
Pagi yang sangat cerah xia hua bangun dari tempat tidurnya karena suara burung-burung dipagi hari.
Xia hua meregangkan tubuhnya yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Ah... gak terasa udah pagi aja"ucap xia hua yang langsung bangun dari kasurnya dan mengambil sebuah tempat yang berisikan air untuknya mencuci wajahnya.
Setelah membersihkan diri xia hua mengambil baju berwarna hijau toska dari lemari kayu lalu memakai baju itu.
Xia hua awalnya kesulitan menggunakan bajunya zaman itu, tapi mungkin karena sudah terbiasa dia menggunakannya rasanya menjadi gampang saat digunakannya pada saat ini.
Setelah beres bersiap-siap xia hua duduk di kursi dan meja yang ada disapa, dan mengeluarkan makanan yang dia simpan di cincin ruang.
Xia hua mulai mengeluarkan makanan mulai dari Mapo doufu(merupakan sebuah tahu yang di potong dadu lalu di masak dengan campuran daging giling,dan beberapa bumbu lainnya ),la ji zi (merupakan sebuah potongan daging ayam yang di potong dadu lalu di goreng sampai kering dengan ditambahkan beberapa bumbu).
Kedua makanan itu sangat disukai oleh xia hua semenjak dia pergi berlibur ke negara China dikehidupan pertamanya dan sampai kehidupan keduanya kedua makanan ini masih dia sukai.
"Ah.. sudah lama aku tak memakan kalian"ucap xia hua lalu mulai mengambil satu persatu makanan itu.
"Em.. rasanya kurang sama seperti di kehidupan pertamaku, tak apalah nanti aku akan coba memperbaiki bumbu masakan ini"ucap xia hua saat mencicipi makanan itu.
Xia hua menikmati kedua makanan itu meskipun tak sama seperti apa yang dia bayangkan tapi rasanya tidak jauh berbeda.
Tak terasa kedua makanan itu sudah dimakan habis oleh xia hua.
"Ah.. kenyangnya"ucap xia hua yang sudah merasa perutnya sudah tak akan kuat lagi jika iya memaksa memasukan makanan lagi.
"lebih baik aku jalan-jalan agar makan ini cepat turun"ucap xia hua lalu berjalan keluar dari kamarnya.
Xia hua berjalan-jalan dari kediaman para murid setelah itu ketempat latihan lalu ke taman.
"Ah... udaranya sangat sejuk dan juga dingin"ucap xia hua.
Mungkin udara menjadi dingin karena iklim sudah mulai berganti.
"Sebentar lagi akan berganti menjadi musim salju,tak terasa aku sudah satu tahun tinggal di dunia ini"ucap xia hua sambil menatap langit.
"Satu tahun didunia ini?"ucap seseorang dari belakang.
Xia hua kaget lalu membalikan tubuhnya kebelakang.
Ternyata orang yang berbicara itu adalah Xuan zai.
__ADS_1
"Ah.. kamu!"ucap xia hua gugup.
"Aha.. b*g* kenapa aku keceplosan segala,malah berbicara begitu"pikir xia hua.
"Apa maksudnya 'kamu hidup satu tahun didunia ini'? "ucap xuan zai.
Flashback
~Xuan zai~
Saat xuan zai sedang berlatih dia tak segaja melihat xia hua disana,dia kira xia hua akan latihan juga.
Tapi xia hua hanya melihat saja lalu pergi dari situ.
"Kenapa dia gak latihan kaya biasanya?"pikir xuan zai saat melihat xia hua yang sudah pergi meninggalkan tempat itu.
Xuan zai menghentikan latihannya dan hendak pergi dari sana.
"Mau kemana kamu? "ucap wei zhou yang saat itu latihan bersama dengan xuan zai.
"Aku ada urusan gege! aku tinggal dulu yah"ucap xuan zai lalu pergi dari sana.
"Mau kemana anak itu? "pikir wei zhou.
Disisi lain xuan zi mencari xia hua dimana-mana karena dia kehilangan jejak xia hua.
"Ah...sialan gara-gara tadi gege tanya segala aku jadi kehilangan xia hua kan"pikir cuman zai yang kesal.
Xuan zai terus mencari xia hua sampai dia melihat xia hua yang berada dipinggir danau di taman itu.
Saat xuan zai yang sudah lumayan dekat dia mendengar xia hua berbicara kepada dirinya sendiri sambil menatap langit.
"Sebentar lagi akan berganti menjadi musim salju,tak terasa aku sudah satu tahun tinggal di dunia ini"ucap xia hua yang saat itu menatap langit.
"Satu tahun di dunia ini? kenapa dia berbicara begitu seperti dirinya bukan berasal dari dunia ini"pikir xuan zai saat mendengar xia hua berbicara begitu.
"Satu tahun didunia ini?"ucap xuan zai yang bingung.
Xuan zai melihat ekspresi wajah xia hua yang kaget dengan keberadaannya disitu.
"Ah.. kamu!"ucap xia hua yang gugup dengan tubuh memudar.
__ADS_1
"Apa maksudnya 'kamu hidup satu tahun didunia ini'? "ucap xuan zai yang bertanya kembali.
Flashback off
"Ah.. itu.itu a.. ku"ucap xia hua yang gugup.
"Ayolah otak berfikir..cari alasan yang masuk akal agar dia percaya"pikir xia hua.
"Itu apa? kamu jangan mencoba berbohong aku tau kamu sedang mencari alasan yang tepat"ucap xuan zai yang melihat xia hua dengan tajam.
"Gimana bisa dia tau kalau aku sedang mencari alasan....apa dia bisa membaca pikiran ku"pikir xia hua yang kaget dengan ucap xuan zai.
"Tak usah banyak berfikir..lebih baik kamu jujur pada ku,kamu bisa percaya kepada ku"ucap xuan zai saat dia melihat xia hua terus diam.
"Jujur atau gak yah.... tapi kalau bohong pasti ke tawan sama dia.. tapi kalau jujur mana mungkin dia percaya padaku,pasti dia akan meledek diriku"pikir xia hua.
"Apa kamu akan percaya pada ucapan ku,meski apa yang ku ceritakan itu tak masuk akal?"ucap xia hua kepada xuan zai.
"Aku akan percaya....jika kamu jujur padaku,dan kamu bisa menceritakan hal itu dengan terbuka kepada ku...berjanji akan menjaganya"ucap xuan zai dengan serius.
"Dia terlihat serius..sepertinya aku dapat percaya kepadanya"pikir xia hua saat melihat xuan zai yang benar-benar serius.
"Baiklah.. aku akan cerita padamu,tapi kita jangan berbicara disini"ucap xia hua.
Xuan zai tau maksud dari ucapan xia hua lalu dia mengangguk sebagai tanda setuju.
Xuan zai langsung menarik xia hua pergi dari sana,keluar dari sekte dan berjalan ke arah bukit yang dekat dengan sekte.
Sesampainya di kaki bukit itu xuan zai melepaskan pegangannya dari tangan xia hua.
"Sudah bisa cerita sekarang "ucap xuan zai.
Xia hua menengok ke kiri kanan memastikan tidak ada orang di sekitar mereka.
"Sudah tak mungkin ada orang di sini"ucap xuan zai saat melihat xia hua menengok ke kiri kanan.
Xia hua tersenyum saat xuan zai berbicara begitu.
Sekian dulu ceritanya.............
Terima kasih untuk para pembaca yang setia..😊😊
__ADS_1
Maaf saya up date satu kali minggu ini, dan belum bisa doble seperti yang saya beritau di pengumuman......🙏🙏