
Saat ini xia hua sedang berjalan kembali ke kediaman para murid,dengan wajah yang agak pucat seperti sedang sakit.
Xia hua terus berjalan sambil melamun entah apa yang dia fikirkan, dia mengabaikan yao nan yang memanggilnya dari jauh.
Karena xia hua tak menanggapi panggilan yao nan, yao nan berjalan menghampiri xia hua.
Yao nan kaget dengan wajah xia hua yang pucat seperti orang sakit,yao nan menggoyangkan tubuh xia hua agar sadar dari lamunannya itu.
"Xia hua kamu kenapa? muka mu sangat pucat,kamu sakit? "ucap yao nan sambil meletakkan tangan di dahi xia hua untuk mencetak suhu tubuh xia hua.
"Ah..aku tak apa"ucap xia hua yang baru sadar dari lamunannya.
"Lebih baik kamu istirahat dulu, aku lihat wajah mu sangat pucat"ucap yao nan sambil memapah xia hua kembali ke kamarnya.
Kamar(xia hua)
Yao nan menyuruh xia hua untuk membaringkan tubuh nya di kasur,tapi xia hua tak mau karena sebentar lagi pertandingan akan dimulai,dia tak mau melewatkannya dan juga karena dia sudah janji akan memenangkan kompetisi.
Tapi yao nan bersih keras menyuruh xia hua untuk istirahat,pada akhirnya xia hua menurut juga untuk istirahat, yao nan mengatakan bahwa xia hua tak usah khawatir tentang pertandingan karena dia dan teman yang lainnya akan memenangkan kompetisi ini.
Mendengar apa yang dikatakan yao nan, xia hua mulai mempercayainya karena ada gegenya jin wei dan ada hu tian yang kuat dan kemungkinan bisa menang.
Setelah xia hua ditidurkan dikasur, yao nan ke luar dari kamar xia hua dan sebelum keluar dia mengingatkan xia hua untuk tetap beristirahat juga tak usah khawatir tentang kompetisi yang akan dilaksanakan.
Xia hua mulai menutup matanya untuk tidur kembali,saat xia hua menutup matanya akhirnya dia bisa tertidur kembali semenjak dia bangun karena mimpi buruk.
__ADS_1
Disisi lain yao nan pergi menghampiri teman dan senior yang lain,yang saat ini ada di shi tang sedang sarapan.
Yao nan memberitahu teman dan seniornya kalau xia hua sedang sakit,mendengar apa yang diucapkan yao nan membuat yang lain khawatir dengan keadaan xia hua.
Teman dan seniornya memutuskan untuk menjenguk xia hua, tapi para pria kan tidak boleh masuk ke dalam kediaman para murid perempuan.
Jadi mereka akan masuk dengan paksa dan sembunyi-sembunyi, yao nan dan lao zhu yang akan memeriksa keadaan atau membukakan jalan kepada mereka dan yang akan memberitahu jika ada orang yang datang.
Setelah makan mereka langsung pergi,saat sampai didepan kediaman para murid perempuan disana sangat sepi tak ada orang yang lewat satu pun, untuk memastikan lebih jelas yao nan pergi memastikan lagi.
setelah di pastika tak ada orang disana mereka langsung masuk kedalam dengan jalan agak terburu-buru karena takut ada yang datang, benar saja saat mereka melewati salah satu kamar murid perempuan,pintu kamar itu tiba-tiba langsung terbuka untungnya saat itu yao nan langsung berdiri didepan pintu,membuat murid wanita itu tak bisa melihat keluar kamarnya.
Ternyata murid perempuan itu keluar dari kamarnya karena dia mendengar banyak langkah orang yang berjalan,karena jarang para wanita mengeluarkan suara langkah kaki seperti itu, tapi yao nan dengan cepatnya memberikan alasan kenapa ada suara seperti itu dia mengatakan bahwa dia sedang membawa barang milik temannya, sambil menunjuk sebuah karung yang sangat penuh entah apa isinya,melihat karung itu murid perempuan itu akhirnya percaya dengan ucapan yao nan dan masuk kedalam kamarnya kembali.
Setelah murid perempuan itu masuk kedalam mereka sebenarnya ingin bertanya kepada yhu ley kenapa bisa ada karung yang berisikan pasir didalam cincin ruangnya,tapi karena takut kejadian tadi terulang dan jika suara mereka terdengar oleh orang lain akan menimbulkan masalah yang lebih besar,ke mungkinan mereka akan ketawan oleh para murid perempuan.
Yhu ley langsung memasukkan kembali karung tersebut kedalam cincin ruangnya,lalu melanjutkan perjalanan mereka.
Sampai lah mereka didepan pintu kamar xia hua,yao nan langsung membuka pintu kamar itu dan yang lainnya dengan cepat masuk kedalam kamar itu dan menutup pintunya kembali.
Saat masuk kedalam kamar xia hua mereka mengikuti yao nan yang berjalan masuk kedalam yang mengarah kekasur milik xia hua, mereka melihat xia hua yang tertidur tapi dengan keringat yang bercucuran dan wajah yang gelisah juga pucat.
Jin wei mendekati tubuh xia hua yang tertidur lalu mengelus kepala xia hua, saat jin wei mengelus kepala xia hua,tubuh xia hua mulai rileks dan tertidur dengan tenang.
Mereka khawatir kenapa xia hua bisa seperti ini,xia hua seperti tak tenang saat dia tertidur dan juga seperti ada yang mengganggunya.
__ADS_1
Hu tian mulai memeriksa tubuh xia hua, karena saat dulu dia pernah belajar pengobatan membuatnya mengerti.
"Bagimana? apa yang terjadi kepada xia hua?"ucap thu chi kepada hu tian.
"Dia terlalu stres dan juga lelah, tapi menurutku kenapa dia bisa begini karena telalu banyak fikiran yang membuatnya tak tenang saat beristirahat,seperti tadi yang kalian lihat"ucap hu tian kepada yang lainnya.
"Ah..ternyata ke jadian dulu bisa terulang lagi"ucap jin wei.
"Apa yang terulang lagi? "ucap yhu ley dan thu hao,saat mendengar ucapan jin wei.
"Jika mendengar apa yang senior jin wei bilang, sepertinya kejadian ini bukan pertama kali terjadi"ucap yen kwang.
"Yah..ini bukan pertama kalinya terjadi,saat dulu xia hua juga pernah tiba-tiba sakit seperti ini dan di periksa oleh alkmis juga sama seperti yang diucapkan oleh hu tian,hal itu terjadi setelah jasat ibu kami baru ditemukan"ucap jin wei.
"Jika begitu,apa kejadian ini juga ada hubungannya dengan yang dulu? "ucap tan han.
"Sepertinya tidak, karena alkmis sudah memberikan obat agar xia hua tenang dan sejauh yang ku tau dia sudah mulai menerima bahwa ibu kami sudah tidak ada,dan sudah tak pernah menyalahkan dirinya"ucap jin wei.
"Jika sudah kedua kalinya separah ini tabib mau pun alkmis juga akan angkat tangan, karena hanya dia saja yang bisa melawan hal fikiran miliknya itu, kemungkinan saat ini dia tidak sadarkan diri dan dia bisa sadar kembali itu ketika dia bisa melawan mimpi buruk"ucap hu tian.
Sekian dulu ceritanya..........
Tolong like, komen, vote, dan berikan bintang..
Terimakasih.............
__ADS_1