya.


Seharusnya tidak begini. Bukan akhir yang seperti ini yang dia inginkan. Ara-nya


seharusnya tidak berakhir dengan pria lain. Kenapa hatinya menjadi


sangat sakit sekali dengan kenyataan didepannya ini. Dia tidak rela Ara-nya yang selalu bersamanya sedari kecil kini berada dipelukan pria lain. Suaminya. Seharusnya pria itu adalah.... dirinya.


Seharusnya…

__ADS_1


To be continued


__ADS_2