Transimigrasion(Revisi)

Transimigrasion(Revisi)
ep 79


__ADS_3

Pasar


Yao nan mengajak xia hua untuk berbelanja mulai dari pakaian, aksesori,dll.


"Bagaimana seru bukan? "ucap yak nan sambil tersenyum.


"Lumayan...disini sangat sejuk,dan sangat ramai"ucap xia hua sambil melihat ke kanan kiri.


Mereka berjalan-jalan sambil berbincang-bincang dan menikmati berbagai makanan yang ada di sana.


"Eh... lihat itu!"ucap yak nan sambil menunjuk ke sebuah kedai.


"Kau tau katanya makanan di kedai itu sangat enak dan saat ini makan itu sedang populer dikalangan masyarakat,apa kamu mau coba? "ucap yak nan.


"Mau.. aku juga penasaran seenak apa makanan itu"ucap xia hua.


Mereka masuk ke dalam kedai itu.


"Xia hua tak ada meja yang kosong,bagaimana ini? "ucap yao nan.


"Kita ikut satu meja dengan orang lain saja"ucap xia hua.


Mereka melihat kanan kiri mencari meja yang bisa ditempati mereka.


"Disapa saja"ucap yak nan sambil menunjuk kearab meja yang berada di pojok.


Mereka berjalan kearab meja itu dan orang yang menempatinya adalah dua orang pria.


"Permisi...boleh kami satu meja dengan kalian"ucap xia hua.


"Boleh saja... silakan"ucap salah satu pria sambil tersenyum yang bernama chang yi.


"Terimakasih"ucap xia hua.


Kedua pria itu tampan,tapi yang lebih tampan adalah pria yang satunya lagi yang sejak tadi diam saja tanpa berbicara.


"Ah.. kalian baru pertama kali kasini? "ucap chang yi.


"Ah.. iya senior"ucap yao nan yang gugup(bisa kalau liat yang bening-bening buat gugup aja kalau mau ngomongnya).


"Oh..yah.. kenal kan ini teman saya namanya fei xing,kalian jangan tersinggung dengan sikapnya...dia memang begitu kalau sama orang lain"ucap chang yi.



"Ah... tak apa senior! sikap seperti itu sudah biasa"ucap yak nan.

__ADS_1


Berbeda dengan Yao nan dan chang yi yang berbicang-bincang ria, xia hua hanya diam sambil memandang keluar kedai.


Saat dia melihat keluar tidak sengaja tatapan matanya berharapan dengan gegenya siapa lagi jika bukan jin wei dan kawan-kawan.


Jin wei dan yang lainnya berjalan ke dalam kedai, membuat banyak orang heboh karena ketampanan para pria itu yang masuk ke dalam kedai.


"Xia hua... dari mana saja kau? "ucap thu hao yang tiba-tiba memeluk leher xia hua sambil meletakkan kepalannya dipundak xia hua.


"Tadi aku jalan-jalan dan sekarang akan makan"ucap xia hua sambil mengelus kepala thu hao.


"Xia hua tadi kamu di cari lu Chen,katanya dia mau makan malam bersama mu"ucap thu chi.


Thu chi pun tak mau kalah dari adiknya yang memeluk xia hua, dia pun meletakkan kepalanya dibahu xia hua yang satunya lagi.


Orang-orang yang melihat itu iri apalagi para wanita,para wanita sangat iri dengan xia hua yang dikelilingi oleh pria-pria tampan.


"Hei...... disini bukan tempat bermanja-manja,aku yang gegenya saja belum memeluknya tapi kalian sudah dulu merebut hak awalku"ucap jin wei yang kesal.


Yao nan, chang yi dan fei xing hanya senyum geli saja melihat tingkah ketiga orang itu yang merebut kan satu wanita.


"Sudah-sudah...apa kalian sudah makan anak-anakku ini"ucap xia hua sambil tersenyum.


Yao nan, chang yi dan fei xing yang mendengar ucapan xia hua merasa geli dan juga lucu.


"Bukannya aku memang ibu kalian,lihat tingkah kalian yang seperti merebutkan belaian kasih ibu"ucap xia hua sambil tersenyum.


"Tak apa jadi anak... yang penting xia hua yang menjadi ibuku"ucap thu hao.


"Sama aku juga tak apa"ucap thu Chi.


"Baiklah sejak sekarang kalian haru ikuti ucapan ku, karena aku ibu kalian"ucap xia hua.


"Baiklah ibuku tercinta "ucap thu hao dan thu chi bersamaan.


"Duduk kalain bertiga aku tau....kalian pasti belum makana,karena seharian aku melihat kalian berlatih terus"ucap xia hua.


Mereka bertiga duduk disebelah xia hua, membuat yao nan harus pindah tempat duduk disebelah chang yi.


"Ingat..kalian tak boleh memilih makanan, kalian harus banyak makan sayuran"ucap xia hua.


Sebenarnya jin wei dan dua saudara thu memang agak sulit untuk makan sayur-sayuran, menurut mereka sayuran itu pahit.


"Baik"ucap mereka bertiga.


Yao nan, chang yi dan fei xing hanya geleng kepala melihat tingkah konyol mereka berempat yang satu pura-pura jadi ibu dan yang lain jadi anaknya.

__ADS_1


Xia hua memesan sayuran dan makanan yang lagi disukai oleh masyarakat.


Menunggu beberapa menit makanan pun datang.


"Ayo kalian makan! "ucap xia hua sambil mengambil sayur-sayuran kedalaman piring mereka bertiga.


"Tapi... nanti kami boleh makan bebaskan"ucap thu hao.


"Iya...nanti aku akan bagi makanan ku ini agar kalian coba"ucap xia hua.


Xia hua mulai mencoba makanan itu, makanan itu berbetuk bulat kenyal yang berisi telur rebus dengan kuah yang lezat, bisa dibilang pekpek di zaman modern.


"Em... enak"ucap yao nan sambil memakan makanan itu.


"Makanan ini memang makanan yang paling disukai masyarakat di kedai ini.


"Senior sudah berapa kali kasini? apakah sering"ucap yao nan.


"Aku kesini baru tiga kali dan aku makan dengan apa yang saat ini ku makan"ucap chang yi.


"Oh...ya sudah kita lanjut makan saja"ucap yao nan lalu memakan makanan yang sudah ada didepannya.


Diisi lain fei xing sesekali melirik kearah xia hua karena merasa tertarik dengan xia hua,mungkin baru kali ini dia di acuhkan oleh wanita dan dia juga merasa xia hua itu seorang perempuan yang lebih terbuka pada tingkah lakunya,tidak seperti kebanyakan wanita yang pernah mendekati nya yang pura-pura polos dan baik didepannya.


"Wanita yang unik...."gumam fei xing dalam hati sambil tersenyum saat melirik xia hua.


Selesai makan xia hua hendak pergi kembali ke sekte,tapi dicegah oleh yao nan dan chang yi.


"Kalian kembali bersama kami saja,kami pun murid dari sekte harimau putih"ucap chang yi.


"Benarkah kita satu sekte senior,tapi aku tak pernah melihat kalian"ucap yao nan sambil berfikir.


"Kalian pasti baru melihat kami,karena kami baru pulang dari misi yang kami ambil"ucap chang yi.


"Ah.. begitu,baik lah kita kembali bersama kalian saja...iya kan xia hua"ucap yao nan sambil tersenyum.


"Ah...tak usah aku kembali bersama gege-gege ku saja"ucap xia hua lalu berjalan pergi sambil menarik jin wei dan thu hao.


"Xia hua tunggu aku massa aku ditinggal"ucap thu chi sambil berjalan mengerjakan xia hua.


Sekian dulu ceritanya......


Tolong like, komem, vole dan berikan bintang.


Terimakasih......

__ADS_1


__ADS_2