Transimigrasion(Revisi)

Transimigrasion(Revisi)
ep 71


__ADS_3

Selama xia hua, jin wei dan lu chen ada di kediaman jendral,jendral Qiu tidak pernah melakukan lu chen dengan buruk malah sebaliknya,dia memperlakukan lu chen seperti anaknya sendiri.


Mungkin jendral melakukan hal itu karena tak ingin bertengkar dengan anaknya yang sudah lama dia tak temui, dia tak mau ada kesan yang buruk saat dia kembali saat ini.


Hari-hari mereka lewati bersama,seperti mengobrolkan masa-masa mereka tidak bertemu,makan bersama, pergi berjalan-jalan bersama menunggangi kuda.


Dimalam gelap yang hanya disinari oleg bulan dan bintang, jendral Qiu, xia hua,dan jin wei yang berbaring di sebuah padang rumput yang luas sambil menatap langit.


Mereka diam saja tanpa mengeluarkan suara, suara yang terdengar pun hanya dari para jangkrik,dikesunyian itu jendral Qiu berbicara.


"Apa kalian percaya bahwa orang yang meninggalkan itu pergi menjadi bintang,dan selalu melihat kita dari atas sana"ucap jendral Qiu.


"Aku kurang percaya dengan hal seperti itu, tapi jika benar seperti itu...apa ibu juga menjadi bintang dan memperhatikan kita saat ini,dia pasti senang melihat kita bersama seperti ini"ucap jin wei yang masih menatap langit,tanpa sadar matanya meneteskan air mata.


"Xia'er..jin'zi,aku minta maaf karena sudah meninggalkan kalian pada saat-saat hati kalian yang terpuruk atas kepergian ibu kalian, bukannya aku menemani kalian malah aku pergi berperang meninggalkan kalian!"ucap jendral Qiu.


Mendengar itu xia hua langsung bangun dari baringannya, dan menatap jendral Qiu dan jin wei yang matanya sudah berkaca-kaca.


"Sudahlah...itu hanya masa lalu....lebih baik kalian lupakan"ucap xia hua.


"Yang sekarang kita bisa lakukan adalah menjalani hidup kita yang sekarang dengan baik dan jangan mengulangi kesalahan kita yang dulu"ucap xia hua.


Jendral Qiu dan jin wei menganguk membenarkan apa yang diucapkan oleh xia hua.

__ADS_1


"Aku berharap xia hua yang sebenarnya bisa memaafkan jendral Qiu, dan bisa pergi dengan tenang"ucap xia hua dalam hatinya.


"Jika saja saat ini xia hua masih hidup.. dia pasti akan bahagia mendengar apa yang di ucapkan jendral Qiu untuknya"lanjut xia hua dalam hatinya.


"Ayah.. apa akan pergi lagi untuk berperang?"ucap jin wei.


"Tidak untuk saat ini, tapi aku tak tau untuk ke depannya"ucap jendral Qiu.


Jendral Qiu bangun dari baringanya,diikuti jin wei yang juga bangun dari baringanya.


"Ayo kita kembali kekediaman, kaliankan akan pergi kembali ke sekte"ucap jendral Qiu sambil menaiki kuda yang diikat disebuah pohon yang dekat dengan tempat mereka berbaring tadi.


Xia hua dan jin wei pun berjalan mendekati kuda mereka yang diikat di sebelah kuda jendral Qiu tadi, lalu menaiki kuda itu.


Sesampainya di kediaman xia hua, dan jin wei berpisah dengan jendral untuk kembali ke kediaman masing-masing.


Dikamar xia hua berjalan kearah bak yang sudah berisi air yang ditaburi bunga mawar,dia membuka bajunya dan masuk ke dalam bak itu.


Bak dan kasur xia hua berjarak beberapa meter dan dihalangi dengan sebuah sebuah kayu yang memiliki kaki membuat kayu itu bisa berdiri.


Xia hua berenda cukup lama, dia merasa tubuhnya segar saat berendam.


Xia hua bangun dari rendamannya di dalam bak dan mengambil kain untuk mengeringkan tubuhnya lalu memakai baju yang baru.

__ADS_1


Setelah itu berjalan ke kasurnya, diatas kasurnya sudah ada seorang bocah yang tertidur pulas,siapa lagi jika bukan lu chen yang tertidur.


Sebenarnya lu chen sudah memiliki kamar sendiri di kediaman xia hua,tapi dia tak mau tidur sendiri karena dia selalu mimpi buruk yang membuatnya tak bisa tidur.


Entahlah,lu chen hanya bermimpi buruk saat dikamar itu saja,untuk di sekte dia tak pernah bermimpi buruk seperti di kamar itu,jadi xia hua mengizinkan lu chen untuk tidur bersamanya.


"Ah..hari ini lumayan menyenangkan,dan juga melelahkan"ucap xia hua dalam hati.


Xia hua menaik ke atas kasur dan menidurkan tubuhnya di dekat lu chen,tapi menghadapi ke atas.


"Besok aku akan berangkat ke sekte,aku berharap hidupku akan selalu tenang seperti saat ini selalu "ucap xia hua dalam hati sambil menutup matanya lalu tertidur.


Disisi lain tepatnya di paviliun shi jian saat ini ada seorang yang sedang menatap langit lewat jendela,orang itu adalah wu lan zhan.


"Xia hua kapan kamu kembali ke sekte? kenapa kamu tak datang menemuiku saat selesai acara kompetisi,bukannya aku sudah mengatakan agar kamu datang kesini!"ucap wu lan zhan dengan suara rendah.


"Aku akan menunggu mu datang mencari ku, aku berjanji akan menjagamu.. entah kenapa aku merasa tak rela dengan sikap mu yang bisa tertawa bebas dengan orang lain tapi dengan ku kamu bersikap dingin"ucap wu lan zhan.


Setelah menatap langit gelap yang hanya disinari oleh bulan dan bintang cukup lama, dia menutup jendela lalu berjalan keluar dari paviliun shi jian dan kembali ke kamarnya.


Sekian dulu ceritanya.......


Tolong like, komen,vote,dan berikan bintang..

__ADS_1


Terimakasih......😁😉


__ADS_2