
Saat xia hua masuk kedalam paviliun shi jian di sana hanya ada para murid senior(para murid senior memiliki seragam yang berbeda dengan murid baru membuat xia hua bisa membedakannya dengan mudah).
Dia agak bingung pada kemana semua murid baru yang juga mengikuti pembelajaran kultivasi,saat dia tanya kepada salah satu senior yang sedang berlatih disitu,senior itu memberi tau kepadanya bahwa pembelajaran itu sudah selesai beberapa menit yang lalu.
"Ah.. sialan, jika tau gak akan ikut pembelajaran kultivasi kaya gini gw gak usah buru-buru kesini segala"ucap xia hua dalam hatinya.
"Ah..kenapa juga gw bisa tersesat segala,ah..lebih baik aku berlatih saja"ucap xia hua yang pamit kepada senior itu setelahnya dia berjalan naik ke lantai 6 untuk belatih di ruang yang tertutup.
Saat sudah di lantai 6,xia hua langsung masuk kedalam salah satu ruang yang ada di lantai 6.
"Ah.. lebih baik saat ini aku membuat kontrak dengan pedang yang ku buat"ucap xia hua lalu mengeluarkan pedang itu dari cincin samudranya.
"Aku tak sabar untuk melakukan kontra darah dengan pedang ini, aku penasaran apa roh dalam pedang ini merupakan perempuan,laki-laki,atau seekor hewan"ucap xia hua dalam hati.
Xia hua menggigit jarinya sampai berdarah dan mengoleskan darahnya itu kepada pedang yang dia pengang itu, tiba-tiba keluar cahaya dari pedang itu membuat mata xia hua tertutup karena silau,dia merasa ada sesuatu yang hangat masuk kedalam tubuhnya membuat kekuatannya meningkat.
Saat xia hua membukakan matanya dia melihat seekor serigala putih dengan mata yang berwarna merah ada di depannya.
"Lucunya.."ucap xia hua lalu memegang kepala serigala itu.
Saat xia hua akan memegang kepala serigala,serigala tersebut tiba-tiba mundur menjauhi xia hua dengan menatap tajam xia hua.
"Hei... tenang, aku tidak akan jahat padamu kemarin lah"ucap xia hua sambil tersenyum.
"Memang siapa yang takut padamu, aku hanya tak mau kamu menyentuhku"ucap serigala itu kepada xia hua.
"Serigala sialan..kamu itu sudah jadi milikku tau"ucap xia hua lalu memukul kepala serigala tersebut.
"Lagian aku tak menerimamu sebagai tuanku..,aku kira tuan ku itu adalah seorang pria yang memiliki tingkat kultivasi yang tinggi,aku tak mau menerima tuanku itu adalah seorang perempuan apalagi kamu saja belum dewasa masih anak kecil"ucap serigala tersebut,sambil mengelus-elus kepalanya yang sakit dengan kaki depannya.
__ADS_1
"Hei... aku ini sudah dewasa bukan anak kecil lagi dan tingkat kultivasiku itu lebih tinggi dari pada yang lainnya(anak seumurannya),coba kamu lihat apanya yang kecil"ucap xia hua sambil menatap tajam serigala itu.
Serigala itu menatap xia hua dari ujung kaki sampai kepalanya, serigala itu sangat malu saat melihat lekuk badan xia hua yang terbilang sudah sama seperti seorang wanita dewasa.
"Em...dadamu masing kurang besar lagi"ucap serigala itu sambil memalingkan kepalanya kesamping.
Saat xia hua melihat tingkah serigala itu menjadi aneh,dia berfikir untuk menjaili serigala itu.
"Em.. masa sih milikku itu sangat kecil, tapi kok kamu memalingkan wajahmu dari aku...jangan-jangan kamu seorang pria yah.., jadi malu-malu gitu"ucap xia hua sambil tersenyum.
"Em...memang kenapa kalau aku tak melihatmu terus, lagian aku memalingkan wajah karena malas melihat wajahmu itu yang sangat jelek"ucap serigala itu yang masih menatap ke samping.
"Em..masa sih..aku rasa kamu itu sedang malu deh..,lagian semua orang bilang bahwa aku ini cantik sekali dan kamu itu yang pertama mengatakan aku itu jelek"ucap xia hua.
"Itu karena mata mereka itu buta.. tak bisa membedakan mana yang cantik dan yang jelek"ucap serigala itu dengan posisi yang masih sama.
"Jika aku jelek tatap aku,dan katakan aku ini jelek baru aku akan percaya"ucap xia hua menentang serigala itu.
"Hahaha..aku tau kamu malu,jadi kamu mengalihkan pembicaraan kita dengan mengatakanku jelek agar aku tak membahas tentang milikku itu"ucap xia hua lalu mendekati serigala itu setelah itu mengelus kepalanya.
Serigala itu kaget lalu memalingkan kepalanya menatap xia hua yang mengelusnya.
"Sudah.. kita damai saja, aku ingin kamu menjadi temanku"ucap xia hua yang masih mengelus kepala serigala itu.
"Baiklah..kita damai saja,karena aku juga sudah malas bertengkar"ucap serigala itu.
"Namaku xia hua, aku harap kita bisa menjadi temanku mau itu susah atau senang"ucap xia hua.
"Aku belum mempunyai nama jadi sebagai tanda pertemanan kita,aku ingin kamu memberikanku nama"ucap serigala itu.
"Em.. baik jika begitu, bagaimana namamu
__ADS_1
Xie hong yang artinya merah darah sama seperti warna matamu itu"ucap xia hua.
"Em.. boleh juga"ucap xie hong.
"Apaan yang boleh juga nama itu sudah bagus,jika kurang bagus kamu cari saja sendiri"ucap xia hua kesal,karena xie hong berbicara begitu saja.
"Ah.. tidak namanya sudah sangat bagus jadi aku akan pakai nama itu,jadi kamu tak usah kesal begitu"ucap xie hong,dia berusaha untuk tidak membuat xia hua marah kepadanya.
"Ah.. sudahlah kitakan sudah damai, jadi tak usah bertengkar lagi"ucap xia hua.
Xia hua terus berbincang-bincang dengan xie hong,setelah itu dia bersemedi untuk menyerap mana yang ada di sekitarnya, xie hong hanya diam memperhatikan xia hua.
Dua bulan kemudian
Sudah dua bulan xia hua dan murid baru lainnya belajar di dalam sekte,dan hari ini adalah hari yang berbeda dari hari-hari biasanya, karena pada hari ini di dalam sekte harimau putih sudah sangat banyak para tamu undangan dari sekte-sekte lainnya yang datang untuk mengikuti kompetisi yang di ada kan setiap tahunnya.
Para murid sangat bersemangat untuk mengikuti kompetisi,karena peraturan kompetisi ini berbeda dari kompetisi yang tahun lalu, yang berbedanya adalah setiap murid sekte boleh mengikuti kompetisi ini berbeda dari kompetisi setiap tahunnya yang setiap peserta kompetisi adalah orang-orang yang terpilih saja,oleh karena itu para murid sangat bersemangat untuk mengikutinya.
Bukan hanya murid baru saja yang bisa mengikuti kompetisi tapi murid senior pun boleh mengikuti kompetisi ini.
Nama kompetisi ini adalah "Jing zheng",merupakan kompetisi pertama yang di adakan dengan peraturan berbeda dari kompetisi pada umumnya,kompetisi ini memperbolehkan semua murid ikut dalam kompetisi ini bertujuan untuk mengukur kemampuan para murid sudah sampai mana batas mereka miliki.
Lapangan utama(tempat jing zheng berlangsung)
Di setiap pinggiran lapangan itu sudah berjajar rapi kursi-kursi untuk para penatua dari semua sekte,di sana bukannya hanya murid dari dalam sekte tapi dari luar sekte pun ada di sana.
Sekian dulu ceritanya...
Tolong like, komen, vote, dan berikan bintang.
Terimakasih...❤❤❤
__ADS_1