Transimigrasion(Revisi)

Transimigrasion(Revisi)
ep 45


__ADS_3

Sekte Harimau Putih


Di pagi-pagi sekali xia hua sudah bangun dari tidurnya lalu membersihkan tubuhnya untuk bersiap-siap pelajaran pertamanya di dalam sekte,dia ingat apa yang di ucapkan oleh gegenya bahwa dia harus membawa token miliknya.


dia ingat bahwa terakhir kali dia menyimpan token miliknya di baju yang dia gunakan kemarin,tapi token itu tidak dia temukan di dalam baju itu.


"Terakhir kali ku simpan di dalam kantung baju ini,kenapa tidak ada..?,apa aku lupa menyimpan token itu dimana..? "ucap xia hua terus mencari token miliknya itu di setiap sisi kamarnya.


Xia hua terus mencari token miliknya itu,tapi tidak ada di mana pun padahal dia sudah mencarinya di dalam kamarnya itu, sampai-sampai kamarnya itu sudah sangat berantakan baju-baju miliknya saja sudah tak tau dia simpan dimana.


"Ah.. kemana token itu sih...? "ucap xia hua yang mulai kesal,apa lagi kamarnya yang sudah sangat berantakan seperti ini.


"Jika di pikir-pikir aku tak mungkin lupa menyimpan barang milikku tapi tokenku kemana sih....?,masa Iya tuh token jalan sendiri kan gak mungkin"ucap xia hua dalam hati.


Xia hua mulai ingat-ingat dia pergi kemana saja,mungkin tokennya itu terjatuh di suatu tempat.


"Em.. apa jangan-jangan tuh.. token jatuh di paviliun shi jian, ah.. males deh.. kenapa harus jatuh di situ segala aku kan jadi ingat sama tuh pria menyebalkan"ucap xia hua.


"Ah.. sudahlah yang penting tuh.. token ada dulu dari pada gak ada sama sekali"ucap xia hua lalu pergi keluar dari kamarnya, berjalan ke arah paviliun shi jian.


Paviliun Shi Jian


Saat sampai di depan paviliun xia hua langsung masuk, di sana belum ada siapapun karena masih sangat pagi matahari saja belum muncul.


Xia hua tak lupa mengambil lentera yang sudah dia nyalakan kemari malam saat dia sudah di dekat anak tangga,lalu dia berjalan naik ke lantai 2.


Saat di lantai 2 xia hua langsung mencari token miliknya itu di sekitaran tempat dia terjatuh oleh seorang pria, saat di ingat-ingat kejadian yang terjadi rasanya xia hua ingin cepat menemukan pria itu dan memberikannya pelajaran yang tak akan dia lupakan.


"Ah..kemana tokennya sih...?,masa di sini aja gak ada"ucap xia hua dalam hati.


"Kalau gak ada token kira-kira bisa masuk ke ruang pembelajaran gak yah..,apa sama kaya di zaman modern kalau ulangan harus bawa kartu kalau tidak yah.. nasib gak bisa masuk seperti yang lainnya,malah masuk keruang guru"ucap xia hua dalam hati.

__ADS_1


Dia masih terus mencari token sampai matahari sudah terbit, tapi dia belum menemukan tokennya ada dimana.


"Tau ah.. aku pusing cari tuh token dari tadi di cari gak ketemu-temu, bodo amatlah sama tokennya masuk kelas gak usah bawa tokenlah,semoga aja guru yang mengajar hari ini baik"ucap xia hua lalu turun dari lantai 2 ke lantai 1 untuk keluar dari paviliun shi jian.


Shi tang


Saat xia hua sudah di luar paviliun shi jian dia ingat bahwa dia belum makan jadi dia pergi ke shi tang,saat dia masuk kedalam shi tang di sana sudah ramai oleh para murid-murid sampai tak ada tempat duduk yang tersisa,meskipun ada harus menyatu dengan murid yang lainnya,tapi untungnya di sana sudah ada lu chen dan dua temannya yang sedang makan, jadi xia hua berjalan ke sana lalu duduk di dekat lu chen setelah itu memesan makanan untuknya.


"Ah.. jiejie, aku kira siapa yang duduk"ucap lu chen yang awalnya fokus pada makanannya jadi teralihkan saat ada yang duduk di dekatnya, membuahnya menengok untuk melihat siapa yang duduk di dekatnya.


"Pagi jiejie.."ucap xing yun saat sadar bahwa ada xia hua duduk bersama mereka.


"Pagi jiejie.. "ucap han zhang,laly melanjutkan makannya lagi.


"Pagi juga,apa pelajaran untuk hari ini...?, apa sudah di beritahu..?"ucap xia hua kepada Merek bertiga.


"Hari ini kita belajaran sastra jiejie"ucap lu chen setelah selesai makan.


"Jiejie kenapa kita harus belajar sastra...?,bukannya kita masuk kedalam sekte untuk belajar berkultivasi dan menjadi kuat"ucap xing yun.


"Kenapa begitu..?, bukannya menjadi kuat membuat kita bisa menjaga diri kita"ucap han zhang.


"Dengar baik-baik apa yang di ucapkan olehku"ucap xia hua kepada mereka bertiga.


"Banyak di luaran orang-orang kuat, tapi banyak orang-orang yang akhirnya terjatuh, menurut kalian kenapa bisa begitu..? "lanjut xia hua.


"Mungkin mereka masih kurang kuat jiejie."ucap lu chen.


"Karena yang dia lawan adalah orang-orang kuat"ucap han zhang.


"Jika kalian bilang orang itu kurang kuat itu salah,karena sekuat apa kalian pasti ada yang lebih kuat lagi"ucap xia hua.

__ADS_1


"Kenapa bisa begitu..?"ucap mereka bertiga bersamaan karena bingung dengan apa yang di ucapkan oleh xia hua.


"Jika kekuatan saja bisa melindungi kita, bagaimana dengan orang-orang lemah tapi mereka berpengetahuan , kira-kira siapa yang akan menang..? "ucap xia hua.


"Orang kuatlah jiejie"ucap lu chen.


"Benar..orang kuat"ucap xing yun dan han zhang.


"Salah.... yang akan menang adalah orang berpengetahuan ,kenapa bisa begitu karena orang berpengetahuan itu sangat pintar mereka bisa menyusun rencana untuk menjatuhkan lawannya, mau lawannya sekuat apapun akan kalah jika tak memiliki pengetahuan dan hanya mengandalkan kekuatannya tanpa berfikir"ucap xia hua.


"Contohnya seperti didalam istana yang mereka gunakan adalah pengetahuan mereka bukan kekuatan mereka, jika mereka mengunakan kekuatan,mereka akan cepat jatuh saat tindakan yang mereka ambil itu salah, karena jika kamu memiliki kekuasaan yang semakin tinggi akan semakin banyak orang yang ingin menjatuhkan dirimu."ucap xia hua.


"Begitulah kenapa kita harus belajar sastra agar kita berpengetahuan,jadi dalam akademik kita belajar bukan untuk kuat saja tapi untuk menjadi pintar dalam menghadapi kesulitan yang kita hadapi"ucap xia hua.


"Ah.. jadi begitu, pantas kita harus belajar sastra juga"ucap lu chen.


"Apa sudah mengerti apa yang ku ucapkan...?"ucap xia hua.


"Sudah jiejie, aku sudah mengerti apa yang jiejie jelaskan"ucap xing yun.


"Aku juga sudah mengerti"ucap han zhang.


"Bagus jika begitu,jadi kalian harus belajar dengan rajin mau sastra atau kultivasi"ucap xia hua.


"Tenang saja, kami pasti belajar dengan rajin"ucap lu chen.


"benar kami akan belajar dengan rajin"ucap xing yun dan han zhang.


Setelah berbincang-bincang sebentar makanan yang di pesan oleh xia hua datang, saat makanan itu datang xia hua langsung memakan makanan itu, karena sudah lapar juga karena waktunya yang dia miliki sedikit.


Sekian dulu ceritanya.....

__ADS_1


Tolong like, komen, vote, dan berikan bintang..


Terimakasih....😊😊


__ADS_2