Transimigrasion(Revisi)

Transimigrasion(Revisi)
ep 55


__ADS_3

"Hari ini aku pusing banget deh..,kapan nomor aku dipanggil deh...?"ucap xia hua yang sedang memperhatikan pertandingan.


Dia merasa bosen dengan acara itu... apalagi gak ada pertandingan yang seimbang antara pemainnya yang akan membuatnya penasaran siapa yang menang, yang selalu dia lihat adalah pertandingan berat sebelah dan dia sudah dapat menebak siapa yang akan menang dari pertandingan itu.


"Mending aku baca buku aja... dari pada lihat pertandingan ini"ucap xia hua yang sudah mengambil sebuah buku dari dalam bajunya lalu membuka buku itu.


Tak berbeda jauh dengan xia hua,teman-temannya juga para senior pun bosen dengan pertandingan tersebut, karena pertandingan itu sudah bisa terlihat pemenangnya itu siapa dan yang akan kalah itu siapa.


"Xia hua..kamu sedang baca apa..? "ucap thu chi saat melihat xia hua lebih fokus kepada buku yang dia pegang.


"Ah...ini buku tentang kultivasi dan bela diri"ucap xia hua.


"Ah..tapi kenapa kamu ambil buku yang sudah lusuh begitu, bukannya mengambil buku baru"ucap thu chi.


Thu chi penasaran kenapa xia hua mengambil buku yang sangat tua dengan tulisannya yang hampir tak terbaca itu.


"Ah...aku ambil buku ini karena penasaran saja, lagian buku ini menjelaskan tentang kultivasi dan bela diri lebih banyak penjelasannya juga dapat di mengerti dari pada buku-buku yang baru dibuat,meskipun buku ini lusuh"ucap xia hua kepada thu chi.


"Ah..begitu yah"ucap thu chi sambil mengaruk lehernya.


Tanpa dirasa pertandingan itu terus berjalan,sampai pada nomor milik xia hua yang di panggil.


"Untuk nomor 19 dan nomor 7,untuk ke tengah lapangan"ucap penatua yu.


"Xia hua..nomormu dipanggil tuh"ucap yao nan sambil menyengol xia hua yang diam saja(sedang fokus pada buku).


"Oh.. ya"ucap xia hua yang baru sadar,lalu dia menutup buku itu setelahnya menyimpan buku itu didalam bajunya dan berjalan ke tengah lapangan.


Saat xia hua berjalan ke tengah lapangan banyak mata yang memperhatikannya karena cantik.

__ADS_1


"Lihat..itu,wanita itu sangat cantik yah"ucap satu murid sekte pedang sejati bernama yu lan chen,saat xia hua melewati dirinya.



"Ah..lebih cantik aku dari pada dia, dia itu tak ada apa-apanya dari pada aku"ucap seniornya yang bernama su lan.



"Sepertinya kamu terlalu percaya diri"ucap yu lan chen dalam hatinya.


"Benarkan.. aku ini yang tercantik"ucap su lan sambil mengibaskan rambutnya.


Teman-teman xia hua yang melihat tingkah su lan merasa jijik termasuk jin wei,dia merasa jijik melihat su lan yang bertingkah seperti seorang j*l*n* yang sedang menggoda.


"Apa lihat-lihat aku memang cantik,kalian baru sadar yah.. "ucap su lan lagi,saat teman xia hua pada melihat kepadanya.


"Em..sepertinya kamu harus berkaca dulu deh...atau kamu tak punya kaca dirumahmu"ucap yao nan sambil menatap su lan dengan tatapan jijik.


"Jika kamu sudah berkaca harus kamu sadar,jika kamu itu kalah cantik dengan xia hua dasar wanita tua"ucap tan han,sambil menatap su lan dengan jijik.


"He..kamu aku wanita tua..,dari mananya aku ini tua lihat baik-baik aku ini cantik "ucap su lan.


Para gege dan juga teman-teman xia hua yang mendengar itu hanya menggelengkan kepala mereka, berbeda dengan yu lan chen,dia memegang wajahnya yang sudah berwarna merah karena merasa malu melihat tingkah dari su lan yang merupakan seniornya dari sektenya itu.


"Sudahlah.. biarkan dia mau berbicara apa..?, dia berbicara begitu karena iri kepada adikku yang cantik itu"ucap yhu ley lalu mengalihkan pandangannya kepada xia hua yang sudah di tengah lapangan.


"Benar..juga, dia cuman iri kepada xia hua yang selalu dipuji oleh semua orang karena cantik dan juga ke pintarnya"ucap thu hao sambil menatap su lan dengan nada menyindir.


"Apa maksud kamu berbicara begitu sambil menatapku seperti itu..? "ucap su lan, dia merasa bahwa dia seperti diejek oleh thu hao.

__ADS_1


"Siapa namamu tadi...? jika tak salah namamu itu su lankan yang kompetisi tahun lalu dikalahkan olehku"ucap yhu ley sambil tersenyum menyindir su lan.


"Siapapun kamu jangan pernah samakan adikku denganmu karena kamu tak pantas dibanding dengannya harusnya kamu tau diri,dia itu lebih cantik dan lebih pintar darimu... jika tak salah umurmu juga lebih tua dariku 2 thn,jadi bisa dibilang kamu itu perempuan tua"ucap jin wei dengan tajam.


"He..memangnya kamu umur berapa bisa bilang aku tua, dan tak bisa dibandingkan oleh perempuan itu"ucap su lan dengan kesal karena mereka di ejek tua.


"Kira-kira tahun ini umurmu 24 thn kan, dan aku 22 thn untuk tahun ini...jika diukur umurmu dan adikku itu berbeda 8 thn"ucap thu chi yang menjawabnya.


"Meskipun begitu wajahku ini awet muda dan masih bisa di samakan dengan wanita tadi"ucap su lan,dia merasa bahwa wajahnya itu sama cantiknya dengan xia hua...padahal dia salah jika berfikir begitu.


"Thu chi tak usah di ladeni wanita tua itu...jika tidak nanti kita mendapatkan masalah jika di berbuat ceroboh seperti yao nan, dan bukan hanya mendapatkan hukuman dari para penatua saja tapi dari xia hua juga, kamu ingatkan sebelumnya xia hua sudah memberikan kita peringatan"ucap yhu ley sambil berbisik kepada thu chi.


"Ah..benar juga, dibandingkan terkena amukan amarah dari xia hua karena kita meladeni wanita gila ini, lebih baik membiarkan wanita itu berbicara sendiri"ucap thu chi sambil berbisik juga.


"Dasar... para pria bisanya bergosip seperti para wanita saja"ucap su lan,saat melihat yhu ley dan thu chi saling berbisik.


"Senior su lan.. sudahlah apa yang mereka ucapkan tak usah dimasukkan kedalam hati"ucap yu lan chen,dia berusaha meredakan amarah su lan.


"Kamu ini sebagai juniorku malah bukannya membela diriku malah diam saja, dan kamu tau bukan tadi mereka ucapkan itu...siapa yang tak akan marah jika dikatai wanita tua,seperti apa yang mereka katakan aku ini tua dan jelek"ucap su lan yang kesal dengan ucapan adik seperguruannya.


"Sudahlah senior...jika kita membuat keributan nanti kita akan mendapatkan masalah,lebih baik kita lihat saja pertandingannya"ucap yu lan chen.


"Bagaimana kita taruhan saja..? siapa yang akan menang di pertandingan ini"ucap su lan sambil menatap teman-teman xia hua.


"Siapa takut? kami percaya xia hua yang akan menang"ucap yao nan.


"Meskipun wanita itu memiliki aura yang kuat,belum tentu kultivasinya tinggi juga bela dirinya bagus,jadi jangan percaya diri dulu bahwa dia akan menang "ucap su lan sambil tersenyum.


Sekian dulu ceritanya.......

__ADS_1


Tolong like, komen, vote, dan berikan bintang..


Terimakasih....❤❤❤


__ADS_2