Transimigrasion(Revisi)

Transimigrasion(Revisi)
ep 46


__ADS_3

Kediaman jendral Qiu


Saat ini ren wei dan lin xiang sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekte kerajaan hewan,setelah siap-siap mereka keluar dari kediaman masing-masing berkumpul di halaman kediaman jendral Qiu, disana sudah ada ling yun,selir kedua(yun lu) dan selir pertama(xing chu).


Barang-barang yang akan mereka bawa sudah di naikkan ke atas kereta kuda oleh para pelayan.


Kedua selir itu mengantarkan anak-anak mereka sampai di depan gerbang kediaman jendral.


"Ibunda..kita berdua pamit, ibu jangan lupa jaga kesehatan"ucap ren wei.


"Ibu jangan lupa jaga kesehatan,tak usah banyak khawatir selama kita tak ada"ucap lin xiang.


"Tenang saja.. aku disini pasti menjaga kesehatanku, jika sudah sampai di sana jangan lupa kabari aku"ucap selir pertama(xing chu).


Ren wei dan lin xiang pergi berjalan ke arah kereta kuda mereka, lalu masuk kedalam,berbeda dengan ling yun yang masih berbicara dengan ibunya(selir kedua).


"Ibu...jangalah kesehatan selama aku tak ada, aku pamit pergi"ucap ling yun sambil memeluk selir kedua(yun lu).


"Hati-hati di jalan,kamu juga jaga kesehatanmu"ucap selir kedua(yun lu).


Ling yun melepaskan pelukannya lalu berjalan ke arah kereta kuda miliknya, sesudah ada di dalam kereta kuda dia membuka jendelanya lalu melambaikan tangannya saat kereta kuda itu sudah berjalan.


Jarak tempuh dari kediaman jendral ke sekte kerajaan hewan sekitar 4 jam lamanya, di dalam kereta milik ren wei dan lin xiang,saat ini mereka sedang berbincang-bincang tentang rencana mereka yang terkadang tertawa di sela percakapan mereka berbeda dengan kereta kuda satunya lagi,saat ini ling yun hanya dia saja sambil membaca buku yang dia bawa.


Sudah berapa jam berlalu mereka sudah tiba di depan gerbang sekte kerajaan hewan,mereka langsung turun dari kereta mereka masing-masing.


Saat di depan gerbang mereka mengeluarkan token mereka masing-masing lalu memperlihatkannya kepada penjaga gerbang, saat penjaga itu melihat token itu mereka membukakan pintu gerbang itu.


Ling yun, ren wei dan lin xiang langsung masuk saat gerbang itu dibuka mereka juga menitipkan pesan agar barang-barang milik mereka diantarkan ke kediaman para murid.


Di dalam sekte sudah banyak murid yang sudah datang salah satunya adalah ryu bing,saat ini ryu bing sedang berbincang-bincang dengan teman-temannya.


"Jiejie.. lihat itu ryu bing"ucap ren wei sambil menujuk ke arah ryu bing berada.

__ADS_1


"Iya aku tau dari tadi aku sudah melihatnya"ucap lin xiang.


"Jadi bagaimana jiejie.., kita jadi melaksanakan rencananya sekarang...?"ucap ren wei .


"Tentu kita laksanakan rencana kita sekarang"ucap lin xiang.


"Ayo kita menghampiri ryu bing"ucap ren wei.


Saat ren wei dan lin xiang ingin menghampiri ryu bing,mereka melihat ling yun sudah menghapiri ryu bing lebih dahulu dari mereka.


Saat ling yun sudah menghapiri ryu bing,teman-teman ryu bing pamit untuk kembali ke kamar mereka masing-masing, meninggal ling yun dan ryu bing.


"Jiejie...buat apa ling yun menghampiri ryu bing..? "ucap ren wei yang heran saat melihat ling yun.


"Entahlah.. aku juga tak tau apa yang dia mau lakukan..!!"ucap lin xiang yang sama bingungnya dengan ren wei.


"Lebih baik kita hampir juga,takutnya dia memilih suatu rencana yang tak baik untuk kita"ucap lin xiang lalu pergi berjalan menghampiri ling yun yang sedang berbincang-bincang dengan ryu bing.


Melihat jiejienya sudah berjalan pergi duluan, ren wei juga pergi menyusul ke arah ryu bing berada.


"Apa benar yang kau katakan..? "ucap ryu bing sambil menatap ling yun dengan tajam.


"Benar, apa yang ku ucapkan semuanya benar"ucap ling yun dengan terbata-bata kareba takut.


"Em.. ada apa ini,kenapa ekspresi wajahmu seperti itu..? "ucap lin xiang dengan memberanikan diri menanyakan perihal apa yang sedang di bicarakan oleh ryu bing dan ling yun.


"Itu aku bilang bahwa xia hua sedang mendekati putra mahkota"ucap ling yun sambil terbata-bata.


"Apa kalian tau dengan hal yang dia ucapkan..? "ucap ryu bing.


"Apa yang dia ucapkan benar, pada saat di hari ulang tahun putra mahkota kamu tak datang jadi kamu tak tau akan kejadian itu"ucap ren wei dengan nada yang sangat meyakinkan.


"Kalian juga tau,jika aku tak bisa datang karena misi yang ku dapatkan, memang ada kejadian apa saat aku tidak datang..? "ucap ryu bing.

__ADS_1


"Awal mula xia hua mendekati pangeran ke-2 bertujuan untuk mendekati putra mahkota,saat acara ulang tahun putra mahkota selesai xia hua memanfaatkan kedekatannya dengan pangeran ke-2 untuk makan bersama dengan keluarga kerajaan,ku dengar saat dia datang ke ruang makan dia pura-pura terpeleset untuk jatuh ke pelukan putra mahkota,dan saat itu putra mahkota tak tau mau melakukan apa jadi dia menangkap xia hua yang terpeleset"ucap lin xiang.


"Benar..saat ini juga dia masuk kedalam akademi yang sama dengan putra mahkota,itu sudah jelas bahwa dia mau mendekati putra mahkota"ucap ren wei.


"Em..benarkah ada kejadian seperti itu, rasanya aku tak dengar ada kabar seperti itu"ucap ryu bing.


"Kamu tak akan mendengar berita itu karena orang-orang yang melihat kejadian itu sudah ditutup mulutnya oleh pangeran ke-2"ucap ren wei.


"Pantas saja tak ada kabar beberapa bulan ini tentang putra mahkota, tapi kenapa kalian bisa tau kejadian itu..? "ucap ryu bing.


"Kita tau kejadian itu, karena sebelum kita pulang kita mau pamit kepada keluarga kerajaan kami tak sengaja melihat kejadian itu, saat melihat kejadian itu kami langsung pergi dari sana tanpa berpamitan dengan keluarga kerajaan"ucap ling yun yang juga membuka pembicaraan.


"Em.. tapi aku tak tau siapa itu xia hua"ucap ryu bing.


"Tenang saja kami tau rupanya, juga kamu biasa bertemu dengannya saat kompetisi sekte yang akan di adakan 2 bulan lagi bukan"ucap ren wei .


"Ah.. benar juga, saat kompetisi di ada kan kalian harus ikut dengan aku"ucap ryu bing.


"Kami pasti kami pasti akan ikut"ucap ling yun.


"baiklah.., makasih untuk kabar yang kalian berikan"ucap ryu bing lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Hu.. rasanya aku sangat takut dengan ekspresi wajahnya"ucap ling yun yang rasanya sudah lega dari tatapan tajam ryu bing.


"Kamu sih.. main menghampiri tanpa ada rencana yang matang, jika kita tidak membantumu bisa jadi kamu yang terkena amarahnya"ucap lin xiang yang agak kesal dengan sikap ceroboh ling yun.


Nama : ryu bing


umur : 17 thn.



Sekian dulu ceritanya....

__ADS_1


Tolong like, komen, vote, dan berikan bintang..


Terimakasih.....😊😊😊


__ADS_2