
Dua tahun berlalu dengan cepat dan dua tahun pula Nana dan Rara telah menghilang bak di telan bumi. Dan sekarang Alex dkk beserta yang lainnya tengah berkumpul di sebuah restoran mewah mereka semua mendesah kecewa atas pencarian mereka yang tak kunjung mendapatkan hasil.
"Gak terasa waktu berjalan dengan cepat" ucap Leo mendesah sedih.
"Gue rindu sama adek gue" ucap Leo sedih.
"Udah dua tahun gue nyari mereka, bahkan papa udah bantu tapi tetap aja mereka gak ketemu" ucap Leo dengan nada frustasi.
"Gue sama Bryan udah berulang kali ngecek di bandara tapi atas nama mereka ga ada dan gue udah nyari ke rumah sakit di daerah-daerah tertentu juga gak ada" ucap Brayen frustasi.
"Gue nyesel udah nyia-yia in adek gue" ucap Bryan.
"Gue se nyesel itu telah nyia-yia adek gue juga demi jal*ng sialan itu" ucap Leo.
"Gue akan hancurin hidup wanita menjijikkan itu" ucap Angga pelan yang hanya terdengar oleh nya.
"Kalian gak ada info mengenai Nana Rara lagi?" tanya Raka.
"Kita udah nyari tapi gak ada info apapun" ucap Alex.
"Kayaknya Nana dan Rara di lindungi seseorang" ucap Bima.
"Gue juga mikir gitu" ucap Danis.
"Gue curiga sama geng nya si Key dan Rey" ucap Bima.
"Kemungkinan dia yang nyembunyiin mereka" ucap Chandra.
"Iya, gue juga mikir gitu karna gue liat mereka tenang-tenang aja selama dua tahun ini meskipun mereka tambah dingin ke orang-orang" ucap Alex.
"Apa besok kita tanya aja di kampus?" tanya Bryan.
"Percuma nanya sama mereka gak akan mereka jawab" ucap Brayen.
"Gue juga sering nanya ke mereka dan mereka gak pernah mau jawab pertanyaan gue" ucap Leo frustasi.
"Gue gak nyangka kuat banget perlindungan Nana sama Rara" ucap Danis.
"Agrhh, pusing gue mana mommy sama daddy gue biasa aja selama dua tahun ini gue heran" ucap Brayen frustasi.
"Kok bisa, emang nya orang tua lo gak nyariin Nana?" tanya Leo tak percaya.
"Gak, itu yang gue heran kenapa mereka gak panik liat anaknya hilang" ucap Brayen.
"Kok aneh yaa, masak selama dua tahun ini biasa-biasa aja orang tua lo" ucap Bima heran.
"Apa orang tua lo tau Nana ada di mana?" ucap Alex.
"Sejauh yang gue liat mereka kayaknya gak tau deh" ucap Bryan.
"Iya, gue liatnya juga gitu" sambung Brayen.
"Pasti ada sesuatu" gumam Angga.
__ADS_1
"Keluarga gue juga hancur, mama sering nangis papa gue juga sering keluar" curhat Leo.
"J*lang s*alan itu semuanya gara-gara dia" ucap Leo berkilat marah.
"Keluarga lo juga salah kali" cibir Bima.
"Udah tau punya anak cewek ehh malah mungut anak angkat cewek, kan lucu" ucap Bima sedangkan Leo pun terdiam mendengar ucapan Bima.
"Bim" desis Alex.
"Gue ngomong fakta Lex, kalo aja orang tua Leo gak kayak gitu ke Rara udah pasti Rara gak pergi sekarang" Sarkas Bima menggebu-gebu.
"Lo emang bener Bim" ucap Leo.
"Dan kalian tau dia sebenernya bukan Rara" ucap Leo yang membuat semuanya bingung.
"Apa maksud lo?" tanya Alex.
"Iya, apa maksudnya?" tanya Chandra.
"Dia bukan Rara tapi dia adalah jiwa Dira Amelia yang masuk ke dalam tubuh Rara dan kalian tau Rara sudah lama meninggal" ucap Leo yang menerawang kejadian dua tahun sebelum Rara pergi.
"Haaa?" ucap Bima, Angga, dan Chandra.
"Lo ngelawak di saat begini?" ucap Raka.
"Lucu banget cerita lo" ucap Bima.
"Gue gak bercanda anj*ng, gue ngomong faktanya dan gue percaya akan hal itu. Coba lo fikir waktu Rara sakit dia tiba-tiba jadi amnesia dan bukan penampilan nya aja yang berubah tapi sifatnya juga beda banget terus gue gak nyangka bisa-bisanya Rara berteman dengan seorang bullying dalam satu hari dan sejak kapan juga Rara berani ngelawan Sisil. Dia bener-bener beda sejak saat itu" ucap Leo.
"Dan Rara ahh atau Dira juga cerita tentang hal itu, gue bodoh selama ini gue gak pernah tau tentang Rara dan kejadian kenapa Rara berpenampilan cupu begitu" sambung Leo.
"Hmm, apa Nana juga gitu?" tanya Bima.
"Kemungkinan besar nya gitu, karna semenjak kejadian kecelakaan itu dia 100% jadi orang yang beda" ucap Brayen.
"Gue masih gak percaya ada hal yang kayak gitu" ucap Danis dan di angguki oleh Bima.
"Iya, gue juga agak sulit percaya" ucap Raka.
"Iya, gue tau ini sangat sulit di percaya tapi Rara dan Nana pernah ngebahas ini dulu" ucap Leo.
"Jadi, maksud Nana dan Rara soal ini yang katanya suatu hari nanti kita akan tau" ucap Bima tak percaya.
"Iya, mungkin ini maksud nya" ucap Leo menunduk sedih.
"Lo yakin dengan hal ini Le?" tanya Brayen.
"Iya gue yakin, gue sebenernya belum bener-bener percaya dulu tapi setelah gue pikir lagi seperti memang bener dan selama dua tahun ini gue udah ngerenungin semua kejadian demi kejadian dan yaa gue baru berani bicara sekarang sama kalian padahal Rara ngasi tau gue udah sedari lama" ucap Leo.
"Gue nyesel banget sekarang" sambung Leo dengan meneteskan air matanya.
"Gue orang yang buruk banget bagi adek gue" sambung Leo.
__ADS_1
"Gue gak bisa ngomong lagi" ucap Brayen frustasi, dia bener-bener frustasi sekarang.
"Gue mau gak percaya tapi sepertinya lo gak bohong" ucap Raka.
"Gue gak mungkin bohong sama kalian" ucap Leo.
"Hah" desah Bryan.
"Dimana lo dek" batin Leo, Brayen dan Bryan.
...🌸🌸🌸🌸...
"Na"
"Hmm"
"Gak kerasa kita udah dua tahun aja di sini" ucap seorang gadis dengan menghela nafas.
"Iya, gak sia-sia juga kita ke sini ya lo juga udah membaik sekarang"
"Iya, gue bersyukur banget bisa sembuh gini padahal gue udah nethink soal penyakit gue soalnya penyakit gue penyakit yang bahaya banget"
"Kalo kita usaha dan do'a, pasti apa yang di lakuin bakal gak sia-sia sih"
"Iya, lo bener"
"Lo udah kasih tau Key kalo kita pulang ke Indonesia tiga hari lagi?" tanya Rara, yaa mereka adalah Nana dan Rara yang sudah dua tahun hilang tanpa kabar.
"Owh iya gue lupa bilang sama dia, nanti malem aja lah gue kasih tau dia" ucap Nana sambil menepuk dahinya.
"Terserah sih, lagian pasti Rey ngasih tau Key soalnya gue udah kabarin Rey soal kepulangan kita" ucap Rara.
"Bagus deh kalo gitu"
"Gimana soal rencana kita?"
"Aman sih, tiga hari lagi kita akan bongkar sesuatu hal yang sangat menggemparkan" ucap Rara menyeringai.
"Keluarga lo, j*lang itu dan orang-orang itu akan menerima sesuatu yang gak pernah mereka kira" sambung Rara.
"Gue gak nyangka sih kok bisa mereka seperti itu, di kira kita gak tau apa rencana mereka buat kita" ucap Nana.
"Gue kira tugas kita udah selesai gak tau nya malah belum selesai"
"Mana dia nyari gue, keknya dia obsesi banget ke gue setelah gue ngejauh dari dia" ucap Nana.
"Kalo di pikirin pusing banget sih"
"Gue gak tau kenapa perasaan gue gak enak sekarang" ucap Rara menatap ke arah langit-langit apartemen nya.
"Gue juga gak tau apa kita bisa menang lawan mereka apa enggak, gue tau setelah kita ke Indonesia akan terjadi hal besar" ucap Nana.
"Semoga aja gak terjadi apa-apa" gumam Rara yang di angguk oleh Nana.
__ADS_1