Transimigrasion(Revisi)

Transimigrasion(Revisi)
ep 54


__ADS_3

Semua orang yang di sana sangat kaget dengan aura pembunuh yang xia hua keluarkan, tak terkecuali para penatua.


Para penatua merasakan tekanan yang kuat, membuat mereka tak bisa bergerak maupun berbicara,ada beberapa murid yang tak bisa menahan tekanan itu akhirnya pingsan.


"Anak ini sangat menyeramkan,diumurnya yang masih muda saja sudah memiliki aura pembunuh sekuat ini,aku saja tak memiliki aura sepertinya"ucap penatua yu di dalam hatinya saat merasakan aura milik xia hua.


"Ah.. sejak kapan adikku ini memiliki aura yang sangat menakutkan seperti ini..?, rasanya seperti aku bertemu dengan Iblis"ucap jin wei di dalam hatinya.


"Ah.. xia hua sangat menyeramkan saat marah, untung aku tak pernah membuatnya marah"ucap Yao nan dengan bulu kuduknya sudah berdiri.


"Aura anak ini sangat kuat, aku tak bisa bergerak sama sekali dan suaraku tak mau keluar dari mulutku, rasanya tubuhku ini seperti sudah mati"ucap salah satu penatua bulan salju dalam hatinya.


"Ah..maaf, aku terbawa emosi"ucap xia hua saat dia sadar bahwa dia sudah mengeluarkan aura pembunuh yang sangat kuat,lalu menarik kembali aura pembunuh miliknya.


Semua orang merasa lega saat xia hua menarik aura pembunuh miliknya, karena aura milik xia hua itu sangat menakutkan bagi mereka.


Para penatua hanya diam,karena binggu mau berbicara apa kepada xia hua.


"Ah.. lupakan saja masalah tadi, agar masalah ini selesai"ucap xia hua dengan santai.


"Em.. sebelum itu urus dulu murid-murid yang pingsan itu, bawa mereka keruang kesehatan"ucap penatua yu,para senior dan guru dari sekte membawa anak-anak yang pingsan itu.


"Penatua yu...bagaimana hukum kita ini, agar semua jelas dan tak ada yang banyak bicara lagi membuatku muak saja"ucap xia hua sambil menatap salah satu penatua bulan salju dengan tajam.


"Maaf saya lancang..,kamu harus memenangkan pertandingan ini jika tidak kedua temanmu dan kamu harus di keluarkan dari sekte,atas nama baik kami para penatua yang hadir pada acara ini juga atas nama baik sekte"ucap penatua Dou(sekte pedang sejati).


"Baik aku setuju akan hukumanku itu"ucap xia hua dengan santai.


Penatua yu belum sempat menyetujui saran dari penatua dou tapi xia hua sudah menyetujuinya sendiri, jadi dia tak bisa menolak saran itu.

__ADS_1


"Baiklah.. karena xia hua sendiri sudah memilih hukumannya sendiri, dia harus memenangkan pertandingan ini atau pergi dari sekte ini"ucap penatua yu.


Para penatua tau jika penatua dou membantu sekte harimau putih,mereka juga tau bahwa xia hua yang akan memenangkan pertandingan.


Tapi berbeda dengan penatua yu,dia merasa khawatir bila xia hua kalah karena tidak ada yang tau mungkin saja ada musuh yang lebih bagi xia hua,dia tak mau xia hua keluar dari sekte.


"Ya.. sudah, karena hukum sudah di berikan sekarang kita lanjutkan acara kompetisi ini, agar tak membuang-buang waktu lagi"ucap penatua li.


Para penatua sudah kembali ketempat mereka masing-masing, dan penatua yu melanjutkan acara itu.


Keadaan kembali ramai dengan suara dukungan dari para murid kepada dua orang yang sedang bertanding,yang awalnya sangat sepi tak ada yang berani berbicara.


"Xia hua...,kamu benar akan mengambil hukuman itu..? "ucap yao nan sambil menatap wajah xia hua.


"Iya.. memang kenapa..? "ucap xia hua menatap balik.


"Harusnya kamu tak ikut campur masalah kita berdua, itu memang kita berdua yang salah dan tak ada sangkut pautnya denganmu"ucap tan han.


"Eh.. benar juga sih..makasih juga maaf jadi merepotkan"ucap thu hao, bukan hanya thu hao saja yang memeluknya thu chi juga ikut memeluk xia hua.


"Kalian ini membuat masalah saja membuat adikku ini dapat masalah saja"ucap tan hao sambil memeluk xia hua.


"Ah..sudahku bilang tadikan agar fokus dengan penjelasan penatua yu,jadi beginilah jika sudah tak fokus"ucap yen kwang sambil menggelengkan kepalanya.


"Kalian membuat masalah bagi adikku ini, awas saja kalian setelah acara ini akan kuberikan hukuman"ucap jin wei sambil menatap tan han dan yao nan.


"Benar.. hukum saja mereka berdua agar kapok"ucap thu chi dan thu hao bersamaan.


"Kalian juga sama....siapa suruh kalian untuk memeluk adikku,lepas sekarang"ucap jin wei sambil menatap tajam kepada keduanya.

__ADS_1


"Hahahhah...rasakan bukan aku saja yang mendapatkan hukuman tapi kalian berdua juga, makanya jangan meledek aku"ucap tan han dalam hati,dia senang kedua saudara thu itu mendapatkan hukuman juga karena sudah meledeknya.


"Apaan xia hua juga adik kami"ucap thu hao.


Sebelum jin wei membalas ucapan thu hao, xia hua sudah berbicara lebih dahulu darinya.


"Sudah lepaskan.."ucap xia hua, kedua saudara thu itu menuruti ucapannya lalu melepaskan pelukan mereka.


"Bisa tidak.. kalian jangan buat masalah dulu,diantara kita sudah ada yang mendapatkan hukuman jangan sampai lebih banyak lagi yang berbuat bodoh, kalian sudah dewasa coba bertindak dewasa juga"ucap xia hua kesal kepada mereka berdua, dia takut mereka berdua juga akan terkena masalah.


Disisi lain ada seorang pria yang memperhatikan xia hua yang sedang memarahi para senior itu, dia masih memegang sebuh token di tangannya.


"Wanita yang baik, mau mengambil resiko buat temannya sendiri"ucap pria itu.


"Wanita itu sangat dekat dengan para senior apalagi para senior sangat menuruti dia,apa para senior itu gege-gegenya"ucap pria itu sambil memperhatikan xia hua yang sedang berceramah kepada para senior itu.


Ditempat lain Xuan zi, wei zhou,dan lan yu,mereka merasa agak kesal di dalam hati mereka karena para senior itu bisa memeluk xia hua sesuka mereka.


"Setauku.. gege xia hua hanya jin wei, siapa kedua senior yang memeluknya xia hua itu, apa yang menyukai xia hua"ucap xuan zi(pangeran ke-2, kerajaan han) saat melihat xia hua dari jauh.


"Aku juga berfikir begitu"ucap wei zhou(putra mahkota,kerajaan han).


"Aku tak mau xia hua menjadi milik salah satu senior itu, harus aku yang mendapatkan xia hua"ucap xuan zi(pangeran ke-2, kerajaan han) dengan sangat berambisi.


Tak berbeda jauh dengan lan yu, dia kesal karena xia hua bisa di peluk dengan bebas oleh kedua pria itu, meskipun dia tak tau indentitas mereka,tapi rasa kesal itu masih ada.


Sekian dulu ceritanya.......


Tolong like,komen,vote,dan berikan bintang...

__ADS_1


Terima kasih..... ❤❤❤


__ADS_2