
Sinar matahari masuk ke dalam sela-sela jendela dan itu membuat seorang gadis terbangun.
"Hoam, udah mau jam 7 aja mager banget gue" ucap Rara lesu dan langsung bergegas menuju kamar mandi.
Setelah beberapa menit akhirnya dia selesai mandi dan langsung bersiap-siap. Setelah selesai dia pun pergi menuju ruang makan dan di sana sudah ada keluarga nya termasuk anak pungut mereka yaitu Sisil.
"Kenapa kamu lama Rara?" tanya Sisil.
"Palingan lama karna tidur, dia kan pemalas" cibir Leo.
"Suka-suka gue" ucap Rara malas.
"Rara" geram papa nya.
"Apa?" ucap nya ngegas.
"Heran gue sama kalian gak pernah yang namanya gak nyari masalah masih pagi loh ini dan juga lagi makan, bisa-bisanya udah ribut kek gini. Mau kalian apa sih?" Ucap Rara yang kesal.
"Ni lagi anak pungut, lo tu puncak masalah di rumah ini lebih baik lo diem deh daripada berkoar-koar kepo dengan kehidupan orang kek gitu harusnya lo sadar diri udah numpang buat masalah lagi" cibir Rara.
"Maaf hiks hiks" tangis Sisil.
"RARA" teriak papa nya
"Masih pagi ini astaga, tahan kek tu air mata biar nanti bisa digunain terus nih yaa tuan Adtmaja mending gak usah teriak deh nanti darah tinggi" ucap Rara sambil geleng-geleng kepalanya.
"Rara" geram mama dan Leo nya.
"Apalagi sih nyonya dan tuan muda Adtmaja" ucap nya malas.
"Kamu berani yaa" geram mama nya.
"Yaa beranilah masak kagak" Ucap nya mengejek.
"KAMU.... " ucapan papa nya terpotong.
"Mending gue pergi duluan deh daripada dengerin ucapan kalian bikin pusing dan kesabaran gue di uji, lain kali aja ribut nya gue mau sekolah!! bye bye keluarga gila" sela Rara dan langsung bergegas keluar sedangkan keluarga nya mengelap marah.
"RARA, SAYA BELUM SELESAI SAMA KAMU DASAR ANAK TIDAK TAU DIRI" teriakan papa nya yang masih terdengar sedangkan Rara, dia bodoamat berpura-pura tidak mendengarkan teriakan papa nya itu.
Di perjalanan menuju sekolah, Rara terus saja mengumpat tentang keluarganya. Tapi dipertengahan jalan di berhenti karna merasa ada yang salah dengan motor nya.
"Kenapa lagi nih motor" ucapnya yang merasa ada yang salah.
"Astaga bocor dong, agrhh apes banget gue hari ini" frustasi Rara ketika memeriksa motornya.
"Mana masih jauh lagi nih, gimana ini agrhh"
"Sabar Ra sabar"
"Terpaksa nih gue dorong" ucapnya.
Beberapa menit setelah mendorong dia pun menghentikan dorongan nya dan saat bersama an ada sebuah motor yang berhenti di samping nya. Rara pun menoleh ke arah orang itu dan akan bertanya pada orang itu.
"Kek kenal?" gumam Rara melihat orang itu sedangkan orang itu pun membuka helm yang di kenakannya.
"Bukannya dia Daren yaa, pasti mau nebengin gue" batinnya pd.
__ADS_1
"Hai Daren" sapa Rara ceria sedangkan Daren menatap Rara dengan datar.
"Hmm" balas nya.
"Lo mau mau sekolah juga?" tanya Rara.
"Iya" jawabnya.
"Lo mau nebengin gue kan makanya lo berhenti dekat gue?" tanya Rara dengan pd sedangkan Daren menaikan alisnya melihat Rara
"Makan" bohong Daren sedangkan Rara melongo melihat Daren. Sebenarnya Daren berhenti untuk membantu Rara yang sedang mendorong motor nya tapi ntah kenapa dia bicara seperti itu tadi.
"Lo gak nebengin gue? " ucapnya melotot.
"Gue mau makan di sana" ucap Daren menunjuk sebuah warung yang kebetulan berada di samping Rara sedangkan Rara pun menoleh ke arah warung itu.
"Sejak kapan ada tuh warung, plis malu banget gue" batinnya.
"Kalo lo mau nebeng boleh kok tapi tunggu gue makan dulu" ucap Daren sedangkan Rara pun berpikir tentang penawaran itu.
"Terima gak ya, terima aja deh daripada jalan masih jauh juga" batin Rara
"Boleh deh, lagian masih jauh" ucap Rara tertawa tipis sedangkan Daren pun hanya tersenyum tipis.
" Tapi motor gue gimana?" bingung Rara.
"Titip aja di warung itu nanti gue suruh orang buat anterin ke bengkel " Ucap Daren.
"Udah, yuk kita makan" ajak Daren dan di angguk oleh Rara.
Mereka pun pergi ke warung itu, beberapa menit kemudian mereka pun selesai dan langsung pergi ke sekolah.
"Masih jam 7.55" Jawab Daren.
"Gilak 5 menit lagi bel bunyi njir" panik Rara.
"Santai aja, buat apa cepat-cepat dateng"
"Nanti di hukum males gue"
"Oke, ini gue naikan kecepatan nya lo pegang gue yang erat" ucap Daren dan langsung menaikan kecepatan motornya.
Setelah beberapa menit mereka pun sampai dengan tepat waktu buktinya bel pun berbunyi bersamaan dengan tiba nya mereka.
"Lo kalo mau mati jangan ajak gue lagi" ucap Rara dengan nafas yang ngos-ngosan sedangkan Daren hanya tertawa mendengar nya.
"Sorry" ucap Daren.
"Iya, btw thanks yaa" ucap Rara yang di angguk oleh Daren.
Tanpa mereka sadari banyak orang yang memperhatikan interaksi mereka.
"*Si Rara bareng Daren tuh"
"Mereka pacaran deh kayaknya"
"Cocok banget sih*"
__ADS_1
Kira-kira begitu anggapan mereka sedangkan di kejauhan ada seseorang mengepalkan tangan nya dan menatap tak suka ke arah mereka.
"Sial" batinnya.
Sedangkan di sisi Alex dkk, mereka hanya menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Rara pacaran sama Daren, Le?" tanya Bima menatap Leo.
" Gue gak tau" jawab nya.
"Kok lo gak tau sih, lo kan abangnya" ucap Bima sedangkan Leo hanya menaikan bahunya acuh.
"Ini gak bisa di biarin" Desis dua orang.
Sedangkan Nana yang melihat Rara dan Daren langsung datang ke parkir untuk menemui mereka.
"Aciee bareng sama cogan nih" ucap Nana tersenyum-senyum ke arah Rara sedangkan Rara hanya menatap datar sahabat nya itu.
"Ban gue bocor tadi kebetulan juga ada Daren yaa gue nebeng lah daripada telat" jelas Rara.
"Owh gitu toh" ucap Nana mangut-mangut.
"Gue duluan yaa Na Ra lagian udah bel juga" ucap Daren yang di angguk oleh Nana Rara.
"Oke, sekali lagi thanks yaa" ucap Rara.
"santai aja" ucap Daren dan langsung pergi dari sana.
"Gimana rasanya mbak di bonceng ama cogan" goda Rara.
"Biasa aja" ucap Rara malas.
"Lumayan nyaa bisa cuci mata sebelum belajar" ucapnya lagi sambil tertawa.
"Bisa aja lo" ucap Nana yang juga tertawa.
Tawa mereka pun berhenti ketika ada seorang guru berbadan kekar yang datang ke arah mereka.
"Hey kalian, udah tau bel udah berbunyi tapi masih aja di sini" ucap pak Ryan. Pak Ryan ini orang nya tampan walaupun sudah berumur bisa di bilang pak Panji ini spek sugar daddy gitu.
"Ehh ada pak Panji, makin ganteng aja" ucap Nana nyengir sambil mengedip mata nya.
"Gak usah goda saya, gak mempan" ucap nya sinis.
"Dinner yuk pak" ucap Rara tersenyum-senyum.
"Gak ada dinner-dinner sekarang kali masuk ke kelas atau kalian mau saya hukum haa?" tegas pak Ryan.
"Ihh, bapak gak seru deh" gerutu Rara.
"Saya hitung sampai tiga kalau tidak segera ke kelas saya akan hukum kalian"
"Bapak ihh" ucap Nana.
"satu"
"Dua"
__ADS_1
"Ti-"
"Oke-oke, bye bye bapak ganteng" ucap Nana Rara sambil berlari menjauh dari pak Ryan yang galak itu.