Touching Heart

Touching Heart
Tujuh


__ADS_3

HAPPY READING.


.


.


Aurora mengeliat kecil dan membuka mata perlahan ketika sinar matahari pagi berhasil


membangunkannya dari alam bawah sadarnya. Ara hendak beranjak namun


pergerakannya tertahan begitu menyadari ada lengan kokoh yang melingkari


pinggangnya dengan posesif.


ehh?


Ara mengerjap. Berusaha


mengingat hal terakhir yang terjadi sebelum menutup mata. Dan


seperkian detik kemudian matanya membulat ketika berhasil mengumpulkan


kepingan-kepingan ingatan dimana hal terakhir kali yang mereka lakukan adalah


berciuman hingga berakhir dengan cumbuan panas. Semalaman Ellard mencumbunya begitu agresif dan meninggalkan banyak jejak kepemilikan


pria itu di sepanjang leher bahkan sampai dadanya. Dan sialnya, Ara


tidak bisa menghentikan perbuatan pria itu mengingat statusnya kini


adalah seorang istri.


Oh my gosh! Ini gila...


Ara memukul-mukul


kepalanya begitu mengingat jelas perbuatannya yang turut menikmati setiap cumbuan panas suaminya. Namun


kemudian Ara mensyukuri satu hal, Ellard tidak meneruskannya dengan


melakukan hal yang lebih. Pria itu dapat mengendalikan dirinya. Ellard seakan mengerti bahwasannya ia belum


siap. Pria itu memperlakukannya begitu lembut dan membuat dirinya


senyaman mungkin dengan semua sentuhannya. Alhasil, Ara pun terbuai.


Ara membalikkan badannya dengan


perlahan, menghadap sang suami yang masih terlelap. Ellard sempat


terusik dengan pergerakan kecilnya itu, namun kemudian pria itu kembali tenang


setelah berhasil mengurung tubuh Ara yang sempat terlepas lebih erat.


Jantung Ara memompa lebih cepat saat melihat perbuatan spontan pria


dihadapannya ini. Bahkan dalam keadaan tidak sadar sekalipun Ellard


seakan tidak rela melepaskannya. Tanpa sadar Ara tersenyum kecil. Dengan


gerakan seringan bulu, telunjuk tangannya bergerak menyentuh alis,


mata, hidung dan berakhir dibibir tipis nan menggoda Ellard. Bibir yang berhasil mencumbuinya


semalaman hingga tanpa sadar membuatnya jatuh tertidur.


Oh God, kenapa dalam


keadaan tidur begini pun dia masih sangat tampan! Ntah aku harus


bersyukur atau sebaliknya karna pria sempurna yang sedang terlelap


dihadapanku sekarang telah menjadi—Suamiku!


"Menikmati pemandangan indah dipagi hari, wifey?"


"Ehh?" Ara mengerjap.


Tersadar dari pemikirannya dan langsung menjauhkan tangannya begitu


melihat kedua bola mata coklat madu itu telah terbuka sempurna.


Memandangnya dengan sorot geli.


"Ma—maaf.. aku tidak bermaksud—"


Cup, cup, cup


"Morning kiss" kekehnya begitu berhasil mengecup bibir istrinya yang terlihat menggemaskan dimatanya itu.


"Ke—kenapa kau


menciumku?" pertanyaan bodoh memang. Namun cuma kalimat itu yang


berhasil keluar dari mulutnya mengingat wajahnya yang terasa panas dan


jantungnya itu mendadak tidak bisa diajak berkompromi.


"Karna aku suka," Ellard semakin mendekatkan wajahnya lalu ibu jarinya bergerak mengusap bibir bawah Ara sensual.


"Your lips like a strawberry. I love it wifey. You've become my addiction" bisiknya lalu sedetik kemudian memagut kembali bibir Ara lebih dalam dan lembut.


Drttttt.. drrtttttt....


Ellard mengerang ketika


ciumannya terlepas. Ara mendorong dadanya dan menjauhkan wajah mereka.


Getaran ponsel diatas nakas berhasil menyelamatkan gadis itu dari ciuman


panjang Ellard yang seperti tidak mau melepaskannya.


"Sebaiknya ini penting. Kalau tidak kau tahu akibatnya telah menggangguku sepagi ini," ancam Ellard kesal.


Kesempatan Ellard


menerima telepon tidak disia-siakan Ara. Dia mengambil ancang-ancang


untuk kabur namun sial, tangan Ellard yang bebas berhasil menariknya


kembali dan mengurungnya. Ellard menatapnya kesal.


"Tuan, jet pribadi anda sudah siap. Kami hanya tinggal menunggu kedatangan tuan dan nona," Blake dari sebrang telepon


"Hm. Satu jam lagi kami


kesana," balas Ellard lalu memutuskan sambungan telepon sepihak.


Tatapannya beralih pada Ara yang mengerut kening.


"Kau mau pergi?" tanya Ara.


Tiba-tiba saja raut wajahnya berubah semangat "Oh kalau begitu cepatlah. Nanti kau bisa terlamb—"


"Bukan aku saja. Tapi kita," sela Ellard cepat


"Apa?"

__ADS_1


"Kita akan pergi honeymoon ke Maldives untuk seminggu,"


Ara terdiam sebentar, mencerna kalimat itu. Maldives adalah tempat yang sejak dulu sangat Ara ingin kunjungi. Panorama alam


dan pantai serta pemandangan laut yang cantik disana telah menjadi


daftar tempat favorite yang ingin sekali dikunjunginya. Dan Ellard tadi


bilang apa? Bulan madu ke Maldives? matanya mengerjap berbinar-binar senang.


"Maldives? Benarkah? Kita kesana?" serunya sembari menguncang-guncang tangan Ellard kesenangan bak anak kecil.


Ellard terkekeh melihat binar bahagia itu.


"Ya. Kau menyukainya, hm?" Ellard membelai sayang puncak kepala Ara.


"Suka banget! Kalau begitu ayo cepat mandi!" Ara bersorak kesenangan dan menarik-narik tangan Ellard untuk bangkit.


Ellard memiringkan kepalanya lalu menyeringai nakal "Serius ingin mandi bersama? Ah,


menyenangkan sekali akhirnya bisa mandi bersama dengan istriku."


Ara langsung membeku. Bergidik ngeri mendengar suara serak itu.


Oh, ayolah Aurora kenapa kau selalu ceroboh begini sih!


"Ayo sayang..." Ellard


turun dari ranjang. Hendak menarik tangan Ara namun dengan cepat gadis


itu menepisnya dan berlari kabur masuk ke kamar mandi terlebih dahulu serta menutup


pintu dengan kuatnya.


Brakkk


"Aku mandi duluan," teriak Ara dari dalam kamar mandi


Ellard melongoh dengan


gerakan secepat kilat istrinya itu. Lalu sedetik kemudian dia tertawa


lepas, menggeleng-gelengkan kepala menanggapi aksi konyol Ara. Dia tadi


hanya menggoda istrinya itu dan lihatlah hasilnya. Istrinya telah kabur


duluan dengan gesitnya.


"That's my cutie wife" kekeh Ellard


****


Constance Moofushi - MALDIVES | 5.30 pm




Aurora tidak tahu


harus berkata apa lagi ketika jet pribadi milik Ellard telah landing di


pulau cantik itu. Tak henti-hentinya Aurora menatap kagum setiap kali


kakinya melangkah memasuki pulau maladewa ini. Semua keindahan yang


diposting di internet tentang pulau ini ternyata aslinya jauh lebih luar


biasa cantiknya.


Aurora semakin mengembang ketika penginapan mereka berada di bungalow


tepatnya kamar hotel berada di bawah laut. kamar hotel itu bertipe


Muraka, yang berarti terumbu karang. Didalam kamar mereka dapat


menikmati pemandangan bawah laut Samudera Hindia.


"Indah sekali" Ara


berdecak kagum. Menempelkan tangannya pada dinding kaca kamar,


menyaksikan pemandangan terumbu karang dan ikan-ikan laut cantik yang


berenang kesana-kemari.


"Kau suka?" Tanya Ellard


yang baru saja memasuki kamar setelah selesai mengurus segala


sesuatu mengenai keperluan mereka selama disana.


Ara tersenyum lebar dan mengangguk antusias.


"Suka


sekali. Terimakasih sudah membawaku ketempat ini" ucap Ara sambil


mengarahkan kembali pandangannya pada ikan-ikan cantik didepan sana.


Ellard mendekat. Melingkarkan tangannya pada perut Ara.


"Anything for you honey," sahut Ellard seraya mulai mengendus-ngendus leher putih istrinya.


Ara menegang. Lelaki ini kenapa suka sekali menempel dan menciuminya seperti lintah begini sih.


"Ehemm.. El--ellard"


"Hm," masih belum berhenti dari kegiatannya mengendus.


"Ak--aku..laa..laparr. Aahh"


Sial. ******* laknat itu keluar ketika Ellard menggigit dan menjilati lehernya


"Mau makan?"


"I..iyyaa"


Ellard membalikkan tubuh Ara menghadapnya.


"Boleh. Tapi ada syaratnya"


"Syarat?"


"Hm. Syaratnya panggil aku sayang mulai sekarang dan seterusnya. Dan jika kau lupa, maka aku akan menghukummu,"


"Tapi aku--"


"Iya atau tidak akan ada makanan sama sekali. Digantikan dengan aku yang memakanmu." Ellard menyeringai


Ara menelan ludahnya susah payah. Lelaki ini paling bisa membuatnya tidak berkutik.


"Ah, sepertinya kau lebih suka pilihan kedua. Baiklah--"


"Iya sa..say-- anggggg" lidah Ara terasa sangat kakuh


"Ucapkan dengan lancar"

__ADS_1


Ck, devil ini!


"Iya sayang. Ayo kita makan. Aku sudah sangat lapar sekarang,"


Ellard tersenyum


"Good girl" Ellard mengacak gemas surai panjang istrinya. Lalu menautkan jari mereka, berjalan beriringan keluar dari kamar.


****


Keesokan harinya,


pagi-pagi sekali Ara sudah bersiap-siap dengan segala macam peralatan


yang sudah dipersiapkannya. Begitu bersemangat ingin mengelilingi


keindahan pulau cantik Maladewa itu sesuai dengan janji sang suami pada


waktu sebelum mereka tidur akan mengajak dirinya berkeliling dan bermain


sepuasnya di tempat tersebut. Bahkan Ellard yang masih sangat mengantuk


pun terus diganggunya agar segera bergerak bangun.


Melihat semangat yang


begitu membara dimata istrinya, dengan sengaja Ellard berpura-pura tidur


lebih lama, sekalipun sebenarnya dia sudah bangun sejak istrinya


berkemas-kemas. Bahkan ketika Ara berulangkali menggoncang tubuhnya, dia


tetap bergeming. Menahan senyum dan ingin melihat sampai sejauh mana


usaha istri chubby-nya itu mampu membangunkannya.


Namun hal yang tidak


pernah diduganya terjadi. Ara-nya mencium bibirnya. Jantung Ellard berdebar lebih cepat. Ini pertama kalinya Ara


yang memulai. Gadis itu tahu saja kelemahannya yang satu itu.


Oh ****!


Ellard bergerak lebih


cepat ketika Ara hendak menjauhkan bibirnya. Ellard membalikkan keadaan. Dia menyerang Ara kembali. Memagut bibir itu lebih lama hingga dia


puas baru kemudian melepaskan.


"Dasar mesum! Giliran dicium saja langsung bangun," gerutu Ara mengerucutkan bibirnya


"Ayo cepat mandi. Kita


sudah terlambat. Aku tunggu diluar," sambungnya menghentakkan kaki masih


kesal terus berjalan keluar. Menulikan telinganya ketika mendengar tawa


lepas Ellard yang penuh kemenangan.


****


Sepanjang hari itu


Ellard menepati janjinya. Menyenangkan hati istrinya setelah aksi


merajuk singkat karna kejadian tadi pagi dikamar hotel. Dari mulai


snorkeling menikmati keindahan bawah laut, makan siang bersama di pasir


yang timbul di tengah laut, menghabiskan waktu berjalan-jalan di pasar


lokal dan membeli beberapa beragam souvenir menarik. Dan terakhir makan


malam di pinggir pantai ditemani cahaya lampu lilin dan deburan ombak.


Setelahnya menikmati bioskop outdoor di Gili Lankanfushi. Menonton film Hollywood sambil berbaring di kursi dengan minuman, popcorn, dan kudapan lainnya di bawah bintang-bintang.


Senyum Ara tak pernah


pudar selama mereka melakukan rangkaian kegiatan tersebut layaknya


pasangan suami istri yang benar-benar saling mencintai. Bergandengan


tangan kemanapun mereka pergi, meski Ara sempat menolak, namun Ellard


sama sekali tidak mengindahkannya. Ayolah, ini acara bulan madunya. Dia


hanya ingin menikmati waktu berdua dengan istrinya tanpa ada satupun


gangguan selama seminggu berada di tempat ini.



Ellard menatap jari


mereka yang bertaut. Istrinya tengah serius menikmati film yang sedang


berlangsung, sementara dirinya sejak tadi sibuk memandangi wajah chubby


istrinya yang sama sekali tidak terusik. Sudut bibir Ellard terangkat


menikmati berbagai macam raut ekspresi Ara kala menyaksikan tayangan di depannya. Gadis kecilnya, Aurora-nya, istri-nya. Hanya memiliki gadis disebelahnya ini, lengkap sudah kebahagiaannya.


"Sayang," panggilnya pelan


"Hm?" sahut Ara masih serius menonton


"Look at me"


"Ada ap—"


Baru saja Ara menoleh hendak protes, namun


lagi-lagi bibirnya dibungkam dengan bibir kenyal Ellard yang sudah


menyosor lebih dahulu. Mata Ara membulat sempurna, terkejut. Suaminya


ini memang benar-benar tidak tahu tempat. Bahkan dengan santainya Ellard memiringkan wajahnya,


semakin memperdalam tautan bibir mereka tanpa mempedulikan orang-orang disekitar.


Wajah Ara memerah


menahan malu. Namun demikian, dia tidak menolak perbuatan


suaminya yang tidak tahu tempat itu. Ara justru mengalungkan tangannya


dileher Ellard, membalas setiap sentuhan bibir panas tersebut. Ellard


tersenyum disela-sela pagutannya ketika Ara-nya membalas. Menarik tengkuk


istrinya hingga dapat mengakses penuh bibir yang menjadi candunya itu.



To be continued

__ADS_1


__ADS_2