
"Xuan zai ! Apa kamu percaya di dunia ini ada rekarnasi saat kamu meninggal nanti..? Apa kamu percaya jika bukan hanya satu tempat di dunia ini tetapi ada dunia lain selain dunia yang kita tempati?"ucap xia hua sambil menatap ke xuan zai yang duduk tepat di sebelahnya.
"Mungkin kamu tak percaya akan hal seperti itu !"lanjut xia hua.
"Apa kamu dari dunia lain selain dunia yang ku tempati sekarang? "ucap xuan zai.
Xia hua tersenyum saat xuan zai berkata seperti itu.
"Ha...xuan zai sebentarnya aku ini pernah mati."ucap xia hua.
Xuan zai kaget saat xia hua berbicara seperti itu, ekspresi wajah xuan zai tertangkap oleh mata xia hua dan di berikan senyuman saja oleh xia hua.
"Tapi aku hidup kembali tetapi dengan tumbuh yang berbeda,dan dunia yang terbanding terbalik dengan dunia ku tempati "ucap xia hua.
"Sejak kapan kamu hidup di dunia ini? lalu bagaimana dengan dunia mu dulu? "ucap xuan zai yang penasaran.
"Roh ku berpindah ke tubuh ini saat tubuh ini sekarat dan bisa dibilang hidup dengan roh yang sudah meninggalkan raga ini"ucap xia hua.
"Dan untuk dunia ku dulu sangat banyak gedung-gedung tinggi dan sistem pedagang secara online,tanpa kita harus pergi ketempatnya secara langsung"
"Kendaraan yang digunakan sangat banyak bisa lewat darat,laut maupun udara."
"Di dunia ku sangat banyak bahasa yang berbeda dan setiap daerah masing-masing yang memiliki bahasa yang sama akan dipimpin oleh seseorang dan daerah itu memiliki hukum yang di gunakan untuk mengatur masyarakat dan juga pemimpin itu agar daerah tersebut teratur juga damai"
Xia hua terus saja bercerita tentang dunia yang di tempatinya di kehidupan awalnya.
"Apa kamu mengerti dengan cerita ku? "ucap xia hua.
"Aku lumayan mengerti dengan cerita mu itu, meski ada beberapa istilah yang kamu sebut aku tidak mengerti"ucap xuan zai.
"Sudahlah...lagian kamu hanya perlu sedikit mengerti saja tentang dunia ku itu"ucap xia hua.
"Xia hua...apa kamu akan pergi kembali ke dunia mu jika ada jalannya? "ucap xuan zai.
"Kamu tau jika aku bisa kembali kedunia ku yang dulu, apa bisa aku hidup sama dengan tubuh yang berbeda...apa mereka yang dekat dengan ku akan percaya jika aku berbicara dan menceritakan tentang apa yang aku alami? bisa-bisa aku dianggap tidak waras"ucap xia hua.
__ADS_1
Xuan zai diam saja saat xia hua berbicara seperti itu.
"Tapi aku suka beda disini karena aku memiliki keluarga yang masih ada, berbeda dengan di dunia ku dulu"ucap xia hua yang mulai mengingatkan ketika dia ditinggalkan oleh kedua orangtuanya dan hanya neneknya yang merawatnya saat itu.
Wajah Xia hua mulai memerah dan mata yang sudah mulai berkaca-kaca, seperti sedih yang dia tahan.
"Xia hua kamu tak usah menahan perasaan mu jika kamu sedih menangis lah dan jika ada masalah ceritakan jangan kau pendam sendiri karena saat ini ada aku dan yang lain yang sayang padamu"ucap Xuan zai yang sudah memeluk xia hua.
Mendengar itu xia hua terharu karena di dunianya dia tak bisa begitu terbuka kepada orang lain(meskipun di dunianya dulu ada alex yang sudah dianggap adik tapi dia tetap masih belum terbuka),dan ke biasaan itu dia terapkan sampai saat ini.
Tapi di dunia ini dia sudah tidak sendirian lagi dia memiliki orang-orang yang menyayanginya.
Xia hua mulai menangis di dalam pelukan xuan zai.
"Xia hua...aku tidak peduli kamu itu siapa dan kamu berasal dari mana..yang ku pedulikan adalah kamu selalu ada di dekat ku dan tak pergi dariku itu sudah cukup"ucap xuan zai di dalam hatinya.
Xuan zai mengelus-elus punggung xia hua,sampai xia hua berhenti menangis.
"Makasih"ucap xia hua yang matanya sudah bengkak dan hidung yang sangat merah.
"Hhehheh.. maaf,nanti aku cuci baju mu itu"ucap xia hua sambil tersenyum.
"Sudah tak usah"ucap xuan zai lalu berjalan pergi lebih dulu.
"Eh...kamu tak ganti baju, baju mu sudah basah begitu dan kotor terkena ingus ku"ucap xia hua yang mengejar xuan zai.
"Tak apa, memang kamu mau melihat ku ganti baju"ucap xuan zai.
"Apaan sih? lagian siapa juga yang mau melihat mu ganti baju"ucap xia hua.
"Memang kamu tak tergoda padaku...aku kan tampan"ucap xuan zai.
"Eh...kamu kira aku ini tak pernah melihat pria-pria tampan, di dunia ku dulu semua teman ku itu pria dan mereka tampan-tampan"ucap xia hua.
"Tapi aku berbeda dari mereka...aku yakin kamu tak pernah terbuka kepada mereka seperti kamu kepada ku bukan?"ucap xuan zai.
__ADS_1
"Ah.. sudah lah, lagian kalau kamu gak dengar aku berbicara seperti itu dan meminta penjelasan mana mungkin aku akan terbuka padamu juga"ucap xia hua.
"Berarti aku itu bisa di katakan beruntung bukan dan mungkin aku memiliki ikatan dengan mu, makanya kamu bisa terbuka kepada ku"ucap xuan zai.
"Menyebalkan..makin ke sini kamu jadi banyak berbicara"ucap xia hua yang langsung pergi.
"Sangat imut"ucap xuan zai melihat xia hua yang kesal kepadanya.
"Aku berharap kamu tak pergi dan selalu dekat dengan ku"ucap xuan zai lalu pergi ke arah lain.
Xia hua kesal dengan sikap xuan zai.
"Menyebalkan sekali...coba dia tak mengoda ku seperti itu,padahal aku sudah tersentuh dengan sikap yang perhatiannya tadi"ucap xia hua kesal.
"Kenapa juga aku tadi nagis segala sih"ucap xia hua yang kesal.
"Xia hua.. "tiba-tiba ada yang memanggilnya.
Xia hua menengok ke kanan kiri mencari orang yang memanggilnya.
"Kamu kenapa mata mu bengkak begitu dan hidung merah, kamu habis nangis yah? "ucap yao nan.
"B*d* aku lupa kalau mata ku bengkak sangat memalukan,sejak kapan aku lemah begini"pikir xia hua.
"Ah.. tadi mataku kemasukan debu dan aku bersin terus karena debu masuk kehidung ku juga"ucap xia hua.
"Masa sih debu bisa membuat wajahmu sampai seperti itu? "ucap yao nan yang tak percaya.
"Tak usah malu jika kamu menangis,aku tak akan meledek mu"ucap yao nan lalu menarik xia hua untuk ikut dengannya.
Sekian dulu ceritanya.........
Terima kasih untuk para pembaca ..............
Jaga kesehatan dan kebersihan selalu untuk pandemi saat ini yah.........
__ADS_1