Transimigrasion(Revisi)

Transimigrasion(Revisi)
ep 76


__ADS_3

Disisi lain xia hua sedang meringkuk diatas kasur dan memaksakan agar diri nya tertidur,tapi tubuhnya tidak mau tertidur juga.


"Kemana sih.. Yao nan, katanya mau bawain obatnya.. Tapi kok lama banget sih.. "pikir xia hua yang masih posisi tubuhnya meringkuk.


Xia hua menahan rasa sakit di perutnya karena menstruasi,dia sudah mencoba banyak cara contohnya minum air hangat.


Tapi tetap saja sakit diperutnya itu tidak berkurang,dia merasa sangat kesal karena yao nan tidak cepat datang.


"Pasti anak itu lupa dengan ku... Awas saja kalau tidak datang dan membawa obat itu"pikir xia hua yang sudah kesal menunggu.


Disisi lain orang yang sedang dipikirkan oleh xia hua sedang berlari terburu-buru sambil membawa obat dan makanan.


"Ah.. Pasti xia hua marah padaku karena aku lama membawa obat untuknya,kenapa juga aku lupa segala..."pikir yao nan.


"Semoga xia hua gak marah,aku juga bawa makanan kesukaannya biar dia gak marah sama aku"pikir yao nan sambil memegang erat makanan dan obat yang dibawanya.


Didepan pintu kamar xia hua, yao nan langsung masuk kedalam.


Yao nan melihat ke kanan kiri mencari keberadaan xia hua, tapi dia tidak menemukannya.


"Kemana xia hua? Apa dia marah kepada ku karena lama! "pikir yao nan.


"Ah.. Lebih baik aku tunggu dia kembali"ucap yao nan lalu duduk dikursi yang ada disitu dan menaruh bawaannya di atas meja.


Tiba-tiba dia merasakan sakit dipunggungnya karena ada yang memukulnya.


"Aau....."ucap yao nan karena mereka sakit dipunggungnya itu.


Yao nan langsung menengok kebelakang untuk melihat siapa yang memukulnya.

__ADS_1


"Kenapa kau lama sekali? Sudah lama aku menunggu mu disini"ucap xia hua yang kesal kepada yao nan yang baru saja datang.


"Hehehhe... Maaf tadi aku lupa kalau kamu menitipkan obat pada ku"ucap yao nan.


"Ya udah, mana obat nya"ucap xia hua kepada yao nan.


"Nih... "ucap yao nan sambil memberikan obat yang dia ambil diatas meja.


"Jangan kamu minum dulu obatnya,lebih baik kamu makan dulu... Aku tau kamu belum makan dan juga kamu pasti laparkan"ucap yao nan.


"Ya..aku makan dulu, lagian sekarang udah siang...sekalian makan siang aja"ucap xia hua lalu membuka makanan yang dibawa yao nan.


"Kamu gak makan? "ucap xia hua yang melihat yao nan hanya menatapnya saja sejak tadi.


"Hehehheh... Aku lupa tadi aku buru-buru kesini takut kamu marah, lagian aku bisa makan nanti"ucap yao nan.


"Makan bareng aku aja,lagian aku gak akan makan terlalu banyak...kita bagi dua aja"ucap xia hua.


"Nih....ambil"ucap xia hua memberikan makanan yang sudah dibagi dua.


"Makasih.."ucap yao nan, lalu mengambil makanan yang diberikan xia dan memakan makanan itu.


Mereka makan makanan itu dengan sangat lahap,sampai bersih tak tersisa sedikit pun.


"Ah.. Kenyangnya"ucap yao nan sambil mengelus perutnya.


Xia hua hanya menahan tawanya melihat tingkah yao nan,apa lagi dia melihat sisa makanan diujung bibir yao nan.


"Lahap sekali kamu makan sampai-sampai menyisakannya untuk pasangan mu dimasa depan...hahahhah"ucap xia hua sambil tertawa.

__ADS_1


"Apaan sih? Sisa apaan yang buat pasangan ku dimasa depan"ucap yao nan yang bingung dengan ucapan xia hua.


Xia hua mengambil sisa makanan diujung bibir yao nan dan memperlihatkannya kepada yao nan.


"Lihat... Ini yang kamu sisakan"ucap xia hua dengan tersenyum.


"Oh.. Itu hanya sisa makanan saja! Apa hubungannya dengan pasangan?"ucap yao nan.


"Aku juga gak tau Apa hubungannya dengan pasangan! Tapi aku pernah dengar yang seperti itu"ucap xia hua.


"Aneh deh.. Kamu ini"ucap yak nan.


"Ah....sudah aku mau minum obat lalu tidur,kamu mending langsung kembali kekamar mu saja"ucap xia hua.


"Diusir nih..orang yang udah bantu kamu?!"ucap yak nan.


"Gak sih.. Aku tak usir kamu,memang kamu tunggu aku tertidur"ucap xia hua


"Gak..aku gak mau tungguin kamu tidur...pasti lama, mending aku kembali ke kamar ku lalu tidur juga"ucap yao nan lalu berjalan kearah pintu lalu membukanya dan keluar dari kamar itu.


"Ah..capek,keram diperutku sudah mulai mereda.. Paling besok keram perutnya menghilangkan"ucap xia hua yang sudah membantingkan dirinya diatas kasur.


Matanya mulai tertutup karena ngantuk dan juga rasa sakit diperutnya yang sudah mereda membuatnya tak terusik.


Sekian dulu ceritanya.....


Tolong like, komen, vote, dan berikan bintang...


Maaf jika tulisannya suka typo

__ADS_1


Terimakasih.......


__ADS_2