Transimigrasion(Revisi)

Transimigrasion(Revisi)
ep 42


__ADS_3

Paviliun shi jian


Saat sudah ada di depan gerbang xia hua Langsung berjalan masuk,saat masuk kedalam xia hua tak melihat satu orangpun yang ada di sana dan juga paviliun itu agak gelap hanya di terangi oleh beberapa lilin saja.


Xia hua tak peduli kemana orang-orang itu pergi,dia berfikir mungkin karena sudah mulai gelap dan besok sudah mulai pembelajaran mereka pergi kembali ke kediaman untuk beristirahat.


Xia hua tak merasa takut meskipun penerangan dalam paviliun itu sangat rendah, dia tetap berjalan terus kedalam,semakin dia masuk kedalam semakin tak ada cahanya yang ada di sana, karena lilin hanya menerangi bagian luar paviliun.


Xia hua merasa dia tak dapat melihat dengan jelas,pada akhirnya dia mengeluarkan elemen api di tangannya untuk membantu penerangannya xia hau terus berjalan semakin kedalam, dia ingat bahwa di dekat tangga ada lentera gantung hanya saja belum dinyalakan,dia berjalan mendekati tangga benar saja di sana ada beberapa lentera yang tergantung di sana.


Xia hua menyalakan satu persatu lentera yang ada di sana.



Sesudah menyalahkan semua lentera itu, xia hua mengambil satu lentera dan berjalan menaiki anak tangga menuju lantai 2.


Di lantai 2 sangat gelap tidak ada penerangan sama sekali, xia hua berfikir lebih baik dia berlatih bela diri terlebih dahulu disini, lagian tidak ada siapapun di paviliun.


Saat xia hua terus berjalan tiba-tiba ada seseorang yang menerjangnya dari belakang,dia belum sempat menghindar dari orang tersebut membuat dia terjatuh kelantai juga lentera itu sudah terlempar agak jauh darinya dan saat ini orang tersebut berada tepat diatas tubuhnya.


Xia hua tidak dapat melihat jelas rupa wajah orang yang sedang menindihnya, orang tersebut memegang kedua tangan xia hua dan menempatkannya diatas kepala xia hua, xia hua yang di perlakukan seperti itu memberontak.


"Lepaskan tanganku"ucap xia hua sambil berusaha melepaskan tangannya.


Orang itu hanya diam saja melihat xia hua, saat xia hua berusaha melepaskan tangannya itu,orang itu makin memegang erat tangan xia hua.


"Sialan kamu lepaskan tanganku,kamu membuat tanganku sakit"ucap xia hua yang masih berusaha melepaskan tangannya.


Orang tersebut hanya diam saja mendengarkan semua ucapan xia hua.


"Apa kamu bisu"ucap xia hua sambil berteriak.


"Kamu itu sangat berisik sekali, jadi wanita seharusnya jangan berbicara seperti itu"ucap orang itu.

__ADS_1


Saat xia hua mendengar suara orang yang menindihnya, sudah dapat dipastikan bahwa orang itu adalah seorang pria.


"Kamu ngapain menindihku segala, lepaskan aku sialan"ucap xia hua marah kepada orang tersebut.


"Ah..aku bukan bermaksud menindihmu, tadiku kira ada orang yang datang untuk mencelakaiku"ucap orang tersebut yang mulai berseger dari tubuh xia hua.


Saat orang itu sudah bergeser dari tubuh xia hua, xia hua langsung bangun dari posisinya yang awalnya tertidur dilantai.


"Jika kamu sudah tau aku bukan orang tersebut harusnya kamu langsung bergeser dari tubuhku"ucap xia hua kesal dengan orang tersebut.


Orang itu hanya diam saja tanpa membalas ucapan xia hua, xia hua langsung berdiri setelah itu berjalan ke arah lenteranya yang terjatuh tadi lalu mengambil lentera tersebut,karena orang tersebut diam saja xia hua berjalan pergi meninggalkan orang tersebut.


Xia hua berjalan ke arah tangga untuk turun kelantai pertama,xia hua terus berjalan tanpa dia sadari token miliknya terjatuh didekat orang tersebut.


Xia hua pergi keluar dari paviliun,dia tak jadi latihan karena dia masih kesal dengan kejadian yang baru terjadi di dalam paviliun.


"Ah... sialan kenapa saat aku akan latihan ada kejadian seperti itu"ucap xia hua yang masih sangat kesal.


"Sialannya lagi tuh orang gak minta maaf setelah melakukan itu"ucap xia hua sambil berjalan ke arah kediaman para murid.


Di sisi lain orang yang sedang xia hua bicarakan saat ini hanya diam tersenyum melihat xia hua dari jendela lantai 2,dia melihat xia hua yang sudah berjalan keluar dari paviliun sambil berbicara sendiri,tingkah xia hua membuat orang tersebut tersenyum.


"Gadis yang dingin dan aneh"ucap orang tersebut sambil tersenyum.


"Seperti kita akan sering bertemu"ucap orang tersebut sambil memegang token milik xia hua.


Orang itu melihat xia hua sampai tak terlihat lagi, lalu dia masuk kembali kedalam paviliun.


Saat ini xia hua sudah ada di depan kediaman para murid ternyata saat dia sampai,disana ada para senior yang sedang berbincang-bincang termasuk gegenya itu.


Jin wei sadar bahwa ada xia hua di depan gerbang kediaman para murid, dia berjalan kearah xia hua berada.


"Kenapa kamu kembali,apa tak jadi latihan...?"ucap jin wei yang sudah ada didekat xia hua.

__ADS_1


"Ah... tak jadi gege"ucap xia hua dengan ekspresi wajah yang kesal.


Thu chi tanpa sengaja melihat xia hua dan jin wei sedang berbicara,melihat itu thu chi berjalan kearah mereka di susul oleh thu hao dan juga yhu ley.


"Xia hua sedang apa kamu disini...?"ucap thu hao.


"Apa kamu tak jadi latiha...? "ucap thu chi.


"Kenapa kamu diam saja..?,apa ada masalah...? "ucap yhu ley saat melihat xia hua yang hanya diam saja.


"Dia tak jadi latihan"ucap jin wei datar.


"Yah... tapi kenapa...?, bukannya tadi di sepertinya sangat semangat untuk latihan...? "ucap yhu ley.


" Xia hua kenapa kamu terlihat seperti kesal pada suatu hal..?"ucap thu hao.


"Ah..gimana tak kesal, jika kalian disana juga kalian akan kesal apalagi ada kejadian seperti barusan"ucap xia hua yang masih kesal.


"Memangnya apa yang terjadi sampai kamu kesal begini..? "ucap thu chi.


"Jika ada orang yang mengganggumu bilang saja, biar aku membereskannya untukmu"ucap jin wei nada bicara dingin.


Yhu ley dan dua saudara thu sudah mulai biasa dengan cara bicara jin wei yang sangat dingin.


"Sudahlah tak usah, aku lebih baik membereskan masalahku sendiri itu lebih baik dan juga lebih menyenangkan bukan"ucap xia hua sambil tersenyum.


"Ah.. kamu ini xia hua, jika berbicara seperti itu jangan sambil tersenyum,karena tak cocok dengan ucapan yang baru kamu ucapkan dan rasa senyumanmu menjadi menyeramkan"ucap thu hao.


"Sudahlah, xia hua lebih baik kamu masuk kedalam dan istirahat,bukannya besok sudah mulai pembelajaran di sekte sebagai murid baru, jangan lupa besok bawa token milikmu itu karena token itu sebagai tanda pengenal selama kamu di dalam sekte"ucap jin wei.


Sekian dulu ceritanya.......


Tolong like, komen, vote, dan berika bintang....

__ADS_1


Terimakasih........😊😊


__ADS_2