Transimigrasion(Revisi)

Transimigrasion(Revisi)
ep 43


__ADS_3

"Baik gege, aku masuk dulu gege-gegeku ini juga jangan lupa istirahat"ucap xia hua lalu berjalan masuk kedalam kediaman para murid perempuan.


Xia hua langsung masuk kedalam kamarnya lalu membersihkan dirinya setelah itu menidurkan tubuhnya di kasur.


"Ah... ada apa dengan hari ini, kenapa aku bisa bertemu dengan orang aneh"ucap xia hua sambil meletakkan satu tangannya di atas kepala.


"Semoga besok berjalan dengan baik"ucap xia hua lalu menutup matanya, dan mulai tertidur.


Kediaman Tulip


Disisi lain selir pertama(xing chu) kesal karena perekonomian keuangannya sudah turun sangat drastis,karena xia hua menggunakan kartu miliknya untuk berbelanja.


"Ah.. anak sialan itu, beraninya dia membuatku tak bisa berbelanja selama sebulan, karena jatah milikku dia pakai juga"ucap selir pertama(xing chu) sambil memegang erat cangkir di tangannya,sampai cangkir itu pecah.


"Awas saja kau, akanku balas apa yang kau lakukan padaku...,dasar anak j*l*n*"ucap selir pertama(xing chu) yang masih memegang erat serpihan pecahan cangkir itu.


"Nyonya..tangan ada terluka,lebih baik di obati terlebih dahulu agar tak semakin parah"ucap pelayan yang ada di dekat xing chu.


Pelayan itu memegang salah satu tangan selir pertama yang memegang erat serpihan pecahan cangkir itu, tetapi selir pertama malah mendorong pelayan lalu berdiri dan menampar wajah pelayan itu.


"Sangat tak sopan, kamu kira kamu siapa main pegang tangan saya tanpa izin"ucap selir pertama(xing yun) yang menjadi lebih kesal karena pelayan itu dengan lancang memegang tangannya.


"Maafkan saya.. nyonya..,sa.ya tak bermaksud lancang kepada nyonya"ucap pelayan itu dengan terbata-bata sambil memegang wajahnya yang sudah di tampar oleh selir pertama,tanpa sadar pelayan itu menangis.


Selir pertama (xing yun) menatap dengan tajam pelayan tersebut,pelayan yang ditatap tajam oleh selir menjadi diam karena takut.


"Pengawal... "ucap selir pertama(xing chu) dengan nada yang tinggi,pengawal yang mendengar panggilan itu langsung datang kearah orang yang memanggilnya.


"Pengawal seret dia dan berikan dia hukuman cambuk 50 kali,cambuk dia di depan kediaman agar semuanya tau bahwa jika berlalu tak sopan padaku akan bernasib sama dengannya"ucap selir pertama(xing chu) yang masih menatap tajam pelayan tersebut.

__ADS_1


"Kasihan sekali pelayan ini,menjadi pelampiasan amarah dari selir pertama"ucap pengawal itu dalam hati.


Pengawal itu menyeret pelayan itu sesuai dengan perintah dari selir, pelayan yang di seret itu terus memohon kepada selir pertama, tapi tidak di hiraukan olehnya.


Pelayan itu pada akhirnya dihukum cambuk di depan kediaman selir pertama agar sebagai contoh.


Selir pertama(xing yun) duduk sambil meminum teh yang dia tuangkan sendiri, dia juga mendengarkan tangisan minta ampun dari pelayan tersebut.


Saat selir sedang santai meminum teh miliknya tiba-tiba kedua putrinya datang bersama pelayan mereka masing-masing ,saat mendengar ada suatu kejadian yang terjadi di kediaman selir pertama.


"Ibunda, apa ibunda tidak apa-apa...?"ucap puteri ke-2(lin xiang) yang kawatir.


"Tangan ibunda terluka,lebih baik cepat di obati jika tidak akan memburuk lukannya"ucap puteri ke-4(ren wei) saat melihat tanga selir pertama.


Saat puteri ke-2(lin xiang) mendengar apa yang di ucapkan adiknya itu dia langsung melihat kearah tangan ibundanya yang terluka, lalu menyuruh pelayannya memanggil tabib.


"Ibunda, kenapa bisa jadi seperti ini..? "ucap puteri ke-4(ren wei).


"Ah.. ini karena j*l*n* itu membuatku marah saja"ucap selir pertama(xing chu) menjadi kesal kembali saat menggingatnya.


"Memangnya apa yang dilakukan oleh j*l*n* itu,sampai bunda marah begini...?? "ucap puteri ke-2(lin xiang).


"Ah... kaliankan tau bahwa dia memakai kartu milikku dan dia menggunakannya sampai melebihi pengeluaranku satu bulan, jadi untuk bulan ini aku tak bisa berbelanja karenanya"ucap selir pertama(xing chu).


"Jadi begitu,pantas saja ibu marah padanya"ucap puteri ke-4(ren wei).


"Memang dia itu sangat menyebalkan sekali, pertama sudah mempermalukanku didepan para pelayan, kedua merebut kediaman yang sudah lamaku tempat juga mengembalikan semua milikku didalam kediaman itu dan yang ketiga mengambil perhatian semua orang saat kita datang ke ulang tahun putra mahkota"ucap puteri ke-2(lin xiang) yang juga sama kesalnya kepada xia hua.


"Memang hanya jiejie saja yang begitu,akupun sama dipermalukannya saat di ulang tahun putra mahkota,karena putra mahkota tidak melihatku sama sekali"ucap puteri ke-4(ren wei).

__ADS_1


"Apa kalian sudah memikirkan suatu rencana..?"ucap selir pertama(xing chu).


"Kita berdua sudah membuat rencana dan dipastikan rencana ini akan berhasil"ucap puteri ke-2(lin xiang) sambil tersenyum.


"Apa yang sudah kalian rencanakan..? "ucap selir pertama(xing chu) penasaran dengan rencana kedua putrinya itu.


"Besok kita akan kembali ke sekte"ucap puteri ke-4(ren wei).


"Aku tau kalian akan pergi besok, tapi apa rencana kalian...?,jangan berbelit-belit langsung ke intinya rencana kalian saja. "ucap selir pertama(xing chu).


"Ibu tau kan rumor tentang ryu bing menyukai putra mahkota sampai dia membuat semua wanita yang mendekati putra mahkota itu tak ada yang kembali dengan utuh"ucap puteri ke-2(lin xiang).


"Iya...aku tau rumor tentang itu lalu apa hubungannya dengan rencana kalian....?"ucap selir pertama (xing yun).


"Ibu tau kan saat ulang tahun putra mahkota xia hua tak pulang bersama dengan kita, tapi ikut makan bersama dengan keluarga kerajaan dan sudah di pastikan bahwa dia dekat dengan para pangeran juga para putri termasuk putra mahkota "ucap puteri ke-4(ren wei).


"Sudah tak usah dilanjutkan,karena aku sudah mengerti jalan pikir kalian,jadi kapan kalian akan melaksanakan rencananya...?"ucap selir pertama(xing chu) sambil tersenyum.


"Kita akan mulai rencana kita,saat kita sampai di sekte dan kita akan memberitaukan ryu bing tentang xia hua"ucap puteri ke-2(lin xiang).


"Pastikan rencana kalian berhasil tanpa adanya kendala,jika tidak bisa jadi kalian yang termakan oleh rencana kalian sendiri"ucap selir pertama(xing yun) mengingatkan kedua putrinya itu.


"Tenang saja ibu, kita pastikan rencana ini berjalan dengan baik"ucap puteri ke-4(ren wei).


Sekian dulu ceritanya......


Tolong like, komen, vote, dan berikan bintang..


Terimakasih.......😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2