
"Memalukan sekali,kenapa aku jadi b*d*h begini sih.."ucap jin wei dalam hatinya sambil berjalan masuk ke dalam paviliun shi jian dengan wajah yang memerah.
xia hua dan yao nan masih saja menertawakan tingkah laku jin wei.
"Haaaaha.. sakit perut ku..ah.. tertawa terus, ngomong-ngomong kamu gak masuk toilet"ucap yao nan yang melihat xia hua masih saja tertawa.
"Hahahha... ah.. aku lupa,untung kamu ingetin"ucap xia hua yang baru sadar kalau dia ada urusan lain.
Xia hua langsung masuk toilet,beberapa menit kemudian baru dia keluar dari toilet.
"Sudah selesai? "ucap yao nan yang masih menunggu didepan toilet.
Xia hua yang baru keluar toilet kaget, dia kira yao nan sudah pergi karena sejak tadi tidak mendengar suaranya.
"Aha....ku kira kamu sudah pergi! kenapa masih disini? "ucap xia hua.
"Ditunggu bukannya bersyukur yah.. aku ini teman yang setia tau menunggu kamu,kamu lama lagi cuman masang yang kaya gitu"ucap yao nan ngambek.
"Yah.. maaflah, habis ribet masangnya"ucap xia hua, karena biasanya di pakai pembalut yang dia buat sendiri.
"Ah.. ya udah, apa perut mu masih sakit? "ucap yao nan sambil melirik ke arah perut xia hua.
"Lumayan..tapi aku masih bisa tahan"ucap xia hua.
"Bener..gak mau aku bawain ramuan pereda keram perut mu itu"ucap yao nan.
"Ah..benar juga, aku harus minum itu biar keramku tak semakin para,sebenernya sih buat sendiri bisa.. yah males banget..mumpung ada yang bantuin"pikir xia hua dalam hatinya.
Yao nan hanya menatap xia hua yang seperti sedang berfikir.
"Boleh deh,ah..nanti tolong bawa ke kamarku yah"ucap xia hua.
"Kamu langsung kembali kekamar? gak jadi latihan!"ucap yao nan.
"Gak dulu..keram perut ku ini sangat mengganggu ku, mana aku fokus kalau latihan..sama aja bohong..malah nanti keram perut ku semakin-makin aja"ucap xia hua lalu pergi.
__ADS_1
Yao nan hanya diam ditempat sambil menatap xia hua yang berjalan pergi, sesekali yao nan tersenyum karena melihat cara berjalan xia hua yang menurutnya lucu,bagaimana dia tak tersenyum.
Xia hua berjalan sambil membawa sebatang kayu yang dia punggut,batang kayu itu dia pakai untuk menopang tubuhnya.
Jika dilihat xia hua itu seperti orang yang sudah tua atau orang yang cidera parah,padahal dia cuman keram perut biasa.
Jika orang-orang melihatnya pasti dikira sedang cidera.
Sesudah xia hua tak terlihat lagi yao nan pergi masuk kedalam paviliun shi jian menemui yang lainnya.
"Kamu habis dari mana? Lama banget!"ucap tan han kepada yao nan yang baru saja datang.
"Maaf..tadi aku bantu xia hua dulu, dia sedang keram perut"ucap yao nan dengan santai.
"Bagaimana dengannya? Apa tak parah sakitnya!"ucap yen kwang.
Yang lainnya berhenti berlatih lalu menghampiri yao nan yang baru datang dan untuk tau apa yang sedang dibicarakan oleh mereka bertiga.
"Em... Sepertinya aku melupakan sesuatu? Tapi apa yah...?? "pikir yao nan.
"Tak usah khawatir keram perut memang sudah biasa terjadi bagi para perempuan,setiap hari pertama"ucap lao zhu kepada yang lainnya dengan wajah yang sudah memerah.
Tapi hu tian dan jin wei hanya bisa menepuk jidat saja mendengar ucapan yi long yang sangat polos,dan yang lainnya tertawa mendengar ucapan yi long yang polos itu.
"Masa kamu gak tau sih maksudnya?!"ucap tan han disela tawanya.
"Aku memang tidak tau! Memang apa maksudnya?"ucap yi long yang makin bertanya-tanya.
"Kamu polos sekali,padahal kamu lebih tua beberapa bulan dari kami..masa yang kaya gitu aja gak tau! "ucap yen kwang yang sudah menghentikan tawanya.
"Jangan merusak anak orang lain dengan fikiran mu yang kotor dan sikap mu yang suka berganti wanita jug selalu mengoda para wanita,sangat menjijikkan"ucap yao nan kepada yen kwang.
"Jangan salah kan aku yang suka berganti wanita...tapi salahkan mereka yang selalu mengejar,apa salahnya diriku yang memiliki wajah tampan"ucap yen kwang.
"Hee...tampan kau bilang,coba lihat wajah mu di sepatuku"ucap yao nan sambil mengangkat satu kakinya kearah yen kwang.
__ADS_1
"Mana bisa liat diriku dikaki mu b*d*h,yang ada dikaki mu kan cuman debu sama tanah yang menempel "ucap yen kwang yang kesal.
"Tau gak kalau wajah kamu kaya debu sama tanah...sama-sama suka di injek-injek sama semua orang sangat tak berharga"ucap yao nan sambil tersenyum,apa lagi saat melihat wajah yen kwang yang kesal.
"Meskipun kamu bilang begitu,ingat jika tak ada tanah tumbuhan tidak akan tumbuh dan rumah tak akan bisa dibangun"ucap yen kwang dengan wajah yang senang karena bisa membalas ucapan yao nan.
"Tapi tetap saja kau... "ucap yao nan berhenti saat tan han menyela ucapannya itu.
"Sudah-sudah kenapa jadi ribut sih..? Coba lihat banyak yang melihat memang kalian tak malu apa? "ucap tan han sambil menatap kearah orang-orang yang melihat kearah mereka.
Mereka berdua langsung terdiam saat melihat orang-orang melihat mereka.
"Yao nan...tadi aku menyuruh mu untuk membantu xia hua kenapa kamu disini? "ucap jin wei.
"Ah.. Iya aku lupa, tadi aku mau mengambil obat untuknya..kenapa aku malah berdebat disini,sudahlah...aku pergi dulu pasti cis gua sedang menunggu aku"ucap yao nan yang langsung pergi meninggalkan yang lainnya.
"Dasar nenek pelupa"teriak yen kwang dengan teriak dan ucapan yen kwang terdengar oleh yao nan membuatnya kesal.
"Dasar pria menjijikkan"teriak yao nan yang sudah jauh.
"Dasar kau ini seperti anak kecil saja"ucap tan han sambil menyengol yen kwang.
Yen kwang hanya tersenyum mendengar ucapan dari tan han.
"Bukannya kau suka kepadanya? Kenapa kau selalu ajak dia bertengkar terus?"ucap tan han kepada yen kwang.
"Mana mungkin aku suka kepadanya! Buat apa aku suka sama perempuan yang menyebalkan sepertinya"ucap yen kwang dengan eksepsi wajah yang di datarkan.
"Aku bisa melihat kau menyukainya,bibir mu bisa berbicara begitu tapi mata mu tak bisa membohongi aku, aku selalu melihat mu menatap yao nan berbeda..kau menatapnya dengan tatapan yang lembut,tapi aku tak mengerti kenapa kamu selalu membuatnya kesal kepada mu, tapi ku beri nasihat lebih baik kau jangan bersikap begitu kepadanya aku takut saat dia bertemu dengan seorang pria yang membuatnya jatuh hati.. Kau sendiri yang sakit nantinya,tapi itu terserah padamu saja aku hanya memberi nasihat saja"ucap tan han.
yen kwang hanya terdiam saja saat mendengar ucapan terakhir tan han.
"Apa aku memang salah bertindak?"fikir yen kwang.
Sekian dulu ceritanya.......
__ADS_1
Tolong like, komen, vote dan berikan bintang...
Terimakasih buat para pembaca,maaf bila ada tulisan say yang typo...😁