
Disisi lain kasus pembunuhan terus saja semakin banyak dan terus memakan korban jiwa,sampai kasus pembunuhan itu sudah sampai di pusat kota kerajaan,bukan hanya itu saja kasus pembunuhan itu sekarang menjadi topik di dalam masyarakat.
Saat ini disebuah gang sempit dipinggiran kota ada beberapa orang yang berpakaian hitam dengan kepala yang ditudung,pakaian yang mereka gunakan sudah terciprat oleh darah dari orang-orang yang sudah tergeletak di tanah dengan tubuh yang mengeluarkan sangat banyak darah di tanah.
"Tugas kita sudah selesai,ayo kita pergi"ucap salah satu orang yang bertudung itu.
Mereka semua pergi meninggalkan orang-orang yang tergeletak di atas tanah.
Saat mereka semua pergi dari tempat itu seorang penduduk yang tinggal di daerah itu lewat dari gang itu dan melihat orang-orang yang sudah mati disana.
Melihat itu dia pergi ke pos keamanan untuk memberi tau apa yang dia temukan di gang sempit itu.
Jendral Qiu pun ikut datang ke tempat kejadian saat mendengar laporan kasus pembunuhan dari salah satu pengawalnya.
Di tempat kejadian para prajurit sedang membereskan mayat-mayat dari para korban dan para penduduk yang ingin melihat di halangi oleh para prajurit yang bermaksud,agar para penduduk tak membuat hambatan saat mayat-mayat sedang dibereskan oleh para prajurit.
"Sepertinya aku harus menyewa beberapa pendekar untuk membunuh orang-orang yang ada di balik kasus pembunuhan ini"ucap jendral Qiu dalam hatinya.
Jendral Qiu langsung pergi dari tempat kejadian,lalu naik ke kudanya untuk kembali ke kediamannya.
Disisi lain saat ini xia hua sedang berada di paviliun shi jian untuk berlatih bersama yang lainnya.
Ditengah-tengah aktivitasnya tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang keluar dari bawah tubuhnya, xia hua tau apa yang keluar dari tubuhnya itu.
Dengan cepat xia hua masuk ke dalam toilet yang terdekat,dan sebelum pergi dia menarik yao nan untuk ikut dengannya.
"Ada apa??"ucap yao nan saat xia hua menariknya.
"Ikut saja,tak usah banyak omong"ucap xia hua yang terus menarik yao nan sampai di depan pintu toilet,xia hua langsung masuk meninggalkan yao nan di depan pintu.
"Xia hua kenapa sih? "ucap yao nan, yang bingung dengan tingkah xia hua.
Xia hua masuk ke dalam untuk memastikan apa benar yang dia pikir kan itu benar atau tidak, saat diperiksakan ternyata benar.
Xia hua membuka pintu toilet itu sedikit,lalu menarik tangan yao nan agar tubuh yao nan lebih mendekat.
"Yao nan tolong bawakan aku pembalut"bisik xia hua kepada yao nan.
__ADS_1
"Baik, kamu tunggu dulu disini...aku akan ke sini dengan cepat"ucap yao nan, lalu pergi meninggalkan xia hua.
Saat yao nan sudah pergi xia hua hendak menutup pintu,tetapi jin wei sudah menahan pintu itu.
"Ada apa dengan mu? apa kamu sakit!"ucap jin wei,yang tangannya masih memegang pintu itu agar tidak tertutup.
"Aaah.. tidak,aku baik-baik saja gege"ucap xia hua dengan gugup dan juga dengan wajahnya yang sudah memerah karena malu.
Melihat wajah xia hua yang memerah membuat jin wei tak percaya jika dia baik-baik saja.
"Wajahmu memerah,tak mungkin kamu baik-baik saja"ucap jin wei lalu menempelkan tangannya ke dahi xia hua.
Saat tangannya di tempelkan ke dahi xia hua, dia merasa tubuh xia hua lebih hangat dari biasanya dan juga wajah xia hua yang agak pucat.
"Aduh.... kenapa nih perut harus keram sekarang sih!"ucap xia hua dalam hati,sambil menahan sakit di bagian perutnya karena datang bulannya.
Karena di hari pertama datang bulan hampir setiap wanita akan merasakan keram di bagian perutnya,dan itu juga terjadi kepada xia hua saat ini.
Melihat wajah xia hua yang seperti menahan sesuatu membuat jin wei khawatir.
"Tak usaha gege"ucap xia hua sambil menarik tangannya yang ditarik oleh jin wei.
Karena xia hua menolak ajakan jin wei,jin wei langsung menarik xia hua lalu menggendong xia hua.
"Tak usah menolak,lihat wajah mu yang sudah berkeringat dan pucat"ucap jin wei sambil berjalan pergi dengan menggendong xia hua di depan.
Xia hua memberontak agar dia di turunkan dari ngendongan jin wei.
"Bisa diam tidak, jika tidak aku lepaskan kamu agar langsung jatuh ke bawah"ucap jin wei dengan dingin kepada xia hua.
"Ini pertama kalinya gege berbicara dingin kepada ku, uh.. aku tak mau sampai jatuh..sudah sakit perut,jika jatuh pula kesakitan ku bertambah saja"ucap xia hua dalam hati.
Xia hua berhenti memberontak,dia lebih baik diam dari pada jatuh.
Jin wei berjalan melewati yao nan yang baru datang,yao nan sudah membawa apa yang diminta xia hua.
"Senior.. mau bawa xia hua kemana? "ucap yao nan saat melihat jin wei membawa xia hua pergi.
__ADS_1
"Ke ruang kesehatan"ucap jin wei.
"Gege tak usaha,kan sudah ada yao nan yang akan membantu ku"ucap xia hua.
"Yao nan itu bukan tabib mau pun alkemis,mana dia bisa menyembuhkan kamu"ucap jin wei.
"Gege..aku sakit begini sudah biasa,setiap bulan pasti begini"ucap xia hua.
"Jadi kamu sakit seperti ini setiap bulannya,berarti bulan kemarin pun kamu sakit begini..kenapa kamu tak bilang padaku saat kamu sakit"ucap jin wei.
"Gege..aku ini sedang menstruasi"bisik xia hua kepada jin wei,dengan wajahnya yang sudah memerah.
Dia berbicara begitu agar jin wei mengerti maksudnya.
Mendengar apa yang diucapkan xia hua,wajah jin wei menjadi memerah karena dia baru sadar jika dia terlalu polos saat menjawab ucapan xia hua, padahal xia hua sudah memberikan kode kepadanya.
"Ah..begitu"ucap jin wei dengan wajah yang sudah memerah.
Xia hua dan yao nan yang melihat wajah dan sikap jin wei yang gugup begitu,rasanya ingin tertawa.
Karena mereka baru pertama kali melihat wajah jin wei memerah.
jin wei membawa xia hua kembali ke toilet,lalu menurunkan xia hua dari gendongannya.
"Aku pergi dulu, yao nan bantu xia hua jika dia butuh sesuatu"ucap jin wei lalu pergi meninggalkan kedua orang tersebut.
Setelah jin wei pergi, yao nan sudah tak bisa menahan tawanya,pada akhirnya dia tertawa bebas.
"Gila..aku baru pertama kali lihat wajah senior jin wei seperti itu"ucap yao nan sambil tertawa.
"Sama.. aku pun baru pertama kali melihatnya seperti itu"ucap xia hua sambil tertawa.
Sekian dulu ceritanya........
Tolong like, komen, vote, dan berikan bintang..
Terimakasih.....❤❤❤
__ADS_1