Transimigrasion(Revisi)

Transimigrasion(Revisi)
ep 38


__ADS_3

Paviliun shi jian


Xia hua dan yang lainnya sudah masuk kedalam,saat disana xia hua langsung berjalan kearah rak-rak yang berisi berbagi jenis senjata.


"Lu chen kemari"ucap xia hua sambil melambaikan tangannya kepada lu chen.


Lu chen yang mendengar panggilan itu, berjalan kearah xia hua,yang di ikuti yang lainnya.


"Ada apa jiejie..?"ucap lu chen.


"Coba kamu angkat pedang ini, apa kamu sanggup mengangkatnya..? "ucap xia hua sambil memberikan pedang itu kepada lu chen.


"Apa kamu tak berlebihan xi hua..?, dia kan masih kecil"ucap thu chi,saat melihat xia hua memberikan sebuah pedang kepada lu chen.


"Tak apa-apa, lu chen sudah biasa dengan yang berat"ucap xia hua santai.


"Tapikan..."ucap thu chi terpotong oleh xia hua.


"Lu chen apa tanggapanmu saat memegang pedang itu..?"ucap xia hua.



"Em.. agak sedikit berat jiejie, tapi aku sanggup mengangkatnya lihat"ucap lu chen sambil mengangkat tinggi-tinggi pedang untuk diperlihatkan kepada xia hua.


"Bagus jika begitu"ucap xia hua sambil tersenyum.


"Lihatkan lu chen bisa mengangkatnya"ucap xia hua kepada thu chi, thu chi hanya diam saja saat melihat kejadian itu.


"Kamu melatihnya dengan sangat baik ternyata"ucap jin wei.


"Oh.. yah. xing yun dan han zhang, apa kalian mau langsung belajar seperti lu chen atau belajar dari awal seperti lu chen dulu..?? "ucap xia hua kepada keduanya, tapi keduanya hanya diam saja.


"Baiklah.., lu chen berikan pedang itu pada han zhang"ucap xia hua.

__ADS_1


Lu chen memberikan pedang yang dia pegang kepada han zhang.


"Kok berat banget pedangnya,perasaan saat di pengang oleh lu chen seperti tak berat"ucap han zhang dalam hati.


"Ah.. gila nih pedang berat banget,bisa-bisa aku jatuh karena tak seimbang dan tanganku rasanya mau copot ,jika lama-lama mengangkat pedang ini"ucap han zhang dalam hati,saat memegang pedang itu dengan sekuat tenaga.


Xia hua memperhatikan ekspresi wajah han zhang, dia hanya tersenyum saat melihat han zhang keberatan saat mengangkat pedang itu, apalagi melihat tekad han zhang yang tidak menyerah sama sekali untuk tetap mengangkat pedang itu.


"Sudah..kamu masih kurang mampu mengayunkan pedang, staminamu dan pertahanan dasarmu masih lemah, lebih baik kamu latihan dari awal lagi agar dasarmu lebih kuat lagi"ucap xia hua saat mengambil pedang yang di pegang oleh han zhang,Mengunakan satu tangannya.


Han zhang hanya menganggukan kepalanya saja tanpa berkata-kata.


"Xing yun, coba kamu angkat pedang ini.. "ucap xia hua sambil memberikan pedang itu kepada xing yun.


Xing yun langsung mengambil pedang itu, karena penasaran.


"Ah.. kok berat banget sih pedangnya"ucap xing yun dalam hati.


Xing yun berusaha mengangkat pedang itu agar sejajar dan juga agar tubuhnya seimbang, tapi malahan membuatnya terjatuh, karena tak kuat menahan berat dari pedang itu,sebelum dia terjatuh xia hua langsung menggapainya dengan kedua tangannya,agar xing yun tak terjatuh.


"Ah.. aku tak apa-apa"ucap xing yun.


"Bagus jika begitu,kamu ini jika tak kuat mengangkat pedang itu kamu bilang saja, jangan diam saja seperti ini, karena diam tak akan bisa menyelesaikan sebuah masalah mau besar atau kecil, mau masalah itu berasal dari diri sendiri atau dari orang lain,kamu harus lebih terbuka kepada orang-orang yang ada di dekatmu,tapi bukan hanya terbuka kepada orang di dekatmu saja,tapi masalah juga harus kamu cari solusinya,kamu juga bisa meminta pendapat dari orang-orang yang ada di dekatmu juga"ucap xia hua sambil mengelus kepala xing yun.


"Baik,bisakah aku memanggilmu jiejie juga..?"ucap xing yun.


"Bisa..,kalian berduakan teman lu chen, jadi kalian sudah seperti adikku sendiri "ucap xia hua sambil tersenyum.


"Baik jiejie"ucap mereka berdua bersamaan.


"Ya sudah,ayo kita mulai latihan,kita pergi kelantai 4 saja "ucap xia hua lalu berjalan kearah tangga yang ada di sana yang diikuti oleh yang lainnya,yang ikut berjalan dibelakangnya.


Xia hua dan yang lainnya naik kelantai 4,xia hua memilih lantai 4, karena disana lebih sedikit orang tidak seperti di lantai 1-3 yang sangat ramai oleh murid-murid(saat latihan xia hua ingin tempatnya yang tenang agar lebih fokus saat belajar,karena jika tempatnya ramai saat dia akan belajar membuatnya tak fokus).

__ADS_1


"Baik gege jin wei latihlah para gegeku itu, terserah gege mau latih mereka dari awal atau yang lainnya, aku akan melatih 3 anak ini"ucap xia hua sambil memandangi lu chen dan dua temannya.


"Xia hua... kamu malah menyerahkan kami kepada jin wei, habislah kami"ucap thu chi dalam hati dengan sedih.


"Ah.. pasti jin wei akan memberikan latihan yang sulit, mati lah aku"ucap yhu ley dalam hati,dia kwatir dengan latihan yang akan diberikan jin wei.


"Lebih baik aku dilatih oleh xia hua dari pada jin wei,dia itu sangat dingin sekali,xia hua tolong... aku jangan tinggalkan aku bersama jin wei untuk dilatih"ucap thu hao dalam hatinya,sambil memandang xia hua.


"Jangan lupa dengan urusanmu datang kesini, kamu itu bukan seorang guru, kamu juga masih harus berlatih"ucap jin wei, menginggatkan xia hua.


"Baik gege,aku tak akan lupa untuk berlatih"ucap xia hua lalu berjalan pergi bersama lu chen dan dua temannya itu.


Jin wei dan yang lainnya melihat xia hua yang pergi menjauh dari mereka,xia hua berjalan lebih masuk dalam ruangan yang ada dilantai 4,karena awalnya mereka ada dipinggir ruangan lantai 4 itu.(Sebenarnya lantai 1-4 sama seperti lapangan hanya saja,lapangan yang tertutup atau berada dalam ruangan(lapangan indoor, namanya jika di zaman modern))


Xia hua berhenti berjalan,saat sudah ada di tengah lapangan yang ada dilantai 4.


"Aku ingin xing yun dan han zhang pergi berlari mengelilingi ruangan lantai 4 ini,50 putaran"ucap xia hua.


"Jiejie, apa tak bisa kurang"ucap xing yun,kaget karena biasanya dia hanya berlari 15 putaran saja,dan itupun ruangan yang lebih kecil dari lapangan yang ada dilantai 4 ini.


"Benar jiejie, ini terlalu banyak"ucap han zhang yang ikut mengeluh.


"Mau segitu atau aku tambah"ucap xia hua sambil tersenyum.


Saat mereka berdua mendengar itu mereka,langsung pergi berlari karena takut xia hua benar-benar menambah putarannya lagi.


Lu chen yang melihat itu tertawa dalam hatinya, saat kedua temannya sudah berlari terbirit-birit.


"Ah.. jika dilihat tingkah mereka sama sepertiku saat latihan bersama jiejie"ucap lu chen dalam hati.


Sekian dulu ceritannya......


Tolong like, vote, dan berikan bintang........

__ADS_1


Terimakasih.........


__ADS_2