
Pada pagi hari xia hua bangun dari tidurnya saat dia mendengar adanya keributan dari luar,lalu dia membukak pintu kamarnya disana sudah banyak murid yang berlarian kemana-mana sambil berteriak ada juga sebagian murid yang sedang bertarung dengan beberapa sosok yang berpakaian serba hitam dan di baju mereka berlambangkan seekor naga berwarna emas.
Xia hua berjalan keluar kediaman para murid,
di sana para guru dan penatua juga melawan orang-orang itu yang entah dari mana datangnya, di sana sudah banyak orang yang tubang banyak darah berceceran dimana-mana,rasanya orang-orang itu tidak ada habis-habisnya.
Xia hua terus menyaksikan pertarungan yang sangat sengit itu, dia melihat gege dan temannya bertarung mati-mati dengan orang-orang itu yang makin lama semakin bertambah banyak.
Xia hua ingin memberitahu gegenya jin wei bahwa ada orang yang menyerangnya dari belakang,tapi suara miliknya tak mau ke luar dari mulutnya.
Xia hua memegang lehernya, dia bingung kenapa suaranya tak mau keluar dari mulutnya,karena suaranya tak kunjung keluar tak ada jalan lain xia hua akhirnya berlari untuk mencegah orang yang akan melukai gegenya itu tapi pedang orang itu sudah terlebih dahulu menusuk jantung jin wei,melihat hal itu xia hua terdiam ditempat tak bergerak tanpa dia sadari matanya mengeluarkan air mata yang menetes membasahi pipinya.
Satu persatu orang yang dia kenal mati, dia tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menyaksikan kematian semua orang yang dibantai oleh orang-orang yang berpakaian hitam.
Xia hua hanya mematung dengan wajah yang basa dengan air matanya sendiri,dia terduduk di tempat yang sudah banjiri oleh darah dari orang-orang sekte harimau putih.
Xia hua terbangun dengan tubuh berkeringat dan wajah yang sudah basah oleh air matanya, ternyata yang dia lihat tadi bukanlah sebuah kenyataan melainkan mimpi saja.
"Kenapa aku bisa bermimpi seperti itu?"ucap xia hua dalam hatinya.
Xia hua langsung berdiri dari kasurnya lalu mengambil air untuk dia minum setelah itu dia mencuci wajahnya dengan air, dia kembali ke kasurnya untuk kembali tidur tapi dia tak bisa tidur juga, padahal dia sudah berusaha menutup matanya agar kembali tidur.
Karena xia hua tak bisa tidur, dia keluar dari kamarnya untuk berjalan-jalan mencari udara segar,saat ini masih pagi.
Xia hua berjalan-jalan tanpa sadar dia sudah sampai ke paviliun shi jian,melihat hal itu dia tak melewatkan ke sempatan untuk berlatih.
__ADS_1
Xia hua masuk ke dalam paviliun,disana masih sepi tak ada orang.
Paviliun tak terlalu gelap karena matahari sudah mulai menyinari tempat itu.
Xia hua mulai berlatih mengunakan berbagi senjata,mulai dari busur, pedang, dan di lanjut bela diri juga kultivasi.
Xia hua terus fokus pada latihannya tanpa dia sadar sudah ada dua orang yang memperhatikannya semenjak tadi.
Sampai xia hua selesai berlatih dan akan kembali ke kediaman para murid,dia baru melihat kedua orang yang sejak tadi memperhatikan dirinya.
"Xia hua kamu sangat rajin berlatih ternyata"ucap wu lan yu sambil berjalan ke arah xia hua.
"Kenapa kalian bisa ada disini? untuk latihan juga!"ucap xia hua kepada kedua orang itu.
"Ah.. tidak aku ke sini karena tadi saat sedang berjalan-jalan melihatmu masuk kemari"ucap xuan zi.
"Aku juga, kesini karena melihatmu"ucap wu lam yu.
"Ah..buat apa kalian ikut-ikut aku, lebih baik kalian latihan saja aku akan kembali ke kekediaman"ucap xia hua lalu berjalan pergi meninggalkan kedua orang tersebut.
Wu lan yu dan xuan zi hanya saling tatap satu dengan yang lainnya, mereka berdua hanya melihat xia hua pergi.
__ADS_1
"Kamu akan latihan?"ucap xuan zi.
"Kamu sendiri latihan atau tidak? kalau aku sih tidak karena ada urusan yang harus ku urus"ucap wu lan yu lalu hendak pergi meninggalkan xuan zi.
"Ah..hanya alasan saja, bilang saja jika kamu malas bukannya ada urusan"ucap xuan zi.
Ternyata kedua orang ini sudah saling kenal,karena satu angkatan dan juga pernah satu kelompok dalam sebuah ujian masuk.
Yang awalnya wu lan yu akan pergi,saat mendengar apa yang di ucapkan xuan zi dia berhenti lalu membalikan tubuhnya dan menatap xuan zi.
"Aku bukannya malas hanya memang benar ada urusan yang mendadak,jadi kamu tak usah banyak bicara yang tidak jelas"ucap wu lan yu sambil menatap tajam xuan zi.
"Ah..kamu bilang begitu karena tak mau sampai ke ketawan,padahal cuma hal kecil saja tak usah kamu anggap serius,semua orang juga ada saat-saat malas berlatih jadi tak usah malu untuk mengakuinya"ucap xuan zi lalu pergi meninggalkan wu lan yu.
"Sekarang kamu sudah sangat pandai bersilat lidah ternyata sama seperti wanita saja"ucap wu lan yu sambil tersenyum sinis kepada xuan zi.
"Ah..kamu juga sama saja sangat pandai bersilat lidah sekarang ini, setau ku kamu jarang bicara kenapa sekarang ini malah pandai sekali berbicara?"ucap xuan zi sambil menatap tajam kepada wu lan yu.
"Terserah kamu mau bicara apa!"ucap wu lan yu lalu pergi meninggalkan xuan zi.
Sekian dulu ceritanya................
Tolong like, komen, vote dan berikan bintang..
Terimakasih..........
__ADS_1